Ketua IMI: Monas Bersejarah untuk Motorsport Indonesia

Oleh Hendry Wibowo pada 14 Feb 2020, 21:45 WIB
Diperbarui 14 Feb 2020, 21:45 WIB
Sadikin Aksa

Bola.com, Jakarta - Kawasan Monas dipastikan bakal jadi tempat lomba ajang Formula E pada 6 Juni nanti bertajuk Jakarta ePrix.

Dipilihnya kawasan Monas mendapat dukungan dari Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia, Sadikin Aksa. Ikin-sapaan akrab Sadikin menyebut Monas merupakan tempat bersejarah untuk motorsport Indonesia.

"Dahulu tahun 70-an dan 80-an begitu banyak pembalap Indonesia yang lahir dari balapan di Monas. Jadi Monas ini memang tempat bersejarah buat motorsport Indonesia," kata Ikin pada acara media briefing Formula E di Jakarta, Jumat (14/2/2020).

Mengenai pembuatan sirkuit di kawasan Monas, Ikin menyoroti bukan hanya aspek trek yang harus diperhatikan, tapi juga keselamatan pembalap.

"Nanti sirkuit bakal melalui proses homologasi dari FIA (Federasi Automobil Internasional). Sirkuit Monas sendiri bakal mendapat Grade 3 dari FIA," Ikin menceritakan.

"Grade 3 sudah cukup untuk menggelar Formula E. Sirkuit Monas juga jadi satu-satunya trek di Indonesia yang mendapat Grade 3 dari FIA," lanjut kakak dari pereli nasional, Subhan Aksa itu.

2 dari 3 halaman

Karakteristik Sirkuit Monas

Media Briefing Formula E di Jakarta
Sadikin Aksa selaku Ketua Umum IMI pada acara media briefing Formula E di Jakarta, Jumat (14/2/2020). (Diatama Ibduansa/Bola.com)

Menurut data yang didapat Bola.com, Sirkuit Monas memiliki panjang 2,588 km dengan lebar variasi dari 9,6-12 meter. Lalu ada 12 tikungan dengan rincian delapan tikungan kanan dan empat ke kiri.

Area sektor lurus terpanjang ada di angka 680 meter plus prediksi top speed mencapai 220 km/jam. Kecepatan tersebut diklaim bisa tercapai pada T7.

Untuk arah putaran sendiri menganut searah jarum jam. Layout Jakarta ePrix di Monas ini dirancang oleh desainer sirkuit kenamaan, Herman Tilke.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Kami:

Lanjutkan Membaca ↓