VIDEO: Cerita Mantan Pemain Chelsea, Didier Drogba yang Hentikan Perang Saudara di Negaranya Lewat Sepak Bola

Oleh Pradipta Rama Baskara pada 22 Mei 2020, 10:00 WIB
Diperbarui 22 Mei 2020, 10:00 WIB

Bola.com, Pantai Gading Didier Drogba, nama yang satu ini memang tidak asing lagi bagi para pecinta sepak bola, mantan pemain Chelsea ini memiliki banyak pengalaman dalam dunia sepak bola, tak terkecuali dalam urusan perdamaian.

Pemain kelahiran Pantai Gading, yang sudah dari kecil meninggalkan negaranya tersebut untuk melanjutkan kehidupan yang layak, karena adanya krisis di negaranya tersebut. Ia pergi ke Prancis saat usianya masih 5 tahun. Di Prancis sendiri ia tingal bersama pamannya yang merupakan pemain bola profesional, Michael Goba.

Dalam persinggahannya di Prancis, Drogba hanya bertujuan untuk mencari ilmu, bukan bermain sepak bola, namun terkadang ia sering berlatih dengan pamannya Michael Goba. Seperjalannya di dunia sepak bola remaja, ia mulai fokus bermain sepak bola di Le Mans, sambli melanjutkan pendidikannya di Universitas Maine.

Singkat cerita Drogba pun memulai karir sepak bola pertamanya di Marseille kala itu, setelah karirnya sukses di Marseille ia dipinang Chelsea dan melanjutkan karir sepak bolanya di Chelsea tahun 2004 dengan meraih banyak kesuksesan.

Namun jauh dalam negaranya, Pantai Gading, terdapat perang saudara yang menyebabkan sekitar 4.000 kematian. Hal ini disebabkan karena adanya kepentingan politik bagi para kaum elit.

Perang saudara yang dimulai pada 2002 telah memecah belah negara, dengan pemerintahan Presiden Laurent Gbagbo mengendalikan selatan dan faksi pemberontak yang dikenal sebagai The New Forces of Ivory Coast, dipimpin oleh Guillaume Soro, yang memegan wilayah utara. Pertempuran pecah pada 19 September 2002 dengan pemberontak menyerang berbagai kota di seluruh negeri.

Pada 8 Oktober 2005, Pantai Gading telah memastikan tiket dalam kejuaraan dunia atas kemenangan melawan Sudan 3-1. Untuk pertama kalinya dalam sejarah mereka, mereka akan bersaing di level tertinggi sepakbola internasional. Kesenangan Drogba dan kawan-kawan diruang ganti membuat Drogba berinisiatif untuk memanggil media masuk kedalam ruang ganti timnas Pantai Gading. Layaknya seorang pemimpin, Didier Drogba memgang mikrofon "Dari utara, selatan, tengah, dan barat, kami membuktikan hari ini bahwa semua warga Pantai Gading dapat hidup berdampingan dan bermain bersama dengan tujuan bersama - untuk lolos ke Piala Dunia. Kami berjanji padamu bahwa perayaan itu akan menyatukan orang-orang, hari ini kami memohon kepadamu." Karena isyarat, para pemain berlutut. "Satu-satunya negara di Afrika dengan begitu banyak kekayaan tidak boleh turun ke medan perang. Tolong taruh senjatamu" ucap Drogba kepada media untuk memberi pesan kepada masyarakat Pantai Gading.

Tak berselang lama atas kejadiannya tersebut, kedua belah pihak saling berdamai dan hidup berdampingan, usaha dari mantan pemain Chelsea tersebut berhasil membuat perang saudara terhenti. Didier Drogba juga saat ini bisa dibilang seorang legenda dalam sepak bola afrika.