26 Pertanyaan yang Sering Dilontarkan Seputar Virus Corona: Bagian Kedua

Oleh Alfi Yuda pada 25 Mar 2020, 09:40 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 09:40 WIB
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV

Bola.com, Jakarta - Pemberitaan masif seiring masuknya virus Corona di Indonesia harus dibarengi kearifan dalam memilah informasi yang diterima. Hal itu karena tak semua informasi yang beredar di masyakarat, benar adanya.

Apalagi dengan kecanggilan teknologi zaman sekarang, berbagai informasi dengan mudah diperoleh, tidak hanya melalui media konvensional dan online, namun dari berbagai saluran lain, seperti media sosial.

Masyarakat diminta bijak dalam mengonsumsi informasi-informasi yang diterima. Terlalu banyak mengonsumsi berita-berita seputar pandemi COVID-19 ini bisa jadi bumerang, berpotensi menyebabkan kecemasan, kepanikan bahkan ketakutan.

Kemeterian Kesehatan (Kemenkes) RI berusaha memberikan informasi sahih seputar virus Corona, yang bisa menjadi rujukan masyarakat.

Dalam situs resmi covid19.kemkes.go.id, Kemenkes merangkum 26 pertanyaan apa saja yang paling sering muncul di masyarakat perihal virus Corona penyebab COVID-19.

Kemenkes lantas memberikan jawaban atas pernyataan-pertanyaan itu, tentu dengan tujuan agar masyarakat mendapatkan pencerahan dan tidak lagi mengalami kebingungan di tengah derasnya informasi perihal virus Corona.

Berikut Bola.com menyajikan 15 pertanyaan apa saja yang paling sering muncul terkait COVID-19, dan bagaimana jawaban Kemenkes:

virus corona
ilustrasi virus corona/copyright by diy13 (Shutterstock)

1. Apakah Coronavirus dan COVID-19 itu?

Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit pada manusia dan hewan. Pada manusia biasanya menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan, mulai flu biasa hingga penyakit yang serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Sindrom Pernafasan Akut Berat/ Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Coronavirus jenis baru yang ditemukan pada manusia sejak kejadian luar biasa muncul di Wuhan Cina, pada Desember 2019, kemudian diberi nama Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-COV2), dan menyebabkan penyakit Coronavirus Disease-2019 (COVID-19).

2. Apakah COVID-19 sama seperti SARS?

COVID-19 disebabkan oleh SARS-COV2 yang termasuk keluarga besar coronavirus yang sama dengan penyebab SARS pada 2003, hanya berbeda jenis virusnya.

Gejalanya mirip dengan SARS, namun angka kematian SARS (9,6 persen) lebih tinggi dibanding COVID-19 (kurang dari 5 persen), walau jumlah kasus COVID-19 jauh lebih banyak dibanding SARS. COVID-19 juga memiliki penyebaran yang lebih luas dan cepat ke beberapa negara dibanding SARS.

3. Apakah COVID-19 dapat ditularkan dari orang yang tidak bergejala?

Cara penularan utama penyakit ini adalah melalui tetesan kecil (droplet) yang dikeluarkan pada saat seseorang batuk atau bersin. Saat ini WHO menilai risiko penularan dari seseorang yang tidak bergejala COVID-19 sama sekali, sangat kecil kemungkinannya.

Namun, banyak orang yang teridentifikasi COVID-19 hanya mengalami gejala ringan seperti batuk ringan atau tidak mengeluh sakit, yang mungkin terjadi pada tahap awal penyakit. Sampai saat ini, para ahli masih terus melakukan penyelidikan untuk menentukan periode penularan atau masa inkubasi COVID-19.

Tetap pantau sumber informasi yang akurat dan resmi mengenai perkembangan penyakit ini.

4. Apakah virus penyebab COVID-19 dapat ditularkan melalui udara?

Tidak. Hingga saat ini penelitian menyebutkan virus penyebab COVID-19 ditularkan melalui kontak dengan tetesan kecil (droplet) dari saluran pernapasan.

5. Bisakah manusia terinfeksi COVID-19 dari hewan?

COVID-19 disebabkan oleh satu di antara jenis virus dari keluarga besar Coronavirus, yang umumnya ditemukan pada hewan. Sampai saat ini sumber hewan penular COVID-19 belum diketahui, para ahli terus menyelidiki berbagai kemungkinan jenis hewan penularnya.

virus-coronavirus-sars-cov-2-flash-4915859
Sumber: Pixabay

6. Berapa lama virus ini bertahan di permukaan benda?

Sampai saat ini belum diketahui dengan pasti berapa lama COVID-19 mampu bertahan di permukaan suatu benda, meski studi awal menunjukkan COVID-19 dapat bertahan hingga beberapa jam, tergantung jenis permukaan, suhu, atau kelembaban lingkungan.

Namun, disinfektan sederhana dapat membunuh virus tersebut sehingga tidak mungkin menginfeksi orang lagi. Dan membiasakan cuci tangan dengan air dan sabun, atau hand-rub berbasis alkohol, serta hindari menyentuh mata, mulut atau hidung (segitiga wajah) lebih efektif melindungi diri Anda.

7. Manakah yang lebih rentan terinfeksi coronavirus, apakah orang yang lebih tua, atau orang yang lebih muda?

Tidak ada batasan usia orang-orang dapat terinfeksi oleh coronavirus ini (COVID-19). Namun, orang yang lebih tua, dan orang-orang dengan kondisi medis yang sudah ada sebelumnya (seperti asma, diabetes, penyakit jantung, atau tekanan darah tinggi) tampaknya lebih rentan untuk menderita sakit parah.

8. Amankah jika kita menerima paket barang dari China atau dari negara lain yang melaporkan virus ini?

Ya, aman. Orang yang menerima paket tidak berisiko tertular virus COVID-19. Dari pengalaman dengan coronavirus lain, kita tahu bahwa jenis virus ini tidak bertahan lama pada benda mati, seperti surat atau paket.

9. Apakah sudah ada pembatasan untuk bepergian ke China dan negara terjangkit lainnya?

Sejak 5 Februari 2020, Indonesia telah memberlakukan pembatasan perjalanan ke China berupa penghentian sementara penerbangan dari dan ke China

Pada 5 Maret 2020, Indonesia juga memberlakukan pelarangan transit atau masuk ke Indonesia bagi pelaku perjalanan yang dalam 14 hari sebelumnya datang dari wilayah berikut:

Iran : Tehran, Qom, Gilan, Italia : Wilayah Lombardi, Veneto, Emilia Romagna, Marche, dan Piedmont, Korea Selatan: Kota Daegu dan Provinsi Gyeongsangbuk-do.

10. Berapa banyak orang yang telah terinfeksi oleh COVID-19 dan negara mana saja yang sudah ada kasusnya?

WHO secara ketat memantau situasi terkini dan secara teratur menerbitkan informasi tentang penyakit ini. Informasi lebih lanjut mengenai penyakit ini beserta daftar negara yang terjangkit dapat dilihat melalui: Info Coronavirus WHO Online atau Arsip Berita Update Coronavirus.

coronavirus-virus-sanitizer-wash-4945416
Sumber: Pixabay

11. Bagaimana cara mencegah penularan virus corona?

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah penularan virus ini adalah:

  • Menjaga kesehatan dan kebugaran agar stamina tubuh tetap prima dan sistem imunitas / kekebalan tubuh meningkat.
  • Mencuci tangan dengan benar secara teratur menggunakan air dan sabun atau hand-rub berbasis alkohol. Mencuci tangan sampai bersih selain dapat membunuh virus yang mungkin ada di tangan kita, tindakan ini juga merupakan salah satu tindakan yang mudah dan murah. Sekitar 98% penyebaran penyakit bersumber dari tangan. Karena itu, menjaga kebersihan tangan adalah hal yang sangat penting.
  • Ketika batuk dan bersin, tutup hidung dan mulut Anda dengan tisu atau lengan atas bagian dalam (bukan dengan telapak tangan).
  • Hindari kontak dengan orang lain atau bepergian ke tempat umum.
  • Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut (segitiga wajah). Tangan menyentuh banyak hal yang dapat terkontaminasi virus. Jika kita menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang terkontaminasi, maka virus dapat dengan mudah masuk ke tubuh kita.
  • Gunakan masker dengan benar hingga menutupi mulut dan hidung ketika Anda sakit atau saat berada di tempat umum.
  • Buang tisu dan masker yang sudah digunakan ke tempat sampah dengan benar, lalu cucilah tangan Anda.
  • Menunda perjalanan ke daerah/ negara dimana virus ini ditemukan.
  • Hindari bepergian ke luar rumah saat Anda merasa kurang sehat, terutama jika Anda merasa demam, batuk, dan sulit bernapas. Segera hubungi petugas kesehatan terdekat, dan mintalah bantuan mereka. Sampaikan pada petugas jika dalam 14 hari sebelumnya Anda pernah melakukan perjalanan terutama ke negara terjangkit, atau pernah kontak erat dengan orang yang memiliki gejala yang sama. Ikuti arahan dari petugas kesehatan setempat.
  • Selalu pantau perkembangan penyakit COVID-19 dari sumber resmi dan akurat. Ikuti arahan dan informasi dari petugas kesehatan dan Dinas Kesehatan setempat. Informasi dari sumber yang tepat dapat membantu Anda melindungi dari Anda dari penularan dan penyebaran penyakit ini.
Peta persebaran Virus Corona COVID-19 yang kini menuliskan Indonesia di dalamnya. (gisanddata.maps.arcgis.com)
Peta persebaran Virus Corona COVID-19 yang kini menuliskan Indonesia di dalamnya. (gisanddata.maps.arcgis.com)

12. Dalam kondisi sudah ada kasus di Indonesia, apakah aman bagi saya untuk bepergian?

Tentu saja aman, namun tetap memperhatikan kesehatan dan kebersihan diri. Pakailah masker jika Anda kurang sehat atau berada di kerumunan, selalu cuci tangan setelah memegang benda atau berjabat tangan.

13. Saya akan bepergian ke luar negeri untuk sesuatu yang mendesak, apakah saya dapat memperoleh Surat Keterangan Bebas COVID-19? Dimana?

Untuk kondisi saat ini, seseorang belum bisa diberikan surat keterangan bebas COVID-19, karena kita tidak pernah tahu apakah dia pernah kontak dengan orang yang sakit COVID-19.

14. Bagaimana situasi terkini di Indonesia? Sudah berapa banyak kasus konfirmasi COVID-19?

Situasi perkembangan penyakit COVID-19 di Indonesia dapat dipantau melalui laman website infeksiemerging.kemkes.go.id

15. Dimanakah saya bisa mendapatkan media edukasi dan informasi serta situasi perkembangan COVID-19?

Informasi tentang media KIE atau situasi perkembangan COVID-19, dapat diakses melalui:

Halo Kemenkes : 1500567

Hotline Emergency Operation Center (EOC): 119 atau (021) 5210411 atau 081212123119

Twitter : @KemenkesRI

Facebook : @KementerianKesehatanRI

Instagram: @kemenkes_ri

Website : who.int, www.infeksiemerging.kemkes.go.id, www.sehatnegeriku.kemkes.go.id

 

Sumber: Kementerian Kesehatan RI

New Normal, Suporter Viktoria Plzen dan Sparta Praha Nobar Drive-in