Antisipasi Lonjakan Kasus COVID-19 Seperti India, Doni Monardo Minta Masyarakat Bersabar dan Tidak Mudik

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 10 Mei 2021, 17:10 WIB
Diperbarui 10 Mei 2021, 17:10 WIB
FOTO: Nekat, Pemudik Lawan Arus Lintasi Posko Penyekatan di Kedungwaringin
Pemudik motor saat lawan arus di Jalan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pemudik memblokir jalan saat penyekatan di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Bola.com, Jakarta - Ketua Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Nasional, Doni Monardo, kembali mengingatkan masyarakat untuk bersabar dan menahan keinginan untuk mudik lebaran. Menurut Doni Monardo, larangan itu diberlakukan pemerintah agar Indonesia tak mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 seperti di Indonesia.

Pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan larangan mudik lebaran pada 2021. Upaya tersebut dilakukan karena masih tingginya kasus positif COVID-19.

Berkaca kepada kasus lonjakan di India, Doni Monardo tidak ingin hal tersebut terjadi Indonesia. Seperti diketahui, India mengalami lonjakan kasus positif COVID-19 setelah pemerintah setempat melonggarkan kegiatan keagamaan dan politik.

"Kita tidak mau seperti di India. Maka dari itu, mau tidak mau pemerintah harus melakukan tindakan tegas dengan melarang mudik 2021," kata Doni Monardo pada Webinar dan Briefing Peserta FJPP Angkatan 3/2021, Senin (10/5/2021).

Kalau situasi yang dialami India terjadi di Indonesia, menurut Doni hal itu bakal membahayakan. Nantinya bakal merepotkan tim medis hingga menimbulkan peningkatan korban jiwa.

"Kasihan kalau nanti banyak lagi tenaga medis yang gugur gara-gara merawat Anda yang terkena COVID-19. Jadi, tolong, sabar, sabar, sabar. Tidak apa-apa kami dianggap cerewet, yang penting kami menjaga keamanan dan keselamatan kita di masa depan," tegas Doni Monardo.

2 dari 3 halaman

Aturan Ketat

FOTO: Nekat, Pemudik Lawan Arus Lintasi Posko Penyekatan di Kedungwaringin
Petugas kepolisian saat menghalau pemudik yang akan menerobos trotoar di Jalan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Minggu (9/5/2021). Pemudik memblokir jalan saat penyekatan di posko penyekatan mudik di Kedungwaringin. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pemerintah resmi melarang mudik lebaran 2021. Aturan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Kepala Satgas Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik pada Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah.

Larangan mudik itu diberlakukan mulai 6-17 Mei 2021. Demi mencegah mobilitas masyarakat, pemerintah bekerja sama dengan TNI dan Polri akan melakukan penyekatan di titik-titik masuk dan keluar kota di Indonesia.

Pemerintah juga memberlakukan aturan larangan bagi transportasi darat, laut, dan udara. Hal ini dilakukan demi menekan penyebaran COVID-19 pada masa libur lebaran di Indonesia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓