Rentan Penularan Corona, Berikut Pedoman dan Aturan saat ke Dokter Gigi

Oleh Yus Mei Sawitri pada 26 Mar 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 13:30 WIB
Ilustrasi dokter gigi (iStockphoto)

Bola.com, Jakarta Pandemi virus corona di dunia belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Masyarakat masih diimbau untuk menghindari kegiatan di luar rumah, kecuali dalam kondisi mendesak. 

Pemerintah berbagai negara, termasuk Indonesia, meminta masyarakat sebisa mungkin berdiam diri di rumah. Selain anjuran untuk bekerja dari rumah, belajar di rumah, bahkan masyarakat disarankan beribadah di rumah. Semua itu dilakukan untuk mencegah penyebaran COVID-19. 

Selain itu, masyarakat juga diminta untuk menghindari rumah sakit jika memang tidak mendesak, karena rawan penularan virus corona

Salah satu perhatian bagi masyarakat adalah terkait memeriksakan gigi ke dokter. Interaksi antara dokter gigi dan pasien yang ingin memeriksakan gigi sangat rentan menularkan infeksi virus corona.

Tindakan pada gigi membuat dokter berisiko terpapar mukosa yang ditularkan melalui mulut. Terkait hal ini, Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), memberikan beberapa pedoman pelayanan kedokteran gigi selama terjadi wabah virus corona.

 

2 dari 3 halaman

Pedoman yang Harus Diperhatikan

Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan untuk pemeriksaan gigi: 

1. Melakukan skrining terhadap semua pasien sesuai prosedur terlampir dalam surat edaran ini.

2. Segera merujuk pasien yang diduga terinfeksi virus Covid-19

3. Menunda tindakan tanpa keluhan simtomatik, bersifat elektif, perawatan estetis, tindakan dengan menggunakan bur/scaler/suction.

4. Menggunakan alat pelindung diri lengkap sekali pakai untuk tiap pasien.

5. Melakukan prosedur cuci tangan dengan benar.

6. Pasien diminta berkumur dengan Hidrogen Peroksida 0,5%-1% selama 60 detik atau Providon Iodine 1% selama 15-60 detik sebelum dilakukan perawatan dan saat dipandang diperlukan.

7. Pembersihan alat kedokteran gigi dengan sodium hipoklorit 5% dengan perbandingan 1:100 (0.05%) selama 1 menit. Untuk semua benda dan alat kedokteran gigi dapat dibersihkan menggunakan etanol 70% sebelum proses sterilisasi dengan autoclave.

8. Pembersihan lingkungan kerja, ruang tunggu pasien, gagang pintu, meja, kursi, dental unit dengan desinfektan. Lantai dapat dibersihkan menggunakan benzalkonium klorida 2%(produk pasaran pembersih lantai).

9. Pakaian yang dipergunakan selama praktik diganti sebelum pulang ke rumah.

 

3 dari 3 halaman

Tunda Jika Tak Mendesak

[Fimela] Gigi
Dokter Gigi | unsplash.com/@hikeshaw

Tak hanya itu, sebaiknya tunda ke dokter gigi bila tidak dalam keadaan darurat atau dental emergency. Dental emergency sendiri adalah: perdarahan yang tidak dapat berhenti, infeksi atau bengkak yang menyebabkan sulit bernafas, gigi lepas secara mendadak, dan sakit gigi tak tertahankan.

Jika kondisinya belum sampai pada tahap tersebut, sebaiknya rencana ke dokter gigi ditunda terlebih dahulu. Anda bisa memeriksakan diri setelah kondisi lebih aman dari wabah virus corona. 

Sumber Asli: Bergabai sumber

Dilansir dari: Merdeka.com (Penulis Rizki Wahyu Permana, published: 26/3/2020)

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

Lanjutkan Membaca ↓
Penggunaan Masker yang Benar Saat Pandemi Virus Corona COVID-19