Turnamen Daihatsu Indonesia Masters 2020 Diapresiasi BWF

Oleh Gregah Nurikhsani pada 20 Jan 2020, 05:00 WIB
Diperbarui 20 Jan 2020, 05:00 WIB
Anthony Sinisuka Ginting

Bola.com, Jakarta - Daihatsu Indonesia Masters 2020 (DIM) telah berakhir. Indonesia sebagai tuan rumah berhasil memboyong tiga gelar juara lewat Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Anthony Sinisuka Ginting.

Tak hanya dari segi prestasi, dari segi penyelenggaraan pun Daihatsu Indonesia Masters 2020 dinilai terlaksana dengan baik, seperti dituturkan oleh Daren Parks, Events Director Badminton World Federation (BWF).

"Ini adalah tahun yang sangat krusial, tahun kualifikasi olimpiade. Turnamen ini terlaksana begitu baik. Hal ini memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka. Ini tahun yang sangat penting bagi mereka yang tengah fokus untuk olimpiade," sebut Daren.

Sementara itu Wakil Ketua Panitia Pelaksana kejuaraan yang juga Sekretaris Jenderal PP PBSI, Achmad Budiharto juga mengucap syukur atas prestasi gemilang yang sedikit menghapus kekecewaan di turnamen Malaysia Masters 2020 pekan lalu, di mana Indonesia harus pulang tanpa gelar.

"Saya kira kita patut bersyukur setelah tanpa gelar di Malaysia, di Indonesia kita bisa meraih tiga gelar. Terutama khususnya nomor ganda putri, karena kita sudah cukup lama tidak mendapat gelar ganda putri di kandang sendiri," sebut Budiharto.

"Kami bersyukur pelaksanaan Daihatsu Indonesia Masters 2020 bisa diselesaikan dan berjalan lancar, sukses, aman, terutama berjalannya turnamen. Dari segi prestasi sangat memuaskan, antusiasme penonton juga membuat sponsor senang, penonton antusias mendukung di pertandingan yang sangat menarik," papar Budiharto.

Kendati demikian, Daihatsu Indonesia Masters 2020 juga masih dikritik seputar angin. Budiharto mengatakan, persoalan angin sudah lama menjadi kendala, namun pada tahun ini panitia pelaksana tak menemukan adanya keluhan secara resmi.

"Angin di Istora memang masalah klasik, ini cukup dilema karena angin datang dari penggunaan AC (Air Conditioner). Sudah di-setting seminimal mungkin agar angin tidak mengganggu pertandingan. Secara resmi pun tidak ada keluhan kepada panitia pelaksana, sudah diatur sesuai regulasi BWF," ujar Budiharto.

2 dari 3 halaman

Resep Sukses

Greysia Polii/Apriyani Rahayu
Ganda Putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, melakukan selebrasi saat melawan wakil Denmark, Maiken Fruergaard/Sara Thygesen, pada laga final Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora, Jakarta, Minggu (19/1). Greysia/Apriyani menang 18-21, 21-11, dan 23-21. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Ganda putri Indonesia, Greysia Polii/Apriyani Rahayu, meraih gelar perdana di 2020 dengan menjuarai turnamen Super 500 Daihatsu Indonesia Masters. Greysia/Apriyani mengaku tak menyangka bisa meraih gelar tersebut.

Greysia Polii/Apriyani Rahayu meraih gelar Daihatsu Indonesia Masters 2020 setelah mengalahkan Maiken Fruergaard/Sara Thygesen 18-21, 21-11, 23-21, Minggu (19/1/2020). Kemenangan ini sarat makna buat Greysia/Apriyani karena diraih dalam duel berdurasi 1 jam 20 menit.

Greysia/Apriyani mengaku sedari awal tak mematok target tinggi di Daihatsu Indonesia Masters 2020. Tujuan mereka tampil di ajang tersebut adalah memperbaiki raihan pada edisi sebelumnya.

"Seperti yang saya bilang sejak awal, kami tidak bicara target final kah, semifinal kah, perempatfinal kah, yang pasti kami ingin memperbaiki performa terus menerus," kata Greysia usai pertandingan.

"Bahkan, pertandingan ini jadi evaluasi bagi kami untuk ke depan nanti karena tujuan kami ada di Olimpiade Tokyo.

3 dari 3 halaman

Video

Lanjutkan Membaca ↓