Kevin / Marcus, Tekanan yang Makin Tinggi, dan Tambahan Target pada Tahun Depan

Oleh Yus Mei Sawitri pada 17 Jun 2020, 17:30 WIB
Diperbarui 17 Jun 2020, 17:30 WIB
Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.
Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, berhasil mengalahkan Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan pada laga final Daihatsu Indonesia Masters 2020, di Istora Senayan, Minggu (19/1/2020). (Bola.com/Muhammad Iqbal Ichsan)

Bola.com, Jakarta - Ganda putra, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, menjadi andalan Indonesia di berbagai turnamen individu maupun beregu. Pasangan nomor satu dunia itu juga sudah membuktikan diri dengan koleksi gelar yang melimpah. 

Namun, keduanya mengatakan apa yang diraih bukanlah pekerjaan mudah dan butuh kerja keras untuk mencapainya. Bertaburan gelar juga tak membuat Kevin/Marcus lepas dari tekanan. 

Bahkan, menurut Kevin/Marcus semakin tinggi prestasi mereka tekanan juga meningkat. 

"Tekanan itu pasti banyak, apalagi makin ke atas, makin banyak tekanan. Kalau pergi (bertanding) pasti targetnya juara. Kalau sampai final saja dibilang gagal. Pasti ada tekanan, tapi karena memang ini hobi dan pekerjaan kami ya dinikmati saja," kata Marcus dalam sesi live di akun Instagram PBSI, belum lama ini. 

"Ekspektasi orang kan tinggi, apalagi di pertandingan penting. Kalau kalah pasti sedih, yang dilakukan ya harus latihan lebih keras lagi," ujar Kevin.

"Kami tidak mau mikir beban, kalau sudah main fokus di permainannya saja. Kecuali sebelum main, memang (merasa) tekanan itu ada," tambahnya.

 

2 dari 3 halaman

Harus Medali Emas

Kevin Sanjaya
Ganda putra Indonesia Kevin Sanjaya/Marcus Gideon. (Dok PBSI)

Sebagai ganda putra terbaik dunia saat ini, Kevin/Marcus juga diberi target tertinggi, termasuk dari pihak sponsor mereka. Dalam setahun, Kevin/Marcus ditarget meraih lima gelar di turnamen level Super 500 hingga Super 1000.

"Kami juga diberi target gelar juara dunia tahun lalu dan tahun ini harusnya diberi target dapat medali apapun di olimpiade," kata Kevin. 

"Tapi karena tahun lalu tidak dapat gelar juara dunia, maka target di olimpiade dinaikkan jadi harus medali emas," ujar Kevin.

Kevin/Marcus sampai sekarang belum berhasil memenangi Kejuaraan Dunia Bulutangkis. Sebagai ganda nomor satu dunia, pasangan berjuluk Minions tersebut tentu diharapkan bisa memenangi turnamen bergengsi tersebut. 

Pembuktian lain Kevin/Marcus yang tak kalah berat adalah Olimpiade. Mereka digadang-gadang meneruskan tradisi emas bulutangkis Indonesia di kancah Olimpiade.  

Empat tahun lalu, tradisi tersebut mampu dijaga oleh ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. Kini. beban itu tersampir di pundak Kevin/Marcus.  

Minions masih punya waktu persiapan selama setahun untuk mewujudkan harapan tinggi masyarakat Indonesia itu. Olimpiade Tokyo 2020 sudah dipastikan ditunda hingga tahun depan akibat pandemi virus corona. 

Sumber: PBSI

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓