Stadion Favorit 8 Pebulutangkis Papan Atas Dunia, Istora Senayan Banyak Disukai

Oleh Yus Mei Sawitri pada 27 Feb 2020, 07:55 WIB
Diperbarui 27 Feb 2020, 07:55 WIB
Blibli Indonesia Open 2018
Kemeriahan fans Indonesia saat menyaksikan Blilbli Indonesia Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu, (8/7/2018). Indonesia memborong dua gelar melalui Kevin/Marcus dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Suporter Indonesia tak pernah setengah-setengah ketika mendukung para pebulutangkis Indonesia yang sedang bertanding di Istora Senayan, Jakarta. 

Mereka rela terus berteriak memberikan dukungan, bertepuk tangan, hingga menyoraki pemain lawan demi memastikan pemain Indonesia meraih kemenangan. 

Istora Senayan menjadi venue perhelatan dua turnamen bulutangkis bergengsi, Indonesia Open dan Indonesia Masters. Istora juga menjadi venue cabang olahraga bulutangkis pada Asian Games 2018. 

Istora Senayan, Jakarta benar-benar jadi tempat yang angker dan intimidatif  bagi pebulutangkis-pebulutangkis asing yang jadi lawan pemain Indonesia.

Suasana di Istora saat pertandingan disebut-sebut sebagai yang terbaik di dunia. Tak ada duanya. Penonton sangat berisik dan tak lelah memberi dukungan.  

Namun, publik Istora juga tak segan memberi dukungan terhadap pebulutangkis negara lain. Tentu saja, dukungan akan diberikan jika mereka tak menghadapi pemain Indonesia. 

Suporter di Istora tak pelit berteriak, bernyanyi dan bertepuk tangan untuk pemain asing yang tampil mengesankan, maupun ramah dan murah senyum. Beberapa pemain asing bahkan terang-terangan mengaku terkesan dengan atmosfer unik ala Istora yang tak bisa dijumpai di tempat lain mana pun. 

Berikut ini delapan pebulutangkis papan atas dunia bercerita tentang stadion bulutangkis favoritnya, di mana Istora Senayan dominan disebut, seperti dilansir dari Youtube PB Djarum. 

 

2 dari 9 halaman

Tontowi Ahmad

Tantowi Ahmad
Tontowi Ahmad adalah pemain bulu tangkis asal Indonesia. Bersama Lilyana Natzir di Olimpiade Rio 2016, mereka mendapatkan medali emas.

Pemain spesialis ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad, mengaku punya tiga stadion favorit. Pilihan pertama jatuh kepada Istora Senayan. "Alasannya karena punya pendukung banyak (saat main di Istora)," kata Tontowi. 

Tontowi juga jatuh cinta dengan Birminham Arena yang menjadi venue turnamen bulutangkis tertua di dunia, All England. 

Stadion ketiga yang jadi favoritnya adalah Riocentro di Rio de Janeiro, Brasil. Di stadion itulah pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir merebut medali emas Olimpiade 2016. 

 

3 dari 9 halaman

2. Anders Antonsen

Chou Tien Chen
Anders Antonsen usai dikalahkan Chou Tien Chen di final tunggal putera Indonesia Open 2019 melalui pertarungan ketat 3 gim dengan skor 21-18 24-26 21-15 di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (21/7/2019). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Tidak mengagetkan ketika Anders Antonsen menyebut Istora Senayan sebagai stadion favoritnya. Tunggal putra Denmark tersebut punya peruntungan bagus di Istora. 

Dia pernah menjuarai Indonesia Masters 2019 di Istora, serta menembus final pada Indonesia Open 2019 dan Indonesia Masters 2020. 

Selain Istora, Antonsen juga punya stadion favorit lainnya. "Odense Sportpark," ujar Antonsen singkat, menyebutkan venue Denmark Terbuka. 

 

4 dari 9 halaman

3. Shesar Hiren Rhustavito

Shesar Hiren Rhustavito
Pebulutangkis Indonesia, Shesar Hiren Rhustavito mengembalikan kok ke arah Kidambi Srikanth (India) pada babak pertama tunggal putera Indonesia Masters 2020 di Istora GBK, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Shesar Hiren Rhustavito unggul 18-21 21-12 21-14. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Tunggal putra Indonesia, Shesar Hiren Rustavito, juga menyukai bermain di Istora Senayan. "Tentu saja di Istora Senayan, Jakarta. Pendukungnya luar biasa," kata pemain yang akrab disapa Vito tersebut. 

Selain Istora Senayan, Vito juga menyukai Stade Pierre De Coubertin, yang menjadi stadion penyelenggara Prancis Terbuka, di Paris. 

"Saya suka atmosfernya di stadion itu," kata Vito. 

 

5 dari 9 halaman

4. Melati Daeva Oktavianti

Indonesia Masters 2020
Ganda Campuran Indonesia, Melati Daeva Oktavianti, saat menghadapi pasangan Taiwan Lee Yang/Yang Ching Tun pada laga Indonesia Masters 2020 di Istora, Jakarta, Kamis (16/1). Praveen/Melati menang 20-22, 21-12 dan 21-12. (Bola.com/Yoppy Renato)

Pemain ganda campuran, Melati Daeva Oktavianti, juga memiliki dua stadion favorit. Satu di antaranya tentu saja Istora Senayan. 

"Saya suka Istora yang pasti dan stadion di Jepang (Musashino Forest Sport Plaza, di Kishimachi)," kata Melati yang berpartner dengan Praveen Jordan itu. 

 

6 dari 9 halaman

5. Nitchanon Jindapol

Tunggal putri Thailand, Jindapol Nitchaon, tersenyum saat melawan tunggal China. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)
Tunggal putri Thailand, Jindapol Nitchaon, tersenyum saat melawan tunggal China pada Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). Jindapol gagal lolos ke perempat final. (Bola.com/M. Iqbal Ichsan)

Tunggal putri Thailand, Notchanon Jindapol, tidak menempatkan Istora Senayan sebagai stadion favoritnya. Dia ternyata lebih menyukai Impact Arena, di Muang Thong, Bangkok.

 

7 dari 9 halaman

6. Ratchanok Intanon

Ratchanok Intanon Menang Mudah di Babak Pertama Indonesia Open 2019
Ratchanok Intanon pebulutangkis puteri asal Thailand menang 2 gim langsung atas Ruselli Hartawan 21-14, 21-14. (Bola.com/Peksi Cahyo)

Tunggal putri Thailand, Ratchanok Intanon, dikenal sebagai salah satu fans di Istora Senayan. Tak heran, dia menempatkan Istora sebagai salah satu stadion favoritnya. 

"Saya suka Istora karena dapat sambutan hangat dari fans Indonesia," kata Intanon. 

Selain Istora, Ratchanok juga menyukai stadion di negaranya sendiri. "Jadi untuk stadion favorit pertama dan kedua untuk Istora dan Stadium Huamark di Bangkok. Di sana juga banyak dukungan sehingga makin termotivasi," ujar Intanon.   

 

8 dari 9 halaman

7. Michelle Li

Michelle Li
Pebulutangkis Kanada, Michelle Li. (BWF)

Pebulutangkis Kanada, Michelle Li, juga terkesan dengan atmosfer Istora Senayan. Dia menempatkan istora sebagai satu dari dua stadion favoritnya. 

"Saya suka stadion untuk All England (Birmingham Arena), karena saat masuk ke sana rasanya epik," ujar Li. 

"Saya juga suka Istora Senayan, karena energinya di sana sangat besar," ujar Li. 

 

9 dari 9 halaman

8. Viktor Axelsen

Viktor Axelsen
Pebulutangkis Denmark, Viktor Axelsen, saat melawan pebulutangkis Cina, Lin Dan pada laga Indonesia Masters 2020 di Istora, Jakarta, Rabu (15/1/2020). Axelsen menang dengan skor 21-12 dan 21-14. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Tunggal putra Denmark, Viktor Axelsen, mengaku punya empat stadion bulutangkis yang jadi favoritnya. Tentu saja satu di antaranya Istora. 

"Saya suka Istora Senayan, Odense Sportpark untuk Denmark Terbuka, Birmingham Arena (All England), dan Axiata Arena Malaysia," ujar Axelsen. 

Sumber: Youtube PB Djarum  

Lanjutkan Membaca ↓