25 Kata-kata Bijak Bahasa Jawa, Banyak Makna Tersirat

Oleh Alfi Yuda pada 17 Sep 2020, 10:20 WIB
Diperbarui 17 Sep 2020, 10:20 WIB
Ilustrasi kata bijak bahasa Jawa
Ilustrasi kata bijak bahasa Jawa. (Photo by Fadhelife Photography Stock Photo Indonesia on Unsplash)

Bola.com, Jakarta - Bahasa Jawa adalah satu di antara bahasa daerah yang banyak diserap menjadi bahasa Indonesia. Bahasa Jawa memiliki keunikannya tersendiri, yaitu logatnya yang dikenal medok.

Hal itu seakan sudah menjadi ciri khas orang Jawa. Selain itu, bahasa Jawa merupakan bahasa yang banyak dituturkan oleh masyarakat Indonesia.

Penggunaan bahasa yang cukup lembut dan terkesan cukup halus, membuat orang Jawa terkenal dengan sifatnya yang ramah dan sopan.

Bahasa Jawa mayoritas digunakan penduduk yang mendiami Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Daerah Istimewa Yogyakarta.

Sebagai bahasa yang sering digunakan sehari-hari, bahasa Jawa juga memunculkan kata-kata bijak bahasa Jawa. Kata-kata bijak bahasa Jawa termasuk banyak dicari oleh masyarakat.

Dalam sebuah kalimat bahasa Jawa, biasanya banyak makna positif yang tersirat. Hal ini menjadikan kata-kata bijak bahasa Jawa kerap dicari untuk sekadar mengungkapkan perasaan atau pendapat.

Kata-kata bijak bahasa Jawa bisa menjadi inspirasi dalam menjalani kehidupan. Kehidupan memang tidak bisa lepas dari peristiwa, baik menyenangkan, mengharukan, menyedihkan bahkan mengecewakan.

Berikut ini kumpulan kata-kata bijak bahasa Jawa yang bisa kamu teladani, dikutip dari Goodminds dan KataBijak, Kamis (17/9/2020).

Buat kamu yang tidak fasih dengan bahasa Jawa, tidak perlu khawatir karena kami sudah menyiapkan terjemahan ke bahasa Indonesia untuk setiap kalimat.

2 dari 5 halaman

Kata-kata Bijak Bahasa Jawa

Ilustrasi kata-kata bijak bahasa Jawa
Ilustrasi kata-kata bijak bahasa Jawa (Photo on Pixabay)

1. "Manungsa mung ngunduh wohing pakarti."

(Kehidupan manusia baik dan buruk adalah akibat dari perbuatan manusia itu sendiri)

2. "Sak apik-apike wong yen awehi pitulung kanthi cara dedemitan." 

(Sebaik-baiknya orang adalah yang memberi pertolongan secara sembunyi-sembunyi)

3. "Urip iku terus mlaku, bebarengan karo wektu, sing bisa gawa lakumu, supaya apik nasibmu." 

(Hidup itu terus berjalan, bersamaan dengan waktu, yang bisa membawa tingkah lakumu, biar nasibmu baik)

4. "Aja dadi uwong sing rumangsa bisa lan rumangsa pinter. Nanging dadiya uwong sing bisa lan pinter rumangsa."

(Jangan jadi orang yang merasa bisa dan merasa pintar, tetapi jadilah orang yang bisa dan pintar merasa)

5. "Yen urip mung isine isih nuruti nepsu, sing jenenge mulya mesti soyo angel ketemu."

(Jika hidup masih dipenuhi dengan nafsu untuk bersenang-senang, kemuliaan hidup akan makin sulit ditemukan.)

6. "Aja milik barang kang melok."

(Jangan tergiur barang yang berkilau"

7. "Cekelana impenanmu, amarga yen impen mati, urip iku kaya manuk sing swiwine rusak, mula ora bisa mabur."

(Berpegang teguh pada mimpi karena jika mimpi mati, hidup seperti burung bersayap yang rusak, tidak bisa terbang)

3 dari 5 halaman

Kata-kata Bijak Bahasa Jawa

Ilustrasi kata bijak bahasa Jawa
Ilustrasi kata bijak bahasa Jawa. (Photo on Pixabay)

8. "Nek wes onok sukurono, nek durung teko entenono, nek wes lungo lalekno, nek ilang iklasno."

(Kalau sudah punya itu disyukuri, kalau belum datang ya dinanti, kalau sudah ditinggal pergi, lupakan, kalau hilang ikhlaskan)

9. "Aja mbedakake marang sapadha-padha."

(Hargai perbedaan, jangan membeda-bedakan sesama manusia)

10. "Wong sabar rejekine jembar, ngalah urip luwih berkah."

(Orang sabar rezekinya luas, mengalah hidup lebih berkah)

11. "Gusti yen arek iku jodohku tulung cedakaken, yen mboten jodohku tulung jodohaken."

(Tuhan jika orang itu adalah jodohku tolong dekatkanlah dan jika bukan tolong jodohkanlah)

12. "Arek lanang iku kuoso milih, arek wadon kuoso nolak."

(Anak laki-laki bebas memilih, anak perempuan bebas menolak)

13. "Dudu sanak, dudu kadang, yen mati melu kalangan."

(Bukan keluarga, bukan saudara, jika meninggal ikut kehilangan)

14. "Ben akhire ora kecewa, dewe kudu ngerti kapan wektune berharap lan kapan wektune kudu mandeg."

(Agar akhirnya tidak kecewa, kita harus mengerti kapan waktunya berharap dan kapan waktunya harus berhenti)

4 dari 5 halaman

Kata-kata Bijak Bahasa Jawa

Ilustrasi kata mutiara bahasa Jawa
Ilustrasi kata mutiara bahasa Jawa. (Photo on Pixabay)

15. "Golek sampurnaning urip lahir batin lan golek kusumpurnaning pati."

(Kita bertanggung jawab untuk mencari kesejahteraan hidup di dunia dan akhirat)

16. "Aja dadi pengecut kaya upil sing umpetan ning ngisor meja."

(Jangan jadi pengecut seperti upil yang ngumpet di bawah meja)

17. "Witing tresna jalaran saka kulina. Witing mulya jalaran wani rekasa."

(Cinta itu tumbuh karena ada kebiasaan. Kemakmuran timbul karena berani bersusah dahulu)

18. "Wong menang iku wong sing bisa ngasorake priyanggane dhewe."

(Orang yang menang adalah orang yang bisa melawan nafsunya sendiri)

19. "Adhang-adhang tetese embun, pasrah peparing marang Gusti."

(Setelah usaha dengan maksimal, kita juga harus pasrah pada Tuhan)

20. "Sura dira jayaningrat, lebur dening pangastuti."

(Segala sifat keras hati, angkara murka, hanya bisa dikalahkan oleh sikap bijak, sabar, dan lembut)

5 dari 5 halaman

Kata-kata Bijak Bahasa Jawa

Ilustrasi kata-kata mutiara bahasa Jawa
Ilustrasi kata-kata mutiara bahasa Jawa. (Photo on Pixabay)

21. "Golek jodho aja mung mburu endhahing warna, pala karma aja ngece-ngeceh banda."

(Mencari jodoh itu jangan hanya karena rupa yang menawan, waktu pernikahan jangan hanya menghamburkan harta benda)

22. "Pusaka ingkang paling sekti niku sanes tmbak, pedang lan keris, pusaka ingkang paling sekti inggih punika dumunung ing jati diri."

(Senjata yang paling sakti itu bukan tombak, pedang, dan keris. Akan tetapi, terletak pada jati diri)

23. "Rela lan legawa lahir trusing batin, nanging ora ateges gampil kentean pengarepan."

(Ikhlas dengan lahir batin bukan berarti kita mudah kehilangan harapan)

24. "Gusti iku cedhak tanpa senggolan, adoh tanpa wangenan."

(Tuhan itu dekat, meski tubuh kita tidak dapat menyentuhnya, akal kita dapat menjangkaunya)

25. "Sing wis lunga lalekno, sing durung teko entenono, sing wis ono syukurono."

(Yang sudah pergi lupakanlah, yang belum datang tunggulah, dan yang sudah ada syukurilah)

 

Sumber: Goodminds, KataBijak

 

Yuk, baca kumpulan artikel kata-kata bijak lainnya dengan mengklik tautan ini.

Lanjutkan Membaca ↓