Pandemi Virus Corona: Siapa yang Perlu Melakukan Pemeriksaan ke Rumah Sakit?

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 26 Mar 2020, 21:10 WIB
Diperbarui 26 Mar 2020, 21:10 WIB
FOTO: Melihat Alat Pendukung Perawatan Pasien di RS Darurat COVID-19

Bola.com, Jakarta - Wabah virus Corona yang menyebabkan COVID-19 (coronavirus disease 2019) telah ditetapkan WHO sebagai pandemi karena sifat penyebarannya sudah global. Penyebaran virus ini juga telah sampai di Indonesia.

Melansir data dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, per Rabu (25/3/2020), sudah 893 orang dikonfirmasi terinfeksi virus ini di Indonesia.

Meski begitu, masyarakat diminta tetap tenang dan jangan panik terkait kondisi tersebut.

Pemerintah Indonesia telah memberikan imbauan untuk mengisolasi diri sembari melakukan gaya hidup sehat sebagai satu di antara cara meredam penyebaran virus Corona SARS-CoV-2.

Pemerintah juga telah menyiagakan 132 rumah sakit rujukan infeksi di 34 provinsi untuk menangani pasien positif COVID.

Sebagai catatan, rumah sakit rujukan ini menerima pasien yang memenuhi kriteria 'Pasien Dalam Pengawasan (PDP) COVID-19'. Nantinya pasien bersangkutan didampingi oleh nakes yang menggunakan alat pelindung diri (APD).

Lantas, siapa saja yang perlu melakukan pemeriksaan ke rumah terkait pandemi virus Corona.

Berikut Bola.com berikan informasinya agar kita selalu waspada.

2 dari 3 halaman

1. Apabila Pernah Berkunjung ke Negara atau Daerah Terjangkit Virus Corona

Flu
Ilustrasi bersin/copyright shutterstock

Jika Anda pernah berkunjung ke negara atau daerah dengan transmisi lokal COVID-19 dalam 14 hari terakhir dan mengalami gejala demam, pilek, batuk dan sesak napas, segera hubungi 119 ext 9 atau periksa ke RS rujukan di daerah Anda.

Jika Anda tidak sedang/pernah mengalami demam di atas 38 derajat celcius, pilek, batuk dan sesak napas, lakukan isolasi mandiri selama 14 hari terhitung setelah kunjungan/kontak.

Apabila selama 14 hari isolasi mandiri mengalami gejala demam di atas 38 derajat, batuk, pilek, dan sesak napas, segera hubungi 119 ext 9 atau periksa ke RS rujukan di daerah Anda.

Jika selama 14 hari isolasi mandiri, Anda tidak mengalami gejala ke arah COVID-19, tidak perlu periksa ke rumah sakit. Cukup jaga kesehatan dan kebersihan diri.

3 dari 3 halaman

2. Tidak Berkunjung ke Negara atau Daerah Terpapar COVID-19, namun Mengalami Demam Tinggi

Pasien Gejala Ringan Corona di Wuhan
Petugas medis berjalan di antara pasien dengan gejala ringan virus corona COVID-19 yang beristirahat pada malam hari di stadion olahraga yang diubah menjadi rumah sakit darurat di Wuhan, 18 Februari 2020. Jumlah korban virus corona hingga Kamis (20/2) kembali meningkat menjadi 2.120 orang. (STR/AFP)

Apabila Anda tidak pernah berkunjung ke negara atau daerah dengan transmisi lokal COVID-19 ,namun mengalami/pernah demam, batuk, pilek dan sesak nafas, segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat.

Sementara untuk rumah sakit rujukan infeksi virus Corona bisa klik tautan ini.

Sumber: Kemenkes RI

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

Lanjutkan Membaca ↓