Menpora Jelaskan Alasan Markis Kido Tidak Dikebumikan di Taman Makam Pahlawan

Oleh Yus Mei Sawitri pada 15 Jun 2021, 16:25 WIB
Diperbarui 15 Jun 2021, 16:25 WIB
Foto: Terima Kasih dan Selamat Jalan Markis Kido, Hendra Setiawan Berikan Pesan Menyentuh
Markis Kido meninggal dunia saat bermain bulutangkis di GOR Petrolin, kawasan Alam Sutera, Tangerang malam ini. Dia diduga meninggal karena serangan jantung. (Foto: AFP/Kieran Dodds)

Bola.com, Jakarta - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali memberikan penjelasan alasan pahlawan olahraga Indonesia Markis Kido tidak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata.  

Markis Kido akhirnya dikebumikan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Kebon Nanas, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021).

Menurut Menpora, ketika mendengar Markis Kido meninggal, dirinya melakukan koordinasi untuk rencana pemakaman di Taman Makam Pahlawan. Dia menilai Markis Kido sebagai salah satu pahlawan olahraga yang pernah mengharumkan nama Indonesia, termasuk menyabet medali emas pada Olimpiade 2008 di Beijing, serta berbagai gelar bergengsi lainnya. 

Namun, pemakaman di TMP ternyata memiliki kriteria dan syarat tertentu yang berada di bawah Kementerian Sosial.  "Kewenangan siapa saja yang berhak dimakamkan di TMP adalah di Kementerian Sosial (Kemensos)," katanya yang dikutip dari situs resmi Kemenpora.  

Adapun kriterianya adalah siapa saja yang mendapatkan penghargaan dari pemerintah (Presiden RI) berupa Bintang Republik Indonesia, Bintang Maha Putra, Bintang Sakti, Bintang Gerilya, dan Anggota TNI/Polri yang gugur dalam pertempuran.

"Markis Kido mendapatkan penghargaan Parama Kridha Utama Kelas I dari Presiden SBY pada 2008, dan itu tidak termasuk yang bisa dimakamkan di TMP, seperti waktu itu Olimpian Lukman Niode juga tidak bisa," jelas Menpora Amali di Medcen Kemenpora.

Ke depan tetap menjadi perhatian Kemenpora, untuk melihat apakah kriteria dapat diperluas dan dikomunikasikan dengan Kemensos serta pada kelembagaan khusus yang berwenang tentang hal ini. "Kita akan lihat dan membahasnya bersama lembaga terkait, apakah bisa diperluas kriterianya," pungkasnya. 

2 dari 3 halaman

Sangat Disayangkan

Foto Bulutangkis: Kenangan Prestasi Mentereng Markis Kido, Salah Satu Olimpians Indonesia
Medali emas Ganda Putra Olimpiade 2008. Dalam partai final cabang bulutangkis Olimpiade 2008 yang digelar di Beijing, Cina, Markis Kido/Hendra Setiawan mengalahkan andalan tuan rumah, Cai Yun/Fu Haifeng dengan skor 11-21, 21-11, 21-16. (Foto: AFP/Goh Chai Hin)

Di kesempatan terpisah legenda bulutangkis Indonesia, Hariyanto Arbi, menyayangkan Markis Kido, yang tidak bisa dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan.

Hariyanto Arbi mempertanyakan tentang hal itu kepada Kemenpora. Ia juga meminta Kemenpora merumuskan supaya para pahlawan olahraga, khususnya mereka yang pernah mendapatkan medali di Olimpiade, bisa  mendapatkan penghargaan dan kelayakan hidup.

"Hari ini saya mendengar bahwa Markis Kido yang merupakan Pahlawan Indonesia yang sudah mengharumkan nama bangsa tidak bisa dimakamkan di TMP Kalibata. Pihak Kemenpora apa tidak sebaiknya dari sekarang diperjuangkan peraih medali emas olimpiade bisa dimakamkan di TMP Kalibata," tulis Hariyanto. 

"Jadi bingung saja, kalau menurut saya sudah layak seorang Markis Kido mendapat penghargaan di TMP Kalibata. Apakah seorang juara Olimpiade belum dirasa cukup?" imbuh dia. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓
Greysia Polii/Apriyani raih medali emas Olimpiade Tokyo 2020