Cegah Terinfeksi Hantavirus, Waspada saat Melakukan 5 Aktivitas Ini

Oleh Aning Jati pada 26 Mar 2020, 10:20 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 10:20 WIB
Ilustrasi virus hanta.

Bola.com, Jakarta - Di tengah perhatian yang tertuju pada virus Corona yang sudah berstatus pandemi, publik dihadapkan dengan kemunculan Hantavirus. Sama halnya virus Corona, Hantavirus juga muncul di China.

Seorang laki-laki meninggal dunia setelah beberapa hari sebelumnya dinyatakan positif terjangkit Hantavirus.

Sejauh ini baru satu kasus positif itu yang ditemukan di China.

Anda pun tak perlu panik. Ada beberapa alasannya, satu di antaranya, Hantavirus masuk keluarga virus yang dibawa oleh binatang pengerat, seperti tikus, dan tidak menular antarmanusia.

Sejauh ini tidak ada indikasi Hantavirus menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat global, seperti virus Corona penyebab COVID-19 yang telah berstatus pandemi dan menjangkiti lebih dari 370 ribu orang di lebih dari 190 negara.

Namun, Anda tentu tetap perlu waspada agar tidak terinfeksi. Satu di antara caranya tentu dengan mencegah bintang pengerat sepertii tikus, berkeliaran di dekat Anda.

Apalagi apabila Anda kerap melakukan hal-hal di bawah ini, mulai sekarang harus waspada ekstra untuk memimalisasi adanya kontak dengan yang dekat dengan urin hewan, kotoran atau air liur dari hewan pengerat tersebut.

Infeksi yang dikenal dengan Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) ini dapat terpapar kepada manusia melalui sejumlah aktivitas. 

Virus hanta bisa bercampur dengan udara, kemudian dihirup manusia dapat berujung fatal dan menyerang sistem pernapasan.

Data Centers for Disease Control and Prevention Amerika Serikat menyebut, beberapa kegiatan yang membuat manusia berisiko kena Hantavirus.

Berikut beberapa di antaranya, seperti dilansir Bola.com dari Liputan6, Kamis (26/3/2020). Harapannya, Anda bisa menjadi makin waspada.

2 dari 3 halaman

Berkemah dan Bersih-Bersih

ilustrasi berkemah.
ilustrasi berkemah. (iStockphoto)
  • Membersihkan Ruangan yang Jarang Digunakan

Membersihkan loteng, gudang, dan bangunan di luar rumah, misal lumbung, garasi, dan gudang berisiko potensial terinfeksi hantavirus. Apalagi bila Anda tinggal di daerah pedesaan dengan hutan yang masih ada. Tikus mudah berkembang biak.

  • Bersih-bersih Rumah

Bersih-bersih di dalam dan di sekitar rumah Anda sendiri dapat membahayakan bila hewan pengerat telah menjadikannya sarang mereka juga. Cuaca yang dingin membuat hewan pengerat ini tergerak mencari ruangan yang hangat. Rumah pun jadi sasarannya. 

  • Berkemah

Orang yang hobi berkemah juga dapat terpapar Hantavirus. Terlebih lagi mereka menggunakan tempat perlindungan atau kamp, yang ternyata menjadi habitat hewan pengerat.

Peluang terkena hantavirus terbesar meliputi orang bekerja, bermain, atau tinggal di ruang tertutup. Pada kondisi itu, tikus hidup secara aktif.

Namun, hasil penelitian baru-baru ini menunjukkan, banyak orang yang didera HPS akibat terus menerus kontak dengan tikus dan atau kotorannya.

3 dari 3 halaman

Jalan Kaki

  • Pekerjaan Konstruksi

Pekerja konstruksi, utilitas, dan pengontrol hama dapat terpapar ketika mereka bekerja di ruang yang butuh merangkak. Contohnya, basement atau di bangunan kosong yang mungkin memiliki populasi hewan pengerat.

Sebab, dengan merangkak, kondisi penciuman mereka dengan dasar lantai akan semakin dekat, sehingga memungkinkan terpapar urine atau kotoran tikus.

  • Jalan Kaki

Pejalan kaki juga dapat terpapar hantavirus. Selain itu, ada juga orang yang kena HPS melaporkan, mereka merasa tidak terkontak dengan tikus atau kotorannya.

Oleh karena itu, jika Anda tinggal di daerah dengan hewan pengerat, lakukan tindakan pencegahan meski tidak melihat hewan pengerat atau kotorannya. Anda bisa menutup lubang, celah-celah, dan menaruh jebakan tikus.

 

Sumber Asli: Berbagai sumber

Dilansir dari: Liputan6.com (Fitri Haryanti/Fitri Syarifah. Published: 25/3/2020)

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

Lanjutkan Membaca ↓