Pengertian Teks Persuasif, Ciri-Ciri, Struktur, dan Contohnya

Oleh Alfi Yuda pada 02 Mar 2021, 09:40 WIB
Diperbarui 02 Mar 2021, 09:40 WIB
Ilustrasi pengertian teks, persuasif
Ilustrasi pengertian teks, persuasif. (Photo by Free-Photos on Pixabay)

Bola.com, Jakarta - Teks persuasif adalah teks yang bertujuan untuk membujuk atau mengajak orang lain agar mengikuti pemikiran atau tindakan tertentu. Dengan kata lain, teks persuasif berusaha menyampaikan maksud tertentu kepada pembaca agar dapat melaksanakan atau menerima apa yang menjadi gagasan penulis atas suatu pendapat.

Itulah mengapa, teks persuasif mempunyai kemampuan untuk mengimbau sesuatu yang dianggap penting oleh penulis.

Kata 'persuasi' atau 'persuasif' dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki dua arti.

Pertama, kata persuasi diartikan sebagai ajakan kepada seseorang dengan cara memberikan alasan dan prospek baik yang meyakinkannya (membujuk secara halus). Selain itu juga diartikan sebagai karangan yang bertujuan membuktikan ide, gagasan, atau pendapat dari penulis.

Harapannya, pembaca akan mengikuti dan melakukan apa yang sudah dituliskan oleh penulis di dalam teks persuasif.

Teks persuasif banyak digunakan dalam iklan atau imbauan khusus.

Untuk memahami lebih dalam mengenai teks persuasif, kamu perlu mengenali ciri-ciri, struktur, hingga contohnya. Dengan begitu, kamu menjadi tahu dan bisa menerapkan bagaimana cara membuat teks persuasif yang baik sehingga orang-orang yakin dan terbujuk dengan tulisanmu.

Berikut ini penjelasan mengenai pengertian teks persuasif, ciri-ciri, struktur, hingga contohnya, seperti dikutip dari laman Studiobelajar dan Kelaspintar, Selasa (2/3/2021).

2 dari 4 halaman

Ciri-Ciri Teks Persuasif

1. Ciri-ciri teks persuasif

Teks persuasif dapat dikenali dengan ciri-cirinya, antara lain:

Berisi data dan fakta

Hal ini dikarenakan tujuan utama dari teks persuasif adalah untuk memengaruhi pembaca. Sebab itu, teks persuasif memiliki alasan-alasan yang kuat disertai dengan data dan fakta.

Meyakinkan pembaca

Teks persuasif berusaha meyakinkan pembaca untuk memercayai yang ditulis oleh penulis.

Berisi kata-kata ajakan

Teks persuasif banyak menggunakan kata-kata ajakan, seperti: ayo, mari, lakukanlah, dan lain-lain.

Menghindari konflik

Biasanya teks persuasif menghindari konflik agar kepercayaan pembacanya tidak hilang dan supaya kesepakatan pendapat antara penulis dan pembaca tercapai.

Pendapat atau fakta yang digunakan dalam teks persuasif bertujuan untuk memengaruhi pembaca supaya mengikuti ajakan-ajakannya.

3 dari 4 halaman

Struktur Teks Persuasif

Ilustrasi struktur teks persuasif
Ilustrasi struktur teks persuasif. (Photo by Thought on Unsplash)

2. Struktur teks persuasif

Teks persuasif disusun atas beberapa bagian, antara lain:

Pengenalan isu

Pengenalan isu berupa pengantar atau penyampaian atas isu yang akan dibahas pada teks, lalu akan dikembangkan pada paragraf-paragraf selanjutnya.

Rangkaian argumen

Rangkaian argumen berupa pendapat-pendapat dari penulis mengenai isu yang dikemukakan sebelumnya. Pada bagian ini juga dikemukakan mengenai data atau fakta yang mendukung argumen tersebut.

Pernyataan ajakan

Pernyataan ajakan berupa kalimat-kalimat dorongan kepada para pembaca untuk melakukan sesuatu. Pernyataan ajakan dapat berupa tersirat maupun tersurat pada teks.

Penegasan kembali

Bagian ini menyatakan kembali hal-hal yang sebelumnya sudah disampaikan dengan bentuk yang berbeda. Pada umumnya, bagian ini ditandai dengan kata-kata penutup. Contoh: dengan demikian, demikianlah, oleh karena itulah, dan lain-lain.

4 dari 4 halaman

Contoh Teks Persuasif

3. Contoh teks persuasif

Pengenalan isu

Tahukah Anda bahwa setiap harinya populasi manusia di bumi makin bertambah? Satu di antara dampak yang dihasilkannya adalah luas hutan yang makin berkurang karena dijadikan tempat tinggal.

Menurut analisis data satelit yang dirilis Universitas Maryland (UMD) dan World Resources Institute (WRI), sejak 2002, lebih dari 60 juta hektar hutan primer telah hilang di daerah tropis, setara dengan 1,3 kali luas Sumatra. Dengan begitu, pemanasan bumi makin terasa karena meningkatnya kadar CO2.

Rangkaian argumen

Jika dianalisis lebih dalam, tentunya hal ini memberikan dampak negatif karena suhu mengalami kenaikan sehingga menyebabkan es di kutub mencair. Sebenarnya, penanaman pohon kembali dapat menjadi satu di antara solusi terbaik. Namun, apa jadinya jika kita tidak mempunyai lahan?

Pernyataan ajakan

Dengan mudah, kita bisa menjawab bahwa penggunaan pot atau penanaman secara hidroponik menjadi satu di antara solusi terbaik. Tak hanya itu, penanaman kaktus juga merupakan hal yang paling direkomendasikan karena dapat menghasilkan dekorasi yang menarik. Jadi, kita akan memperoleh dua manfaat sekaligus.

Penegasan kembali

Jadi, mari kita bersama-sama saling mengingatkan dan mengedukasi ke kerabat. Makin giat aktivitas penanaman, makin membuat bumi tersenyum kembali. Dengan begitu, pengurangan pemanasan global dapat dilakukan.

 

 

Sumber: Studiobelajar, Kelaspintar

Lanjutkan Membaca ↓