Indonesia Gagal Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032, Ketua KOI: Kami Tetap Berjuang

Oleh Yus Mei Sawitri pada 21 Jul 2021, 20:10 WIB
Diperbarui 21 Jul 2021, 20:10 WIB
Raja Sapta Oktohari
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari. (Media NOC Indonesia)

Bola.com, Jakarta - Harapan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 pupus sudah, setelah Brisbane (Australia) ditetapkan jadi pemenang.  Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari menanggapi tenang penetapan Brisbane tersebut.

Menurutnya, segala kemungkinan bisa terjadi karena waktu penyelenggaraan masih cukup panjang.

Okto, sapaan karib Raja Sapta, menyebut Olimpiade 2032 masih menyisakan waktu 11 tahun lagi. Segala kemungkinan, tambahnya, masih bisa terjadi dan pihaknya siap dengan hal tersebut.

“Ibarat peribahasa genggam bara api, biar menjadi arang. Artinya, lakukan segala sesuata dengan kesabaran. Penetapan (Brisbane) tidak membuat kami mundur (menjadi tuan rumah Olimpiade),” kata Okto di Tokyo, Rabu (21/7/2021).

Brisbane diterapkan menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 melalui pemungutan suara oleh IOC Member pada IOC Session di Jepang, sore tadi. Sebelum dibawa dalam rapat IOC, Ibu Kota Queensland ini ditetapkan menjadi satu-satunya kandidat yang berstatus targeted dialogue.

Sebagai informasi, bidding Olimpiade 2032 menggunakan format baru. Negara yang berminat menjadi penyelenggara pesta olahraga terakbar empat tahunan di dunia harus melewati sejumlah tahapan, Interested Party, Continuous Dialogue, Targeted Dialogue yang kemudian menjadi Preferred Host.

 

2 dari 3 halaman

Tetap Berjuang

Olimpiade 2032
Australia terpilih sebagai tuan rumah Olimpiade 2032 setelah melalui pemilihan suara yang Komite Olimpiade Internasional (IOC) pada pertemuan tahunan ke-138. (AFP/Toru Hanai)

Komisi Tuan Rumah Olimpiade Masa Depan (Future Host Commission) menjadikan waktu apply dokumentasi legal menjadi indikator penting dalam penetapan tahapan. Perlu diketahui, Brisbane sudah mulai menyiapkan diri menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 sejak 2015. Sementara Indonesia dimulai setelah sukses menyelenggarakan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang dan Asian Para Games Jakarta.

“Indonesia statusnya Continuous Dialogue, dan hanya satu Targeted Dialogue saja yang dipilih oleh Future Host Commission yaitu Brisbane. Kami tidak akan mundur dan ingin tetap berjuang menjadi tuan rumah Olimpiade dengan menjadi satu-satunya Targeted Dialogue untuk Olimpiade 2036,” terang Okto.

Dalam jumpa pers Juli lalu, Presiden IOC Thomas Bach menjelaskan kandidat negara yang saat ini menjalani proses bidding berpotensi mengambil bagian melanjutkan proses untuk menjadi tuan rumah 2036 atau 2040.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini

Lanjutkan Membaca ↓
Highlights | Angkat Besi 61kg Putra | Olimpiade Tokyo 2020