Cerita Detik-detik Kemenangan Bersejarah Sam-A Gaiyanghadao di ONE Championship

Oleh Defri Saefullah pada 04 Mar 2020, 23:00 WIB
Diperbarui 04 Mar 2020, 23:00 WIB
Sam-A Gaiyanghadao
Sam-A Gaiyanghadao (dok: ONE Championship)

Jakarta - Sam-A Gaiyanghadao kembali mencatatkan sejarah dalam dunia seni bela diri pada ONE Championship Singapura. Ia menjadi Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai usai mengalahkan Rocky Ogden dalam sebuah laga epik sepanjang lima ronde.

Pada Jumat,(28/2/2020), atlet legendaris asal Thailand tersebut mampu meruntuhkan benteng pertahanan atlet berusia 20 tahun tersebut lewat serangkaian serangan presisi yang memadukan kekuatan serta ketepatan waktu. Di Singapore Indoor Stadium, Sam-A dinobatkan sebagai peraih sabuk Juara Dunia ONE Strawweight Muay Thai perdana.

Raihan itu melengkapi koleksi sabuk emas miliknya di ONE Championship. Sebelumnya, ia telah menggenggam sabuk Juara Dunia ONE Strawweight Kickboxing serta ONE Flyweight Muay Thai, meski sabuk terakhirnya harus rela ia lepaskan pasca duel keras menghadapi Jonathan "The General" Haggerty tahun lalu di Jakarta.

"Saya sangat senang bisa menjadi Juara Dunia Muay Thai, karena ini merupakan olahraga yang lahir dari bangsa saya. Dengan memenanginya, saya mampu membanggakan bangsa serta diri saya sendiri," katanya.

Atlet berusia 36 tahun tersebut juga merasa senang dengan performa yang ia tampilkan di ONE Championship. Dia mungkin tidak mengejutkan berbagai pihak mengingat ia telah menggeluti olahraga ini selama lebih dari 20 tahun.

"Saya merasa jauh lebih baik dalam laga ini. Saya mampu tampil digdaya selama lima ronde. Saya menyiapkan sebuah game plan yang baik dan mampu menerapkannya. Saya juga mampu melayangkan kombinasi serangan dengan baik," ujarnya.

 

2 dari 3 halaman

Memaksa Lawan Lebih Agresif

Jonathan Haggerty
Sam A Gaiyanghadou (Dok One Championship)

Strategi yang Sam-A terapkan mendorong Ogden untuk lebih agresif, namun disaat yang sama, serangan ofensif yang atlet asal Australia tersebut layangkan mampu ditekan oleh serangan balik tajam dari rivalnya.

Setelah rehat ronde pertama, Sam-A menjadi lebih dominan dan mampu melayangkan serangan dari berbagai sisi lewat segala senjata yang ia miliki – tendangan, sikutan, tinjuan, serta lutut.

"Pada ronde kedua, saya mulai menaikkan tempo. Saya mulai bisa menerka [gerakannya] dan lebih aktif," jabar Sam-A.

"Pada ronde ketiga, saya sangat percaya bisa mengalahkannya. Saya mulai bermain lepas dan melayangkan pukulan-pukulan keras. Saya jadi lebih cepat, dan dia tak bisa menangkis tendangan saya. Saya mampu membaca segala serangannya dan melayangkan serangan padanya. Baik lewat sikut, lutut, pukulan atau tendangan, saya merasa menguasai [ritme laga].

3 dari 3 halaman

Berikan Pujian

Sam-A melanjutkan dominasinya pada ronde-ronde pamungkas, hingga akhirnya dinobatkan sebagai pemenang lewat putusan mutlak pasca berduel selama lima ronde dari para juri. Ia pun melemparkan pujian pada talenta muda tersebut.

“Rocky sangat luar biasa. Dia memiliki masa depan besar di depannya. Saya rasa dia bisa melangkah jauh,” tutur hero asal Thailand ini.

"Dia punya tekad kuat dan memiliki apa yang seharusnya dimiliki oleh seorang petarung. Dia pekerja keras, berdedikasi, memiliki keberanian dan bisa bertahan dari banyak serangan," pungkasnya.

ONE Championship akan menggelar ajang berikutnya di Ho Chi Minh City, Vietnam lewat perhelatan bertajuk ONE: HEART OF HEROES pada Jumat, 20 Maret 2020. Gelaran ini dapat disaksikan lewat ONE Super App, vidio.com, MAXStream, serta SCTV.

 

Sumber: One

Disadur dari: Liputan6.com (Defri Saefullah/Adyaksa Vidi, published 4/3/2020)

Lanjutkan Membaca ↓
Legenda Bulutangkis Indonesia, Markis Kido Meninggal Dunia