8 Gejala Kesehatan Mental Anak Terganggu akibat Pandemi Virus Corona

Oleh Faozan Tri Nugroho pada 31 Mar 2020, 20:10 WIB
Diperbarui 31 Mar 2020, 20:10 WIB
Kenali Tanda-tanda Stres pada Anak Sebelum Terlambat
Kenali Tanda-tanda Stres pada Anak Sebelum Terlambat

Bola.com, Jakarta - Virus Corona SARS-CoV-2 bisa menyerang siapa saja. Meski golongan lanjut usia (lansia) dianggap lebih rentan terkena karena sistem imunitas mereka yang menurun, anak-anak dan orang dewasa yang sehat sekalipun bisa terpapar COVID-19.

Secara khusus, COVID-19 pada anak-anak tidak menunjukkan gejala layaknya pada orang dewasa.

Dengan terus bertambahnya kasus virus corona di seluruh dunia, berbagai pihak mengimbau agar masyarakat tetap berada di rumah, tak terkecuali anak-anak.

Banyaknya pemberitaan mengenai penyebaran virus corona, ditambah pembatasan aktivitas di luar rumah, bisa berdampak pada kesehatan mental anak-anak.

Ketika mengetahui mengenai bahaya virus corona dari orang lain, anak-anak bisa saja merasa stres, cemas, atau sedih. Apalagi, tak ada yang tahu pasti kapan momen sulit ini berakhir.

Anak-anak, sama halnya orang di tingkatan usia yang lain, merasakan "kehilangan" kehidupan normal mereka. Anak kemungkinan juga berjuang menghadapi perubahan yang terjadi secara mendadak ini.

Di sini, peran orang tua sangat diperlukan agar sang buah hati bisa merasa terlindungi dan mendapat perhatian.

Para orang tua perlu mengetahui tanda-tanda kesehatan mental sang anak terganggu karena adanya virus corona COVID-19.

Kira-kira apa saja tanda-tanda kesehatan mental anak terganggu akibat adanya virus corona SARS-CoV-2? Berikut Bola.com merangkumnya dari Huffost, Selasa (31/3/2020).

2 dari 2 halaman

8 Tanda Kesehatan Mental Anak Terganggu

[Bintang] Ilustrasi Stres pada Anak
Kenali ciri stres pada anak. (Sumber Foto: Parkland Children's Academy)

1. Muncul Perilaku Regresi

Perilaku yang mungkin Anda pikir anak sudah tidak melakukan karena sudah tumbuh, tiba-tiba muncul kembali. Perilaku tersebut antara lain mengisap jempol, membutuhkan mainan khusus untuk kenyamanan, mengompol dan sebagainya.

2. Perubahan Nafsu Makan

Orang tua harus mengawasi perubahan kebiasaan makan, termasuk kehilangan nafsu makan atau justru sebaliknya. Hal tersebut sering terlihat pada anak-anak sudah beranjak remaja.

3. Mengalami Gangguan Tidur

Gangguan tidur banyak dialami banyak orang saat merasa tertekan, tak terkecuali pada anak-anak. Jadi, anak bisa mengalami insomnia, mimpi buruk, bangun pada malam hari atau waktu tidur yang tidak teratur.

4. Perubahan Suasana Hati

Tingkah laku anak yang perlu diperhatikan ialah suasana hati. Perubahan suasanan hati yang biasa terjadi ialah mudah marah, tiba-tiba menangis, kesedihan, kehilangan minat dalam kegiatan favorit dan terisolasi dari orang lain.

5. Mencari Perlindungan

Anak-anak dan remaja bisa mengungkapkan kekhawatiran tentang kesehatan atau hal lain yang terjadi. Tingkah berlebihan untuk mencari perlindungan serta pertanyaan yang mengkhawatirkan menjadi indikator kecemasan pada anak.

Jadi, penting bagi orang tua hadir untuk menawarkan kepastian apa yang terjadi dan memberikan rasa aman.

6. Tidak Mau Jauh

Perilaku lain yang terjadi ialah anak tidak mau jauh. Biasanya seorang anak akan mengikuti kemana Anda pergi dan tidak mau berpisah.

7. Perhatikan Keluhan Anak

Selain memperhatikan kesehatan dari gejala COVID-19, para orang tua juga perlu meninjau keluhan pada anak-anaknya. Siapa tau anak-anaknya merasakan sakit kepala, sakit perut dan merasa lemas.

8. Tidak Fokus

Banyak perkantoran dan sekolah di Indonesia mulai diliburkan. Pekerja sebagian bekerja dari rumah, pelajar juga diminta belajar di rumah.

Selama berada di rumah, anak-anak biasanya akan diberikan tugas dari sekolah. Namun, anak-anak tersebut tidak langsung mengerjakan karena tidak bisa fokus dan merasa terganggu dengan keadaan.

Sumber: Huffpost

 

Disclaimer:

Bersama lebih dari 50 media nasional dan lokal, Bola.com ikut serta melakukan kampanye edukasi #amandirumah secara serentak di stasiun televisi, radio, koran, majalah, media siber, dan media sosial.

Bola.com secara intens akan memproduksi konten-konten edukasi informatif yang positif berkaitan dengan wabah virus Corona COVID-19 sebagai bagian gerakan moral bersama #medialawancovid19. Tolong bantu sebar seluas mungkin info positif ini ke seluruh lapisan masyarakat agar mata rantai penyebaran COVID-19 di Indonesia dapat diputus.

Lanjutkan Membaca ↓