Jika Raih Emas Olimpiade Tokyo 2020, Atlet Indonesia Diguyur Bonus Rp 5 Miliar

Oleh Asri Muspita Sari pada 11 Jul 2021, 13:45 WIB
Diperbarui 12 Jul 2021, 12:12 WIB
Gatot Dewa Broto
Sekretaris Kemenpora, Gatot Dewa Broto, saat berada di Gedung Kemenpora, Jakarta, Selasa (9/1/2018). Selain menjabat sesmenpora, pria asal Yogyakarta ini juga merupakan vice president II pada Asian Games 2018. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Jakarta - Sebagai bentuk dukungan kepada para atlet, pemerintah akan memberikan bonus besar bagi para atlet yang dapat meraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020.

Kemenpora melalui Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto telah memastikan bonus yang didapat atlet Indonesia pada Olimpiade Tokyo 2020 tidak berubah dari bonus Olimpiade Rio de Janeiro 2016.

"Bonus masih sama (seperti Olimpiade 2016). Tidak ada perubahan kebijakan. Emas Rp 5 miliar, perak Rp 2 miliar, dan perunggu Rp 1 miliar," Gatot memastikan.

Ini tentu sebuah kabar baik untuk atlet Tanah Air meski kondisi pandemi COVID-19 turut memukul keuangan negara. Apalagi Gatot memastikan bonus yang diterima atlet tidak akan dipotong pajak seperti tahun 2016 lalu.

Sebelumnya Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora, Chandra Bakti telah mengatakan jumlah bonus yang diterima atlet peraih medali emas di Olimpiade Tokyo 2020 tak akan lepas datri nilai Rp 5 miliar.

"Ukurannya meraih prestasi itu tak mudah. Perunggu atau perak saja sulit, apalagi emas. Jadi, bonusnya tak akan lepas dari nilai Rp 5 miliar itu, bahkan biasanya diberikan sebelum keringat atlet kering, nggak menunggu lama-lama," ungkapnya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

2 dari 2 halaman

Tidak Hanya Uang

Dayung
Dua atlet Indonesia, Melani Putri dan Mutiara Rahma Putri lolos ke Olimpiade Tokyo 2021 (Istimewa)

Tidak sekadar dukungan lewat uang, pemerintah juga sebelumnya memfasilitasi para atletnya dalam melakukan persiapan dan pembinaan di Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) dengan menerapkan protokol kesehatan.

Selain itu, sebagai bentuk dukungan dan apresiasi dari pemerintah bagi para atlet yang menuju ke Olimpiade Tokyo 2020 adalah fasilitas pesawat kelas bisnis.

"Sebab untuk sampai di olimpiade itu harus ada kualifikasi dan ini berbeda dengan SEA Games. Mereka harus kumpulkan poin dulu untuk bisa lolos. Jadi atlet Olimpiade akan kami tempatkan di kelas bisnis," kata Chandra Bakti.

Sebelumnya, pada tanggal 9 Juli kemarin, rombongan atlet cabang olahraga bulu tangkis Indonesia yang berangkat sudah tiba di bandara Tokyo. Selanjutnya mereka akan melaksanakan karantina dan pelatihan sebelum bertanding pada Olimpiade Tokyo yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli mendatang.

Dukung mereka bertanding dengan menyaksikan live streaming Olimpiade Tokyo 2020 yang akan disiarkan secara gratis melalui aplikasi Vidio.

 

Penulis: Andrya Nabil (Vidio)

 
Lanjutkan Membaca ↓
Tips FPL, 5 Gelandang Alternatif Selain Mohamed Salah Tengah Pekan Ini