Richard Mainaky Soroti Kinerja Ganda Campuran Indonesia pada Daihatsu Indonesia Masters 2020

Oleh Gregah Nurikhsani pada 19 Jan 2020, 21:30 WIB
Diperbarui 19 Jan 2020, 21:30 WIB
Hafiz / Gloria Tersingkir dari Indonesia Master 2020
Ganda campuran Indonesia, Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja menerima arahan pelatih saat berlaga di babak pertama Indonesia Master 2020 melawan Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (China) di Istora GBK, Jakarta, Selasa (14/1/2020). Hafiz/Gloria kalah 14-21, 13-21. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Bola.com, Jakarta - Dua ganda campuran andalan Indonesia masih belum bisa meraih hasil maksimal di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2020. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja terhenti di babak pertama dari Zheng Si Wei/Huang Ya Qiong (Tiongkok), dengan skor 14-21, 13-21.

Sedangkan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti secara mengejutkan takluk dari ganda campuran Perancis, Thom Gicquel/Delphine Delrue, dengan skor 19-21, 21-14, 18-21.

Kepala Pelatih Ganda Campuran PP PBSI Richard Mainaky angkat bicara mengenai performa anak asuhnya. Ia mengatakan bahwa sorotan utama masih seputar masalah non-teknis.

“Saat ini saya lebih fokus untuk mereka lolos ke olimpiade, apapun hasil mereka, saya akan terus evaluasi untuk lebih baik hasilnya ke depan. Fokus setelah ini ada di turnamen German dan All England,” kata Richard kepada Badmintonindonesia.org.

“Sementara evaluasi lebih pada masalah non teknis. Mereka belum punya percaya diri yang lebih jadi kadang main ada rasa terbebani,” lanjut Richard.

Pasangan Tontowi Ahmad/Apriyani Rahayu yang memulai debutnnya di Daihatsu Indonesia Masters 2020 ini, memperlihatkan penampilan yang cukup baik. Merangkak dari babak kualifikasi dan bermain tanpa persiapan sama sekali karena mereka awalnya dinyatakan tidak masuk kualifikasi, namun Tontowi/Apriyani menembus babak kedua dan akhirnya dihentikan Chris Adcock/Gabrielle Adcock (Inggris), dengan skor 9-21, 12-21.

“Untuk Owi/Apri belum bisa dievaluasi, latihan bareng pun belum pernah. Khusus Apri, saya lihat masih asing main pola ganda campuran. Apalagi waktu lawan pasangan Inggris (Chris Adcock/Gabrielle Adcock), kelihatan Apri masih dalam posisi adaptasi,” jawab Richard.

“Tapi yang jelas ini sangat positif buat Apri, jadi tambah pede main di ganda putri karena biasa dapat tekanan dari pemain putra, jadi akan lebih kuat kalau dapat tekanan di ganda putri,” tambahnya.

2 dari 3 halaman

Kunci Sukses Kevin / Marcus Menang Mudah di Final Daihatsu Indonesia Masters 2020

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, berhasil mengalahkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada laga final Daihatsu Indonesia Masters 2020, di Istora Senayan, Minggu (19/1/2020). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, berhasil meraih medali juara Daihatsu Indonesia Masters 2020 setelah menang 21-15, 21-16 atas Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan.

"Kami sejak awal pertandingan langsung menekan lawan sehingga berhasil unggul beberapa poin. Pada gim kedua mereka langsung bangkit dan mengubah pola permainan," kata Kevin usai pertandingan.

"Kami sempat beberapa kali mati sendiri karena mereka sudah berpengalaman. Sehingga ketika kami kehilangan fokus sedikit saja mereka langsung mampu mencuri poin dengan banyak," lanjutnya.

"Kunci kemenangannya adalah tetap konsisten sejak awal sampai akhir. Walaupun mereka sempat mendapatkan banyak poin, kami tetap fokus dan konsisten menjalankan pola permainan," ujar Kevin.

Bagi Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, ini adalah gelar juara ketiga secara beruntun di Daihatsu Indonesia Masters 2020. Hasil ini juga membuat Kevin/Marcus berhak mendapatkan hadiah uang sebesar 31.600 Dolar AS.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓
Tips FPL: Harry Kane Berpotensi Cedera, Berikut 5 Penyerang Alternatif yang Patut Dicoba