25 Kata-kata Bijak Preman Pensiun, Bisa Jadi Pelajaran Hidup

Oleh Faozan Tri Nugroho pada 01 Jun 2020, 10:40 WIB
Diperbarui 01 Jun 2020, 10:40 WIB
[Bintang] Epy Kusnandar

Bola.com, Jakarta - Kata-kata bijak dalam tayangan sinetron preman pensiun bisa menjadi pelajaran untuk hidup kamu. Preman Pensiun kali pertama hadir di layar kaca pada 2015.

Pada bulan puasa tahun ini, Preman Pensiun hadir dengan season 4. Sinetron Preman Pensiun 4 telah menayangkan episode terakhir pada Kamis (28/5/2020).

Sepanjang hadirnya tayangan Preman Pensiun, ada beberapa sosok legendaris seperti Alm. Didi Petet, yang berperan sebagai Kang Bahar dan Epy Kusnandar, yang memerankan tokoh Kang Mus.

Di sisi lain, meski memiliki genre komedi, Preman Pensiun menyimpan berbagai kata-kata bijak yang mampu menyadarkan banyak orang. Pesan-pesan dalam sinetron Preman Pensiun tersebut dilontarkan dalam dialog-dialog yang diucapkan tokoh-tokohnya.

Walau kata-kata bijak preman pensiun tersebut cukup sederhana, cocok dengan keadaan sekarang.

Preman juga manusia, dengan telah bertobat dan menjadi orang baik. Seorang preman yang telah pensiun bahkan bisa jadi lebih baik dengan berbagai pengalamannya yang luas.

Berikut rangkuman dari Liputan6 dan Brilio, Senin (1/6/2020), kata-kata bijak dalam tayangan sinetron Preman Pensiun.

2 dari 2 halaman

Kata-Kata Bijak Preman Pensiun sebagai Pelajaran Hidup

Film Preman Pensiun
Preman Pensiun (MNC Pictures)

1. "Tidak perlu menjadi pemimpin untuk dapat disegani, karisma dan kewibawaan diri lebih memiliki andil dari pada kekuasaan".

2. "Di bawah pemimpin yang baik, anak buah bodoh pun ada gunanya. Tapi di bawah pemimpin yang bodoh, pasukan terbaik pun kocar-kacir…".

3. "Saya belum memecat kamu, tapi kamu sudah boleh mencari pekerjaan lain".

4. "Saya kenal banyak orang dan orang banyak kenal saya, tapi saya gak punya teman. Mereka datang karena butuh, bukan karena dorongan hati".

5. "Kalo mukulin orang jangan sampai mati, ingat yang mencabut nyawa bukan kita". – Kang Mus.

6. "Ada dalam suatu ketika, menjadi orang baik itu susah".

7. "Kita harus menang dengan tetap menjunjung tinggi kehormatan dan jiwa satria".

8. "Saya mau belajar bekerja sama dari tim sepak bola, bagaimana sekelompok orang berjuang bersama-sama untuk meraih sebuah kemenangan. Bukan dengan saling mengandalkan, tapi saling mendukung dan mempercayai".

Preman Pensiun
Preman Pensiun (Foto: Istimewa)

9. "Kita pernah susah, habis itu senang… mungkin kita harus susah sekali lagi, lebih susah dari waktu itu, supaya kalo kita senang lagi… benar-benar senang. Kita bisa menghargai kesenangan itu, lebih bersyukur…kalo ternyata kita lupa bersyukur, setidaknya kita punya kenangan, pernah jadi orang susah".

10. "Mikir dalam keadaan lapar itu berat". – Ubed.

11. "Kalo dia nggak suka sama kamu, jangan bikin dia merasa terganggu. Kalo kamu bisa buat dia jatuh cinta, jangan buat dia sedih!"– Kang Mus.

12. "Ketika kita ingin berubah, tidak serta merta jalan menjadi mudah ..."

13. "Jatuh cinta itu nggak butuh modal, gak butuh tenaga, bisa langsung jatuh gitu aja…" - Uyan.

14. "Wanita diciptakan dari tulang rusuk pria, bukan dari kepala untuk jadi atasannya, bukan dari kaki untuk dijadikan alasnya. Melainkan dari sisinya untuk dilindungi dan dekat dengan hati untu dicintai". – Kang Bahar.

15. "Tanggung jawab kamu ke ibu istri kamu sama dengan tanggung jawab kamu ke ibu kamu sendiri". -Kang Bahar

16. "Kita musti tetep punya rasa takut kecuali kalo kita mau berhenti menjadi manusia".

Preman Pensiun
Ridwan Kamil saat nonton bareng film Preman Pensiun di Ciwalk, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (12/1/2019).

17. "Jangan takut kepada siapapun, tapi takutlah kepada orang tua dan Tuhan".

18. "Bukan soal bekas, mantan atau bahkan pensiun. Soal kepedulian, terlebih tanggung jawab, meski sudah pensiun".

19. "Ketika meninggalkan hal yang kamu anggap buruk, terus kamu berpindah ke hal yang kamu anggap baik, Tuhan tidak serta merta memberi jalan yang mudah, tuhan akan menguji kesungguhan kamu".

20. "Kita boleh menengok ke belakang untuk melihat sejarah dan belajar. Tapi, bukan untuk kembali".

21. "Anak: bukan hanya diberi makan biar hidup. Tapi, juga harus dididik biar benar".

22. "Setiap anak berhak bangga pada orangtuanya".

23. "Tidak perlu menonjolkan diri. Jika saatnya seseorang harus kelihatan, maka semua mata akan menuju padanya".

24. "Sesungguhnya hidup kita di dunia itu sekadar akting".

25. "Jadikanlah wanitamu satu-satunya yang kamu cintai dan sayangi".

 

Disadur dari: Liputan6.com (Penulis: Husnul Abdi, Editor: Rizky Mandasari. Published: 14/9/2019), Brilio.net (Penulis: Nur Lutfiana Hardian. Published: 13/02/2020).

Lanjutkan Membaca ↓