Susunan Pelatih Pelatnas PBSI 2020, Sektor Tunggal Putri Berubah

Oleh Yus Mei Sawitri pada 06 Jan 2020, 17:05 WIB
Diperbarui 08 Jan 2020, 14:17 WIB
Minarti Timur

Bola.com, Jakarta - PBSI resmi mengumumkan susunan pelatih Pelatnas Cipayung 2020, Senin (6/1/2020). Perubahan formasi hanya terjadi di sektor tunggal putri, sedangkan yang lain tetap sama. 

Sama dengan tahun lalu, lima sektor yang ada dibagi menjadi dua level, yaitu utama dan pratama. Pelatih kepala utama akan didampingi satu asisten pelatih, kemudian pelatih pratama juga didampingi satu asisten pelatih.

Rionny Mainaky tetap menjadi pelatih kepala tunggal putri utama. Namun, posisi asisten pelatih kini ditempati Herli Djaenudin. 

Minarti Timur yang tahun lalu jadi asisten pelatih tunggal putri utama, didapuk menjadi pelatih tunggal putri pratama. Adapun Nitya Krishinda Maheswari yang sebelumnya diperbantukan pada sektor ganda putri, tak diperbarui kontraknya. 

“Hanya tunggal putri saja yang berubah susunannya, sementara untuk sektor lain tidak ada perubahan. Kami mencoba mengubah susunan agar fokus dengan target masing-masing. Tunggal putri saya berharap Rionny Mainaky fokus memegang atlet yang prioritas ke Olimpiade. Dibantu dengan Herli agar komunikasinya lebih lancar. Karena ada beberapa atlet pratama yang tahun ini naik ke utama,” ujar Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi, Susy Susanti, melalui rilis dari PBSI. 

“Sementara Minarti saya turunkan menjadi pelatih pratama, karena dulu Minarti bisa mengantarkan Gregoria jadi juara dunia junior. Jadi saya harapkan Minarti bisa menyiapkan ke situ lagi. Jadi lebih kepada bagi tugas saja. Masing-masing bisa fokus dengan target dan program untuk diberikan kepada atlet."

"Kalau Rionny dan Minarti sama-sama pegang yang utama, saya pikir agak sayang. Hasil ini berdasarkan pertemuan dan masukan juga. Saya ingin Minarti bisa memegang atlet junior dan menciptakan juara baru lagi,” jelas Susy Susanti, tentang perubahan di sektor tunggal putri pelatnas PBSI

 

2 dari 4 halaman

Pelatih Utama Fokus ke Olimpiade

Susy Susanti, PBSI, Pelatnas Cipayung, Atlet Bulu Tangkis, Bola.com
Kabid. Binpres PBSI, Susy Susanti. (Bola.com/Nicklas Hanoatubun)

Susy mengharapkan pembagian tugas di level utama dan pratama kali ini bisa berlangsung lebih optimal. Masing-masing pelatih diharapkan bisa bertanggung jawab untuk perkembangan atlet yang dibawahinya. Selain itu Susy juga ingin proses pembinaan para atlet bisa terus berkesinambungan.

“Pelatih utama akan fokus untuk persiapan Olimpiade, dibantu asistennya yang juga mempersiapkan pemain pelapis. Pelatih pratama kemudian fokus untuk atlet muda, juga persiapan AJC dan WJC (Asia Junior Championships dan World Junior Championships), dibantu dengan asisten pelatih pratama. Sehingga saya harap nanti semua akan berkesinambungan. Jadi semua tahapan dan lapisan bisa terisi dan monitoringnya lebih jelas. Ini bagian dari pembagian tanggung jawab,” kata Susy.

“Kalau dulu ada Owi/Butet (Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir) yang bagus hingga juara di Olimpiade, tapi setelah itu sudah tidak ada, kosong karena fokusnya hanya Owi/Butet. Saya tidak mau seperti itu. Jelang Olimpiade yang prioritas fokusnya ke situ saja. Tapi pemain lapisnya juga tetap dijaga, tidak ditinggalkan dan diharapkan bisa berprestasi juga. Jadi ketika yang atas akan pensiun, pemain lapis ini sudah siap naik."

"Begitupun yang di pratama. Ada empat tahapannya di utama ada prioritas dan atlet utama lainnya, pratama dan magang. Saya tidak mau para atlet berada di zona nyaman. Kalau mereka memang sudah enggak bisa, mohon maaf, ini yang di bawah juga sudah siap buat naik,” ujar Susy.

Selain mengumumkan 20 nama pelatih yang akan menghuni Cipayung, Susy juga mengatakan tak melanjutkan Nitya Krishinda Maheswari, yang sebelumnya diperbantukan pada sektor ganda putri.

“Tahun ini dari ganda putri, untuk Nitya yang sebelumnya diperbantukan untuk melatih, tidak akan diteruskan. Karena kami mau kuota pelatihnya semua sama, empat orang setiap sektor,” imbuh Susy.

 

3 dari 4 halaman

Susunan Pelatih Tunggal

Tunggal Putra

Utama :

1. Hendry Saputra Ho

2. Irwansyah (Asisten)

Pratama

1. Jeffer Rosobin

2. Harry Hartono (Asisten)

Tunggal Putri

Utama :

1. Rionny Federik Mainaky

2. Herli Djaenudin (Asisten)

Pratama :

1. Minarti Timur

2. Morico Harda (Asisten)

 

4 dari 4 halaman

Susunan Pelatih Ganda

Ganda Putra

Utama :

1. Herry Iman Pierngadi

2. Aryono Miranat (Asisten)

Pratama :

1. Thomas Indratjaja

2. David Yedija Pohan (Asisten)

Ganda Putri

Utama :

1. Eng Hian

2. Chafidz Yusuf (Asisten)

Pratama :

1. Rudy Gunawan Haditono

2. Anggun Nugroho (Asisten)

Ganda Campuran

Utama :

1. Richard Leonard Mainaky

2. Nova Widianto (Asisten)

Pratama:

1. Amon Sunaryo

2. Vita Marissa (Asisten)

Pelatih fisik :

1. Ary Bayu Marta (Felix)

2. Ari Subarkah

3. Ricky Susiono

4. Yansen Alpine

5. Iwan Hermawan 

Lanjutkan Membaca ↓
From Tokyo to New York, Cerita Dua Pegiat Lari Indonesia di Seri Maraton Dunia