Kehilangan Indra Perasa dan Penciuman Bisa Jadi Gejala Virus Corona, Harus Diwaspadai

Oleh Yus Mei Sawitri pada 25 Mar 2020, 12:30 WIB
Diperbarui 25 Mar 2020, 12:30 WIB
Virus Corona

Bola.com, Jakarta - Penyebaran virus corona di dunia belum menunjukkan tanda-tanda melambat. Jumlah orang yang terinfeksi virus corona juga makin banyak, termasuk di Indonesia. 

Hingga kini, para ilmuwan dunia juga masih berjuang untuk menemukan solusi dari wabah pandemi ini. Di antaranya adalah dengan menciptakan vaksin atau antivirus dan mengidentifikasi upaya yang bisa dilakukan sebagai pencegahan penularan COVID-19 ini. 

Beberapa gejala terinfeksi COVID-19 yang paling umum diketahui yakni demam tinggi disertai dengan batuk kering dan sesak nafas. Orang yang mengalami gejala tersebut diwajibkan untuk mendapatkan serangkaian tes atau berkonsultasi dengan pihak terkait untuk penanganan selanjutnya.

Namun, beberapa saat yang lalu, terjadi keresahan di antara masyarakat. Beredar informasi telah diidentifikasi bahwa COVID-19 memiliki gejala baru. Yakni seseorang dapat menjadi pembaca COVID-19 tersembunyi atau virus carrier jika merasakan kehilangan indra penciuman dan perasa secara tiba-tiba.

Seperti apakah informasi selengkapnya terkait dengan gejala baru dari virus corona? Berikut ulasannya dilansir dari berbagai sumber Rabu (24/3/2020). 

 

2 dari 5 halaman

 Ditemukan Kasus Dokter Kehilangan Indera Penciuman dan Perasa

Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)
Ilustrasi Virus Corona 2019-nCoV (Public Domain/Centers for Disease Control and Prevention's Public Health Image)

Dilansir dari CNN, Selasa (24/3/2020), terdapat sebuah kasus baru. Seorang dokter yang diidentifikasi positif virus corona di Amerika Serikat tiba-tiba merasakan kehilangan indera penciuman dan perasa sejak hari Minggu. Lantas, infromasi tersebut ditambahkan ke list of screening tools COVID-19.

Dokter Divisi Kepala dan Bedah Leher American Academy of Otolaryngology, mengungkapkan berkurangnya indera penciuman (anosmia) dan indera perasa (dysgeusia) dapat digunakan untuk mengidentifikasi kemungkinan infeksi virus corona.

"Anosmia, khususnya, telah terlihat pada pasien yang akhirnya dites positif untuk virus corona tanpa gejala lain," tulisnya dalam pernyataan resmi di laman web akademi.

 

3 dari 5 halaman

Kasus Seorang Ibu Kehilangan Indra Perasa

Selain kasus dokter tersebut, ditemukan pula kasus seorang ibu asal Inggris yang tiba-tiba kehilangan indra penciumannya. Dia mengaku tak bisa mengidentifikasi bau popok dari bayinya. Ia juga dilaporkan tak bisa mencium aroma bumbu masakan.

Dilansir dari The New York Times, seorang dokter THT asal Inggris mengutip berbagai laporan dari sesama rekan medis di dunia, bahwa adanya permintaan untuk orang-orang yang kehilangan indra penciumannya agar mengisolasi diri.

"Kami benar-benar ingin meningkatkan kesadaran bahwa ini adalah tanda infeksi dan bahwa siapa pun yang kehilangan indera penciuman harus mengasingkan diri. Itu bisa berkontribusi memperlambat transmisi dan menyelamatkan nyawa." tulis Prof. Claire Hopkins, presiden British Rhinological Society, dalam emailnya dikutip dari The New York Times. 

 

4 dari 5 halaman

Kasus Kehilangan Indra Perasa dan Pencium Paling Sering Terjadi pada Pasien Berusia Muda

Kasus kehilangan indra penciuman dan perasa ini ternyata lebih sering menimpa pasien dengan usia muda. Dilansir dari World of Buzz, dalam sebuah wawancara dengan ahli Otolaringologi dan ahli Bedah Kepala dan Leher, Professor Nirmal Kumar, pasien berusia muda lebih sering mengalami gejala tersebut. Namun, tidak disertai dengan gejala virus corona lainnya.

Seseorang yang terinfeksi virus corona, bisa saja mengalami kehilangan indra penciuman dan perasa saja tanpa gejala lain, seperti demam tinggi, batuk kering, atau pun sesak nafas. Sehingga, Profesor Nirmal Kumar menambahkan, bagi mereka yang mengalami gejala kehilangan indera penciuman atau perasa diharapkan untuk segera melakukan isolasi selama kurang lebih 7 hari.

5 dari 5 halaman

Ciri-ciri Umum Terinfeksi COVID-19

1. Demam Tinggi

Demam tinggi menjadi salah satu ciri umum orang yang terinfeksi COVID-19. Meskipun dalam beberapa kasus ada juga orang yang tidak mengalami demam meskipun sudah dinyatakan terjangkit virus corona. 

2. Mengalami sakit kepala

Akibat suhu tubuh yang tinggi, maka akan diikuti dengan kepala pening yang berkelanjutan. Orang yang telah terinfeksi akan merasakan suhu tubuh tinggi dan sakit kepala sejak hari kedua hingga 14 hari kemudian

3. Flu atau pilek

Selain demam dan sakit kepala, gejala yang paling mudah dilihat dan menyebabkan penularan yang cepat adalah melalui flu atau pilek. Seseorang yang terinfeksi virus corona pada umumnya akan terus bersin-bersin seperti terkena flu. Cairan bersin dari yang terpercik dari orang yang terjangkit kemudian akan beresiko membuat orang lain tertular.

4. Batuk parah dan sakit tenggorokan

Gejala kronis yang ditunjukkan oleh orang yang terjangkit virus corona covid-19 adalah batuk terus menerus. Tenggorokan pun akan terasa tercekik. 

5. Sesak napas

Paru-paru yang terinfeksi virus corona covid-19 akan terganggu kinerjanya sehingga pasien virus corona akan kesulitan bernafas.   

Sumber Asli: CNN, New York Times

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis Mardella Savitri Murtiasri/Editor Nanang Fakhrudin, published: 24/3/2020)

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

Lanjutkan Membaca ↓
Penggunaan Masker yang Benar Saat Pandemi Virus Corona COVID-19