10 Gejala Penyakit GERD, Jangan Diabaikan

Oleh Novie Rachmayanti pada 11 Nov 2019, 11:20 WIB
Beda Sakit Maag dan GERD

Bola.com, Jakarta - Apakah Anda pernah mendengar atau bahkan mengalami penyakit GERD? Gastroesophageal reflux disease (GERD) adalah kondisi ketika asam lambung naik kembali ke kerongkongan (esofagus).

Kerongkongan merupakan saluran khusus berbentuk tabung yang menghubungkan mulut dengan perut serta organ pencernaan lain.

Penyakit tersebut akan membuat pengidapnya seolah merasa terbakar di dada dan kerongkongannya. Kondisi tersebut disebabkan lapisan kerongkongan tengah mengalami iritasi. 

GERD lebih parah ketimbang penyakit maag. Kedua penyakit tersebut sama-sama  disebabkan asam lambung tinggi. Bedanya, GERD asam lambungnya bisa naik hingga ke kerongkongan dan menimbulkan berbagai gejala, kalau maag tidak.

Gejala GERD umum terjadi seperti dada terasa terbakar, mulut pahit, nyeri pada perut, dan  mual. Gejala tersebut dapat terjadi secara tiba-tiba dan bisa dipicu oleh makanan yang dapat meningkatkan asam lambung. 

Terlebih, gejala GERD pada tingkatan lebih parah dapat menimbulkan kecemasan pada pengidapnya dan harus dilarikan ke rumah sakit untuk menghilangkan gejala.

Berikut adalah gejala dan penyebab penyakit GERD yang jarang diketahui banyak orang dan tidak boleh diabaikan.

 

2 of 4

10 Gejala Penyakit GERD

Penyakit GERD (Gastroesophageal reflux disease) akan timbul ketika asam lambung yang seharusnya tetap berada di sistem pencernaan, justru naik kembali ke atas. Alhasil, asam lambung tersebut akan melewati katup kerongkongan yang terbuka.

Kondisi itu yang kemudian akan membuat pengidapnya merasakan sensasi terbakar di dada (heartburn). Sensasi seperti terbakar atau heartburn akibat penyakit GERD adalah munculnya rasa panas atau tidak nyaman di bagian belakang tulang dada.

Gejala tersebut bisa semakin memburuk jika setelah makan, Anda langsung berbaring atau membungkuk. Lantas, apa saja gela penyakit GERD? 

Berikut ada gejala penyakit Gastroesophageal reflux disease atau GERD:

  1. Merasa seperti ada makanan yang tersangkut di dalam kerongkongan, sulit menelan, serta cegukan.
  2. Mengalami sensasi panas seolah terbakar di dada atau yang terkenal dengan sebutan heartburn. Bahkan kondisi ini bisa menyebar hingga ke leher.
  3. Sakit atau nyeri pada dada.
  4. Timbul rasa asam atau pahit di mulut.
  5. Ada cairan atau makanan yang naik dari dalam perut ke bagian mulut.
  6. Mengalami masalah pernapasan, seperti batuk parah, bahkan hingga sesak napas.
  7. Suara serak
  8. Sakit tenggorokan.
  9. Dyspepsia, gejala ini akan membuat pengidapnya merasa mual setelah makan, sakit pada perut bagian atas, bersendawa, serta perut terasa sangat kenyang
  10. Dysphagia atau gejala yang terjadi dengan seseorang tidak bisa menelan makanan.

 

3 of 4

Penyebab Penyakit GERD

Sebuah penelitian menemukan meningkatnya penyidap penyakit GERD (Gastroesophageal reflux disease) bisa disebabkan pola makan yang semakin banyak mengonsumsi cokelat, keju, daging, makanan cepat saji, garam berlebih, serta kurang mengonsumsi buah dan sayur-sayuran. 

Selain itu, kenaikan asam lambung ini juga umun terjadi lantaran makan dalam porsi yang terlalu banyak, serta langsung berbaring selepas makan.

Namun, naiknya asam lambung yang menyebabkan penyakit GERD, biasanya memiliki penyebab lain tersendiri. Bahkan, bisa berujung pada gejala atau komplikasi yang cukup serius, sehingga butuh penanganan dokter.

 

4 of 4

5 Cara Mencegah Penyakit GERD

Cara mencegah terjadinya penyakit GERD (Gastroesophageal reflux disease) bisa dimulai dengan gaya hidup sehat. GERD merupakan penyakit yang berkaitan dengan pola hidup.

Oleh karena itu, gaya hidup sehat adalah pencegahan paling ampuh. Berikut lima cara pencegahan penyakit GERD.

  • Hindari makanan yang dapat memicu kenaikan asam lambung, seperti makanan berlemak, makanan asin, makanan pedas, makanan asam, rasa mint, cokelat, kopi, hingga minuman bersoda.
  • Jangan langsung berbaring setelah makan. Biasakan makan setidaknya 2 jam sebelum tidur.
  • Kurangi kebiasaan mengonsumsi kopi berlebihan.
  • Hindari merokok.
  • Kendalikan stres.
Lanjutkan Membaca ↓