15 Kata-kata Inspiratif Arsene Wenger, Pelatih Berjuluk Sang Profesor

Oleh Hanif Sri Yulianto pada 22 Jun 2020, 19:20 WIB
Diperbarui 22 Jun 2020, 19:20 WIB
Arsene Wenger
Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyapa suporter saat perpisahan di Stadion Emirates (6/5/2018). Selama 22 tahun membesut Arsenal, Wenger telah mempersembahkan 17 gelar dan 704 Kemenangan. (AFP/Adrian Dennis)

Bola.com, Jakarta - Penggemar sepak bola pasti tak asing dengan sosok Arsene Wenger. Pria asal Prancis tersebut merupakan mantan pelatih Arsenal dari 1996 hingga 2018.

Selama 22 tahun di Liga Inggris, Arsene Wenger boleh dibilang merupakan musuh bebuyutan Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United. Kedua pelatih kawakan tersebut kerap saling lempar psywar di luar lapangan.

Arsene Wenger mendapat julukan Le Professeur dari penggemar dan media Inggris. Julukan tersebut didapat karena kemampuannya dalam mengorbitkan pemain.

Selain penampilan yang berkembang, harga sang pemain juga naik ketika masuk bursa transfer.

Namun, selama menukangi The Gunners, Wenger gagal mencatatkan dominasi di Premier League dalam kurun waktu yang lama. Setelah meraih juara Premier League musim 2003-2004 dengan status The Invicible, Arsenal tampil tak konsisten.

Meriam London gagal mendapatkan gelar Premier League dan kerap kali tersandung. Bahkan Arsenal juga telah terlempar dari persaingan zona Liga Champions.

Meski mengakhir karier di Inggris dengan kekecewaan, Arsene Wenger tetap sosok yang Inspiratif. Ia dikenal sebagai pelatih yang. menekankan mentalitas menyerang dan menghibur di lapangan.

Berikut Bola.com merangkum kata-kata inspiratif dari Arsene Wenger, dilansir dari Awaken The Greatness Within, Senin (22/6/2020).

2 dari 2 halaman

Kata-kata Inspiratif Arsene Wenger

Arsene Wenger
Reaksi manajer Arsenal, Arsene Wenger melihat timnya melawan Atletico Madrid pada laga leg kedua semifinal Liga Europa di Wanda Metropolitano, Kamis (3/5). Kegagalan Arsenal lolos ke final Liga Europa membuat Wenger bersedih. (AP/Francisco Seco)

1. "Saya tidak bisa memisahkan momen kebahagiaan dan kesedian. Tetapi, setiap kekalahan selaku membekas di hati saya".

2. "Saya tidak melihat paspor seseorang, Saya melihat kualitas dan sikap mereka".

3. "Kami tidak membeli superstar. Kami membuatnya".

4. "Sepak bola adalah seni, seperti menari".

5. "Saya pikir di Inggris, Anda makan terlalu banyak gula dan daging dan tidak cukup sayuran".

Arsene Wenger
Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, menyapa suporter saat perpisahan di Stadion Emirates (6/5/2018). Selama 22 tahun membesut Arsenal, Wenger telah mempersembahkan 17 gelar dan 704 Kemenangan. (AFP/Ian Kington)

6. "Saya tidak takut menghabiskan uang. Jika Anda pergi dengan saya suatu malam, Anda akan mengerti itu".

7. "Saya bukan dukun, saya hanya seorang pelatih sepak bola".

8. "Tim sepak bola seperti wanita cantik, ketika kami tidak memberitahunya, dia lupa dia cantik".

9. "Jika Anda makan kaviar setiap hari, sulit untuk kembali memakan sosis".

10. "Pemain Inggris mudah dilatih. Masalanya Premier League memiliki pemain terbaik di dunia. Secara statistik tidak semua dari mereka lahir Inggris. Tapi, kami tidak memiliki cukup pemain Inggris yang bekerja sangat keras untuk itu". 

Arsene Wenger
Pelatih Arsenal, Arsene Wenger, usai timnya menelan kekalahan telak 10-2 saat menghadapi Bayern Munchen pada babak 16 besar Liga Champions di Stadion Emirates, London, (7/3/2017). Bayern Munchen menang agregat 10-2 atas Arsenal. (AFP/Ian Kington)

11. "Sungguh konyol bekerja keras sepanjang minggu dan kemudian merusaknya dengan tidak mempersiapkan diri dengan baik sebelum pertandingan".

12. "Anda bertanggung jawab atas motivasi semua orang di sekitar Anda".

13. "Chelsea adalah klub yang didoping secara finansial. Mereka memiliki peningkatan kinerja melalui sumberdaya keuangan yang tidak terbatas. Ini memberi tekana pada pasar yang tidak terlalu sehat".

14. "Di beberapa klub, kesuksesan tidak disengaja. Di Arsenal, itu wajib".

15. "Jika Anda tidak percara bisa melakukan itu, maka Anda tidak punya peluang sama sekali".

 

Sumber: Awaken The Greatness Within

Lanjutkan Membaca ↓