Termasuk Praven/ Melati, Ini 4 Ganda Campuran Indonesia yang Pernah Meraih Gelar All England

Oleh Faozan Tri Nugroho pada 16 Mar 2020, 15:10 WIB
Diperbarui 16 Mar 2020, 15:10 WIB
Praveen / Melati

Bola.com, Jakarta - Turnamen bulutangkis bergengsi, All England 2020, telah rampung digelar pada Minggu (15/3/2020) di Birmingham. Indonesia berhasil memenangi satu gelar melaui nomor ganda campuran lewat Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti.

Pada partai final, Praveen/Melati mengalahkan unggulan ketiga, Dechapol Puavaranukroh/Sapsiree Taerattanachai, melalui rubber game, 21-15, 17-21, dan 21-8. 

Bisa menjadi juara All England 2020 tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi Praven/Melati. Apalagi All England termasuk turnamen bulutangkis tertua dan prestisius.

Seperti diketahui, ajang All England kali pertama bergulir pada 1899. Pada edisi pertama, kompetisi badminton tersebut hanya mempertandingkan tiga nomor, yakni ganda putri, ganda putra dan ganda campuran.

Sementara, nomor tunggal baru dipertandingkan di All England satu tahun berikutnya. Pada dua penyelenggaraan awal, All England bernama "Badminton Association Tournament".

Dalam perjalanannya, All England sempat terhenti dua kali karena Perang Dunia I (1915-1919) dan Perang Dunia II (1940-1946). Sejak kali pertama digelar, Indonesia sudah pernah meraih gelar dari semua nomor, termasuk ganda campuran.

Namun, hingga saat ini baru empat pasang ganda campuran yang sukses menjuarai All England.

Siapa saja ganda campuran yang berhasil merengkuh titel All England?

Berikut Bola.com merangkumnya dari berbagai sumber, empat ganda campuran Indonesia yang pernah menjuarai All England:

2 dari 4 halaman

1. Christian Hadinata - Imelda Wiguna

Christian Hadinata
Christian Hadinata yakin proses Audisi Djarum Beasiswa Bulu Tangkis bisa melahirkan calon bintang masa depan Indonesia. (bola.com/Reza Bachtiar)

Christian Hadinata pernah mengukir tinta emas di ajang All England 1979 bersama Imelda Wiguna dari sektor ganda campuran. Di partai final, Christian Hadinata/ Imelda mengalahkan Mike Tredgett/Nora Perry dengan dua gim langsung, 15-1 dan 18-17.

Christian Hadinata/Imelda Wiguna menjadi ganda campuran pertama Indonesia yang meraih gelar All England. Menariknya, pada kejuaraan All England 1979, Imelda Wiguna bisa meraih dua gelar juara, yakni melalui ganda campuran dan putri.

Pada nomor ganda putri, Imelda Wiguna berpasangan dengan Verawaty Fajrin.

3 dari 4 halaman

2. Tontowi Ahmad-Liliyana Natsir

Tontowi Ahmad dan Liliyana Natsir
Atlet penyumbang medali emas bagi Indonesia di Olimpiade 2016 Rio de Janeiro Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir saat berbagi cerita keseruan bersama SCTV dan Liputan6.com di Gedung SCTV Tower, Jakarta, Kamis (25/8). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Setelah 33 tahun dari gelar pertama pada 1979, sektor ganda campuran akhirnya kembali meraih gelar All England pada 2012 melalui pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir.

Sejak saat itu, pasangan yang dikenal dengan 0wi/Butet itu terus mendapat trofi All England dua kali secara beruntun.

Hingga kini, Owi/Butet menjadi satu-satunya ganda campuran yang mampu mencetak hattrik gelar All England. Tantowi/ Lilyana meraih trofi All England masing-masing pada edisi 2012, 2013, dan 2014.

4 dari 4 halaman

3. Praveen Jordan-Debby Susanto

Praveen Jordan, Debby Susanto
Pasangan Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, berselebrasi usai kalahkan pasangan China, Wang Yilyu/Huang Dongping pada Korea Terbuka 2017, Minggu (17/9/2017). Praveen/Debby menang 21-17, 21-18 atas Wang Yilyu/Huang Dongping. (AFP/Jung Yeon-Je)

Setelah pasangan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir menjadi juara All England tiga kali secara beruntun (2012, 2013 dan 2014), pada tahun berikutnya Indonesia tidak menempatkan wakilnya di podium juara.

Pada All England 2015, yang jadi juara dari sektor ganda campuran ialah wakil dari China, Zhang Nan/Zhao Yunlei.

Pada tahun berikutnya, Indonesia meraih gelar All England 2016. Bukan dari Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir, tetapi dari pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto. 

Di partai final, pasangan Praveen Jordan/Debby Susanto mengalahkan duet Denmark, Joachim Fischer/Christinna Pedersen, dengan dua gim langsung, 21-12 dan 21-17.

Praveen mendapat gelar keduanya di ajang All England pada edisi 2020. Namun, kali ini ia berpasangan dengan Melati Daeva Oktavianti.

Lanjutkan Membaca ↓