Simulasi Olimpiade 2020: Ahsan / Hendra Belum Temukan Pola Permainan Terbaik

Oleh Yus Mei Sawitri pada 17 Jun 2021, 05:30 WIB
Diperbarui 17 Jun 2021, 05:30 WIB
Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
Aksi ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, pada simulasi Olimpiade 2020 di Pelatnas Cipayung, Rabu (16/6/2021). (Dok PBSI)

Bola.com, Jakarta - Ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, menelan kekalahan pada pertandingan Simulasi Olimpiade Tokyo 2020. Pasangan nomor dua dunia tersebut mengaku belum menemukan pola permainan terbaik. 

Berlaga di Pelatnas PBSI Cipayung, Jakarta Timur, Rabu (16/6/2021) malam, The Daddies kalah rubber game, 23-21, 13-21, 16-21 dari Moh Reza Pahlevi Isfahani/Muhammad Rian Ardianto yang merupakan pasangan dadakan.

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan mengaku masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki sebelum berlaga di Olimpiade.

"Memang harus diakui lawan bermain cukup baik hari ini," kata Ahsan kepada Tim Humas dan Media PP PBSI, melalui rilis yang diterima Bola.com

"Selain itu, kami juga belum menemukan pola permainan yang kami mau. Masih banyak menunggu bola dan mainnya masih panjang-panjang," sambung Hendra.

Walau kalah, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan merasa punya keuntungan tersendiri dalam menjalani laga simulasi tersebut.

"Bagi kami, pertandingan ini sangat bagus. Jadi kami bisa mengevaluasi kekurangan-kekurangan yang masih ada. Di sisa dua setengah minggu sebelum berangkat, akan kami perbaiki semua kekurangan itu," sahut Hendra.

"Tidak ada pertandingan mungkin membuat kami belum menemukan irama permainan lagi. Dari sini kami bisa belajar untuk lebih siap lagi ke depan," ucap Ahsan.

 

2 dari 3 halaman

Komentar Pelatih

Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan
Aksi ganda putra Indonesia, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, pada simulasi Olimpiade 2020 di Pelatnas Cipayung, Rabu (16/6/2021). (Dok PBSI)

Pelatih ganda putra Herry Iman Pierngadi mengatakan permainan Ahsan/Hendra terpengaruh program latihan yang dia berikan dalam beberapa waktu terakhir ini.

"Kalau saya melihatnya, mereka belum bisa kembali ke pola permainannya. Ini sepertinya terpengaruh dengan latihan yang saya berikan," tutur Herry.

"Jadi beberapa waktu terakhir, latihan kami fokuskan pada penguatan otot tangan. Kalau dilihat tadi mainnya panjang-panjang, adu kuat padahal gaya main Ahsan/Hendra tidak seperti itu. Ini saya rasa efek program tadi," tutur Herry.

Lebih lanjut Herry mengatakan hasil tersebut menjadi evaluasi bagi dirinya dan tim pelatih untuk menjalankan program berikutnya.

"Positifnya, ketika saya tanya Ahsan/Hendra tentang kekuatan tangannya, mereka bilang ada peningkatan. Di sisa waktu ini, baru saya akan fokus ke pola main dan strategi," tutup Herry. 

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓
Rahmat Erwin Abdullah raih perunggu