VIDEO: Mengenal Dunia Tenis dan Seni dari Atlet Cantik, Joleta Budiman

Oleh Okie Prabhowo pada 18 Jul 2020, 08:23 WIB
Diperbarui 18 Jul 2020, 08:23 WIB

Bola.com, Jakarta - Siapakah Joleta Budiman? Ia adalah atlet cantik dari dunia tenis Indonesia yang juga menjadi kapten tim putri di New Jersey Institute of Technology (NJIT) di Amerika Serikat.

Joleta Budiman masih berusia 20 tahun. Ia pernah menjadi atlet termuda di PON (Pekan Olahraga Nasional) 2016 Jawa Barat yang menerima medali. Atlet kelahiran Bandung 18 Januari 2000 tersebut juga pernah mewakili Indonesia di ajang Asian Games 2018.

Tenis menjadi bagian dari hidup Joleta setelah ia melihat sang kakak bermain. Ketika itu, Joleta masih berusia 5 tahun. “Dulu awalnya hanya mengambil bola di lapangan, dan akhirnya bermain tenis dan mengikuti turnamen-turnamen,” kata Joleta.

“Tenis menjadi bagian dari saya. Tenis mengajarkan saya banyak hal di dalam hidup. Karena tenis, saya dipertemukan dengan orang-orang yang membuat saya lebih baik sebagai pemain dan individu,” ucap Joleta.

Beberapa prestasi di luar negeri pernah ditorehkan Joleta. Pada usia 15 tahun, ia pernah menjuarai turnamen di Singapura. Ia juga beberapa kali meraih medali di Thailand, Malaysia, dan Brunei Darussalam.

Darah orang Inggris mengalir dalam diri Joleta. Neneknya adalah orang Inggris, sedangkan sang kakek dari Cirebon. “Jadi bisa dibilang bukan setengah keturunan Inggris, hanya seperempat saja,” ujar Joleta dalam wawancara via video call.

Joleta kini berstatus mahasiswi di New Jersey Institute of Technology (NJIT). Ia mengambil jurusan keuangan di sana dan telah masuk tahun ketiga.

Di NJIT, Joleta membela universitasnya di cabang tenis. Ia bahkan didaulat sebagai kapten tim tenis putri NJIT. “Saya di Amerika cukup sibuk bermain tenis selain kuliah. Musim di sana yaitu dari Januari sampai Mei dan biasanya bermain di turnamen itu 1-2 kali dalam sepekan,” kata Joleta.

Joleta mendapatkan beasiswa di NJIT karena prestasinya di tenis. “Mereka mencari pemain dengan melihat ranking internasional. Ranking saya waktu itu di 365 dunia, dan itu cukup bagus,” ucap Joleta.

Menurut Joleta, pendidikan adalah hal yang sangat penting dalam hidup. “Pendidikan itu tidak hanya belajar tentang fakta-fakta. Akan tetapi, dengan pendidikan, seseorang bisa berpikir dan memahami keadaan. Ia juga bisa tahu mana yang benar dan bisa membantu orang lain, serta tahu mana yang salah dan merugikan orang,” kata Joleta.

Kini, Joleta kembali ke Indonesia karena pandemi COVID-19. Di masa pandemi tersebut, kemampuannya di seni semakin terasah. Seni menggambar telah menjadi salah satu bakatnya yang terus diasah selain tenis. Atlet cantik itu kini telah menguasai ilustrasi dan disain secara digital.

“Saya bersyukur karena adanya karantina di masa pandemi ini membuat lebih kreatif. Seni itu cara saya untuk menyegarkan pikiran, sebuah terapeutik untuk hidup saya yang penuh dengan perlombaan atau penilaian,” ujar Joleta.

“Karena pandemi, kegiatan tenis saya berhenti dan lebih banyak di asrama atau di rumah. Akan tetapi, saya tipe orang yang ingin memberikan atau menghasilkan sesuatu kepada orang lain. Jadi karya di seni menjadi pengganti sesuatu yang diberikan selain tenis,” kata Joleta, yang punya akun karya disainnya di Instagram, @joletadesign.

Karya disain Joleta kini sudah menghasilkan setelah ia mendapat beberapa pesanan. “Berkat gambar disain ini, saya membuka diri untuk sesuatu yang lebih luas selain tenis,” ujar Joleta.

Pada usianya yang semakin dewasa, Joleta Budiman tetap akan terus mengasah diri dengan berlatih di tenis. Meski ia mengakui akan lebih banyak tanggung jawab untuk dirinya sendiri, apalagi tenis adalah olahraga yang tidak “murah”.

“Saya tentu akan terus berusaha di tenis. Saat lulus kuliah nanti, saya akan mencari sponsor. Saya perlu mendapat dukungan untuk bisa mengikuti banyak turnamen di dalam dan luar negeri. Karena dengan banyak ikut turnamen, pemain tenis itu akan semakin terasah kemampuannya,” kata atlet cantik potensial dari tenis Indonesia, Joleta Budiman.