Thailand Terbuka: Tunggal Putri Indonesia Tak Tersisa, Begini Evaluasi Pelatih

Oleh Yus Mei Sawitri pada 13 Jan 2021, 18:50 WIB
Diperbarui 13 Jan 2021, 18:50 WIB
Ruselli Hartawan
Ruselli Hartawan. (PBSI)

Bola.com, Bangkok - Dua wakil tunggal putri Indonesia sama-sama kandas di babak pertama Thailand Terbuka 2021. Setelah Gregoria Mariska Tunjung tersingkir kemarin, giliran Ruselli Hartawan yang angkat koper, Rabu (13/1/2021). 

Sementara itu pasangan andalan Indonesia yang lainGreysia Polii/Apriyani Rahayu, Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan, dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti menjaga asa dengan melaju ke babak kedua.

Penampilan Ruselli pada laga di Impact Arena, Bangkok, tidak berkembang.  Dia selalu dalam tekanan. Dampaknya, Ruselli langsung tersingkir di partai pembuka setelah takluk dari pemain tuan rumah, Supanida Katethong, 14-21, 16-21.

"Kesulitan penampilan saya tadi adalah, dari awal saya masuk ke pola permainan lawan. Sulit keluar dari tekanan dan tidak bisa konsisten. Jadi permainannya diatur terus. Bola-bola lawan memang lumayan bagus, apalagi bola belakangnya," sebut Ruselli kepada Tim Humas dan Media PP PBSI, melalui rilis yang diterima Bola.com

"Hari ini kondisi Ruselli tidak bagus. Langkah kakinya berat, sehingga tidak yakin bermain reli. Ketika dia ingin memperlambat tempo permainan, buangan bolanya juga kurang ke belakang, sehingga mudah dimatikan lawan," kata Rionny Mainaky, Kabid Binpres PP PBSI yang juga merangkap pelatih tunggal putri.

Dengan kekalahan Ruselli, tidak ada wakil Indonesia di tunggal putri yang tersisa di Thailand Terbuka 2021. Pada hari pembuka, Selasa (12/1), Gregoria Mariska Tunjung juga sudah tersingkir setelah kalah dari Sung Ji-hyun (Korea Selatan), 21-15, 15-21, 14-21.

 

2 dari 3 halaman

Jangan Cari-cari Alasan

Ruselli Hartawan dan Fitriani
Tunggal Putri Indonesia, Ruselli Hartawan. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Menurut Rionny, setelah Gregoria dan Ruselli tersisih di pertandingan pertama, dirinya terus memompakan semangat agar keduanya jangan sampai kalah lagi pada turnamen kedua di Toyota Thailand Terbuka, pekan depan. Kekalahan itu harus menjadi cambuk untuk bangkit. Dia juga ingin kedua pemain tersebut bermain lebih lepas dan lebih menekan sejak awal.

Sebagai bagian dari evaluasi kekalahannya, Ruselli menyebut dirinya harus bisa meningkatkan pertahanan. "Saya harus meningkatkan defense. Saya harus lebih rapat. Selain itu, jangan banyak mati sendiri. Saya juga harus lebih berani," tambah Ruselli.

"Dari pertandingan ini, pokoknya jangan mencari-cari alasan kekalahan. Seperti menyalahkan kondisi lapangan yang berangin. Sebaliknya, keduanya setiap saat harus berpikir untuk mencari solusi untuk bisa mencari angka dan memenangi pertandingan. Di pertandingan berikut, saya harapkan keduanya harus bisa bermain lebih maksimal," papar Rionny.

 

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓
Half Time Show, Pandemi Covid-19 Mencabut Nyawa Sepak Bola Indonesia