Indonesia Mengalami Ledakan Kasus COVID-19, WHO Minta Pemerintah Lakukan PSBB Ketat

Oleh Zulfirdaus Harahap pada 19 Jun 2021, 18:35 WIB
Diperbarui 19 Jun 2021, 18:35 WIB
Krisis tenaga kesehatan
Tenaga kesehatan beristirahat setelah tes swab massal di Puskesmas Ciganjur, Jakarta, Kamis (7/1/2020). Lonjakan kasus virus corona berpotensi terjadinya krisis tenaga kesehatan (nakes) karena banyak yang tertular dan gugur saat menangani pasien Covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Bola.com, Jakarta - Ledakan kasus positif COVID-19 yang terjadi di Indonesia menarik perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Pemerintah Indonesia diharapkan menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketat.

WHO memberikan peringatakan kepada Indonesia yang mengalami peningkatan kasus positif COVID-19 yang cukup signifikan. WHO juga memperingatkan infeksi varian COVID-19 baru yang cukup mengkhawatirkan.

"Dengan meningkatnya penularan karena varian kekhawatiran, diperlukan tindakan segera untuk mengatasi situasi pada banyak provinsi," bunyi keterangan resmi WHO.

"Indonesia memerlukan penerapan kesehatan masyarakat yang lebih ketat dan langkah-langkah sosial termasuk Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," tegas WHO.

Sejumlah daerah yang mendapatkan peringatan dari WHO adalah Aceh, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, dan seluruh provinsi di Jawa. Daerah-daerah tersebut disebut masuk dalam zona merah yang dipantau WHO.

Selain itu, kekhawatiran akan penyebaran COVID-19 varian Delta di Indonesia juga menarik perhatian WHO. Menurut data Kemenkes RI per 13 Juni 2021 sudah ada 107 infeksi Varian Delta di Indonesia.

2 dari 3 halaman

Tunggu Pusat

Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan keterangan pers tentang pengembangan dan pembuatan vaksin COVID-19 harus ikuti prosedur dan kaidah ilmiah di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/3/2021). (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunggu pemerintah pusat untuk kebijakan 'rem darurat' atau hingga kebijakan 'lockdown'. Hal ini dilakukan karena kasus COVID-19 di DKI Jakarta melonjak secara signifikan.

"Nanti, kami akan pelajari dan menunggu keputusan pusat ya," kata Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria.

DKi Jakarta mengalami ledakan kasus positif COVID-19 pada Jumat (18/6/2021). Sebanyak 4.737 kasus terjadi dan merupakan rekor baru dalam kasus harian setelah 7 Februari 2021 yang mencapai 4.213 kasus.

Sumber: WHO

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Lanjutkan Membaca ↓
Wawancara Eksklusif Eko Yuli Irawan