Thailand Masters 2020: Gregoria Mariska Gagal Melaju ke Semifinal

Oleh Yus Mei Sawitri pada 24 Jan 2020, 14:50 WIB
Diperbarui 24 Jan 2020, 14:50 WIB
Gregoria Mariska Tunjung

Bola.com, Bangkok - Laju tunggal putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung, kandas pada perempat final Thailand Masters 2020, Jumat (24/1/2020). Gregoria takluk dari pemain Jepang, Akane Yamaguchi, dua gim langsung 23-25, 14-21.

Kekalahan itu membuat Gregoria Mariska Tunjung gagal memperbaiki rekor pertemuan kontra Yamaguchi. Sebelumnya lima kali bertanding, Gregoria baru bisa mengamankan satu kemenangan.

Memulai gim pertama, Gregoria dan Yamaguchi beradu ketat di lapangan. Gregoria kemudian membuka peluang dengan unggul 10-8 dan 15-11. Namun Yamaguchi kembali menyusul dan berebut poin satu demi satu dari Gregoria.

Keduanya sempat terlibat empat kali setting point. Sayang akhirnya kemenangan gim pertama tak bisa dikantongi Gregoria. Ia kalah 23-25.

“Game pertama saya bermain lebih sabar. Tapi di beberapa poin saya kurang fokus menahan diri. Saya buru-buru ingin mematikan serangan lawan," kata Gregoria, melalui rilis dari PBSI. 

"Padahal untuk menghadapi lawan pemain ulet seperti dia, tidak sekali serangan jebol. Kecuali pukulannya sudah mentah banget. Tapi tadi saya beberapa kali malah terlalu memaksakan dan berspekulasi. Jadi banyak posisi yang tidak pas,” imbuh Gregoria Mariska Tunjung

 

2 of 2

Gagal Keluar dari Tekanan

Gregoria Mariska Tunjung
Aksi Gregoria Mariska Tunjung pada perempat final Thailand Masters 2020, Jumat (24/1/2020). (PBSI)

Masuk gim berikutnya, GregoriaMariska Tunjung gagal memperbaiki performa. Sempat unggul di awal dengan 4-1, akhirnya Gregoria harus menerima kekalahan 14-21 pada gim kedua.

“Gim kedua saya kurang lepas dan leluasa, karena kepikiran gim pertama yang kalah. Mentalnya kurang kuat untuk keluar dari tekanan,” ujar Gregoria.

“Mungkin saya terlalu memikirkan hasil, karena gim pertama kalah, jadi gim kedua harus lebih maksa. Tapi jadinya kurang lepas dan maksa di lapangan. Jadinya semua bola yang harusnya gampang, malah out. Kontrol juga kurang akurat jadinya,” sambung atlet jebolan klub Mutiara Cardinal Bandung ini.

 

Lanjutkan Membaca ↓