Daftar Efek Samping Vaksin Sinopharm yang Digunakan pada Program Vaksinasi Gotong Royong

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 11 Mei 2021, 15:35 WIB
Diperbarui 11 Mei 2021, 15:35 WIB
Produksi Vaksin COVID-19 Sinopharm
Sekotak vaksin COVID-19 terlihat saat proses produksi di bengkel pengemasan selama tur media di kantor pusat Sinopharm di Beijing pada 26 Februari 2021. The Beijing Institute of Biological Products mengembangkan vaksin corona dari virus yang sudah dilemahkan. (Noel Celis/AFP)

Bola.com, Jakarta - Sinopharm ditetapkan sebagai satu di antara vaksin COVID-19 yang akan digunakan pada program vaksinasi gotong royong. Terdapat berbagai efek samping yang normal terjadi setelah dilakukan penyuntikan vaksin tersebut.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), Penny K Lukito, menyebut efek samping dari penggunaan vaksin COVID-19 Sinopharm termasuk dalam kategori ringan. Berbagai efek samping yang ditimbulkan dapat segera pulih kembali.

"Efek samping lokal yang paling sering dilaporkan adalah kategori swelling, rasa sakit, bengkak, kemerahan. Itu termasuk kategori ringan sangat kecil, itu pun sekitar 0,1 persen," kata Penny K Lukito.

Adapun untuk efek samping berat yang dilaporkan sangat kecil peresentasenya yakni sebesar 0,01 persen. Sinopharm juga dapat menimbulkan efek sistemik seperti sakit kepala, nyeri otot, diare, dan batuk.

"Dari aspek keamanan adalah baik kategorinya dan dapat ditoleransi dengan baik," ucap Penny.

Vaksin Sinopharm disebut memiliki efikas sebesar 78 persen. Data tersebut didapat berdasarkan hasil uji klinik yang dilakukan di Uni Emirat Arab.

Penggunaan vaksin COVID-19 Sinopharm diberikan kepada orang dewasa berusia 18 tahun ke atas. Nantinya, terdapat dua dosis penyuntikan yang diberikan selang waktu tiga hingga empat pekan.

2 dari 3 halaman

Dibanderol Rp375 ribu

FOTO: 6 Jenis Vaksin COVID-19 yang Ditetapkan Pemerintah Indonesia
Botol bertuliskan "Vaksin COVID-19" terlihat di sebelah logo Sinopharm, 23 November 2020. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) telah menjamin vaksin COVID-19 buatan Sinopharm halal. (JOEL SAGET/AFP)

Pemerintah saat ini telah menerima 500 ribu dosis dari total kontrak 7,5 juta dosis vaksin COVID-19 Sinopharm. Nantinya, vaksin yang digunakan dalam program vaksinasi gotong royong ini dibanderol Rp375 ribu per dosis.

Jumlah itu akan ditambahkan dengan biaya distribusi dan penyuntikan sebesar Rp125 ribu. Artinya, dalam penggunaan vaksin Sinopharm akan menelan biaya masing-masing Rp500 ribu per dosis.

Biaya tersebut akan dibebankan kepada pihak swasta. Artinya, karyawan atau buruh beserta keluarganya bakal mendapatkan vaksinasi secara gratis.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓