Jelang Olimpiade Tokyo: Lalu Muhammad Zohri Cs Ada Kendala Lapangan Latihan, Begini Respons CdM Indonesia

Oleh Yus Mei Sawitri pada 03 Jun 2021, 22:30 WIB
Diperbarui 03 Jun 2021, 22:30 WIB
Lalu Muhammad Zohri
Atletik atletik andalan Indonesia, Lalu Muhammad Zohri. (NOC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Chef de Mission (CdM) Kontingen Olimpiade Rosan P Roeslani kian gencar memastikan kelancaran persiapan atlet Merah Putih menjelang perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Dalam kunjungannya ke pemusatan latihan nasional (pelatnas) atletik, Kamis (3/6/2021), Rosan berjanji akan menindaklanjuti kendala-kendala yang dihadapi selama masa persiapan, termasuk lapangan latihan.

Rosan dan tim CdM datang didampingi Sekretaris Jenderal Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Ferry J. Kono serta Komite Eksekutif (KE) NOC Indonesia Bidang Pengawasan dan Harmonisasi Hubungan Luar Negeri Indra Gamulya. Mereka memantau persiapan sprinter nasional Lalu Muhammad Zohri yang berlatih di lapangan belakang Stadion Madya karena lapangan utama sedang disewa untuk keperluan lain.

“Secara keseluruhan persiapan atlet menuju Olimpiade Tokyo sangat baik. Namun, kami mendapat masukan bagus pada kunjungan kali ini yakni persiapan atlet tidak boleh terganggu karena lapangan utama tak bisa digunakan untuk berlatih. Ini hal penting, apalagi ini untuk persiapan Olimpiade,” kata Rosan, melalui rilis yang diterima Bola.com

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Pengurus Besar Pesatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PB PABSI) itu berjanji mencari solusi terbaik sehingga atlet atletik bisa berlatih dengan nyaman. Rosan mengatakan bakal mengirim surat ke Pusat Pengelola Kawasan Gelora Bung Karno (PPKGBK) sebagai tindak lanjut kunjungan mereka.

“Nanti melalui NOC, kami akan berkirim surat kepada PPKGBK. Saya juga akan berbicara dengan Pak Pratikno (Menteri Sekretaris Negara) untuk memberi tahu apa yang perlu kita lakukan bersama dalam rangka persiapan Olimpiade yang semakin dekat,” kata Rosan.

Sementara itu, Sekjen PB PASI Tigor Tanjung mengapresiasi kunjungan CdM dan NOC Indonesia menjelang persiapan Olimpiade Tokyo. Ia berharap, CdM bisa memberikan solusi bagi mereka.

“Latihan berjalan baik, meski hambatan tetap ada. Seperti yang terjadi hari ini, atlet tidak bisa latihan di lapangan utama dan kami terpaksa latihan di belakang yang tidak memenuhi standar. Semoga ada jalan ke luar. Tadi juga atlet menyampaikan kenyamanan baju bertanding dan semuanya direspons sangat positif oleh CdM serta NOC Indonesia,” kata Tigor.

 

2 dari 3 halaman

Komentar Zohri

Atletik, Olimpiade Tokyo
Chef de Mission (CdM) Kontingen Olimpiade Rosan P Roeslani pemusatan latihan nasional (pelatnas) atletik di kompleks Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (3/6/2021). (NOC Indonesia)

Hingga saat ini, Indonesia sudah meloloskan 19 atlet dari enam cabang olahraga, yaitu atletik, menembak, panahan, bulu tangkis, angkat besi, dan rowing. Atletik, kata Tigor, berpotensi mendapat tambahan kuota dari jalur wildcard.

“Tantangan kami untuk Olimpiade Tokyo ini tidak mudah. Pandemi membuat atlet kami kesulitan mengikuti kualifikasi. Tapi, kami punya satu tempat (dari jalur wildcard) untuk atlet putri yang tidak lolos kualifikasi. Nama ini akan kami serahkan kepada NOC Indonesia dalam beberapa hari ke depan,” ujar Tigor.

Terpisah, Zohri gembira atas perhatian yang diberikan CdM serta NOC Indonesia kepada dirinya dalam menghadapi persiapan Olimpiade Tokyo. Ia berjanji tampil maksimal demi mengharumkan nama Merah Putih di Negeri Sakura.

“Saya berterima kasih karena sudah dijenguk saat latihan. CdM tadi juga memberikan motivasi dan beliau mendengar apa saja yang kami butuhkan untuk kenyamanan persiapan Olimpiade Tokyo nanti,” kata Zohri yang tengah membidik target untuk menjadi pelari Indonesia pertama yang berlari di bawah 10 detik.

 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓
Rahmat Erwin Abdullah raih perunggu