Olimpiade Tokyo 2020 Terancam Batal karena Virus Corona, Begini Respons PBSI

Oleh Yus Mei Sawitri pada 27 Feb 2020, 18:55 WIB
Diperbarui 27 Feb 2020, 18:55 WIB
Susy Susanti

Bola.com, Jakarta - Penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 pada 24 Juli hingga 2 Agustus terancam batal karena virus corona yang terus menyebar. Kondisi itu ditanggapi dengan bijak oleh PBSI, yang selama ini rutin mengirimkan banyak atlet ke Olimpiade. 

Wabah virus corona saat ini makin meluas, bukan hanya di wilayah China dan sekitarnya. Beberapa negara mengalami ledakan kasus virus corona, seperti Korea Selatan, Iran dan Italia. 

Beberapa turnamen olahrga juga sudah ditunda atau dibatalkan. Terbaru, turnamen Jerman Terbuka 2020 dan Polandia Terbuka 2020 resmi ditunda oleh BWF. 

Jepang juga baru saja mengumumkan meliburkan semua sekolah hingga akhir Maret untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. 

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Susy Susanti, mengatakan PBSI akan mengikuti saja semua aturan yang berlaku terkait virus corona. PBSI akan mengikuti sepenuhnya arahan dari pemerintah Indonesia dan BWF, termasuk terkait pelaksanaan Olimpiade Tokyo 2020

"Situasi di dunia memang sedang tidak kondusif seperti ini. Jadi, PBSI akan mengikuti aturan saja. Kami juga akan selalu mengikuti arahan BWF dan pemerintah," kata Susy, saat dihubungi Bola.com, Kamis (27/2/2020). 

"Saat ini saja sudah ada beberapa turnamen yang ditunda, termasuk Jerman Terbuka dan Polandia Terbuka. Untuk All England sejauh ini belum ada perubahan apa pun, masih berjalan sesuai jadwal," imbuh peraih medali emas Olimpiade 1992 tersebut. 

 

2 dari 2 halaman

Tetap Mempersiapkan Diri

Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon - Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya Sukamuljo / Marcus Fernaldi Gideon pada Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia 2020 di Manila, Filipinaa. (foto: PBSI)

Susy mengatakan bagi PBSI keselamatan dan kesehatan atlet adalah prioritas utama. Apalagi, penundaan berbagai turnamen, termasuk jika sampai Olimpiade juga batal, tak hanya dirasakan Indonesia, tapi juga negara-negara lain. 

Menurut Susy, PBSI akan terus memantau perkembangan wabah virus corona dan efeknya terhadap kejuaraan-kejuaraan bulutangkis. 

"Atlet tetap mempersiapkan diri dan berlatih seperti biasa. Intinya, pembatalan atau penundaan turnamen itu dialami semua negara, bukan hanya Indonesia. Jadi kami mengikuti aturan saja," imbuh Susy. 

Susy mengatakan demi menjaga atlet dari ancaman virus corona, PBSI terus memberikan arahan-arahan terkait cara menjaga kesehatan. 

"Atlet-atlet dibawakan hand sanitizer, masker, dan juga diberikan penjelasan tentang corona. Mereka juga diberi tahu juga cara menjaga kesehatan, menjaga stamina, minum vitamin dan lain-lain," imbuh Susy. 

Sejauh ini, tim bulutangkis Indonesia punya kans mengirim banyak atlet ke Olimpiade. Dua wakil yang sudah menyegel tiket ke Olimpiade adalah ganda putra Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon dan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. 

Tunggal putra punya kesempatan mengirim dua wakil yaitu Anthony Sinisuka Ginting dan Jonatan Christie, ganda campuran juga dua, yaitu Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti dan Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle Widjaja. Adapun dari ganda putri hanya Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang punya kans mengamankan tiket Olimpiade. 

Lanjutkan Membaca ↓