8 Fakta Vaksin Moderna yang Perlu Diketahui Masyarakat Indonesia

Oleh Alfi Yuda pada 27 Sep 2021, 22:40 WIB
Diperbarui 27 Sep 2021, 22:40 WIB
Ilustrasi vaksin Moderna, COVID-19
Ilustrasi vaksin Moderna, COVID-19. (Foto oleh Thirdman dari Pexels)

Bola.com, Jakarta - Pemerintah terus berupaya mempercepat program vaksinasi COVID-19 demi memutus rantai penyebaran virus corona SARS-CoV-2 di Indonesia.

Hingga saat ini penyebaran COVID-19 di Indonesia masih terjadi. Di sisi lain, sudah ada beberapa vaksin yang masuk ke Indonesia, yakni vaksin Sinovac, AstraZeneca, Sinopharm, Pfizer, dan Moderna.

Jenis vaksin terakhir belakangan ini menjadi topik hangat di kalangan masyarakat Indonesia. Vaksin Moderna merupakan bentuk dukungan dari Pemerintah Amerika Serikat dengan skema berbagi dosis vaksin atau doses sharing.

Vaksin Moderna merupakan satu di antara jenis vaksin berbasis messenger RNA (mRNA) yang mempunyai tingkat efikasi atau kemanjuran tinggi dalam melawan COVID-19.

Vaksin Moderna di Indonesia digunakan sebagai dosis ketiga atau booster untuk tenaga kesehatan. Meski demikian, masyarakat umum sudah bisa mendapatkan suntikan dosis vaksin Moderna.

Lantas seperti apa vaksin Moderna yang akan digunakan dalam penanggulangan virus corona SARS-CoV-2 di Indonesia?

Ada beragam fakta menarik mengenai vaksin Moderna yang patut diketahui bersama untuk memutus rantai penyebaran COVID-19.

Berikut ini fakta vaksin Moderna yang perlu diketahui masyarakat Indonesia, dikutip dari laman covid19.go.id dan dinkes.jakarta.go.id, Senin (27/9/2021).

2 dari 4 halaman

Fakta Vaksin Moderna

1. Efikasi Moderna

Dalam penanggulangan pandemi COVID-10, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menerbitkan penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) terhadap vaksin Moderna pada 2 Juli 2021. Data uji klinis menunjukkan efikasi vaksin Moderna 94,1 persen pada kelompok usia 18-65 tahun. Sementara di golongan usia di atas 65 tahun, efikasinya sebesar 86,4 persen.

2. Melindungi seseorang dari varian baru COVID-19

Memiliki tingkat kemanjuran hampir sempurna, disebutkan vaksin Moderna bisa membantu melindungi seseorang dari terpaparnya varian baru COVID-19. Hasil uji klinis menunjukkan vaksin ini bisa melindungi seseorang dari varian Alpha, Beta, dan Gamma.

3. Cara kerja

Vaksin Moderna memberikan informasi genetik pada tubuh untuk menghasilkan protein virus atau bakteri. Hal ini akan memicu respons imun tubuh untuk memproduksi antibodi spesifik agar tubuh siap melawan infeksi jika bersentuhan dengan patogen di masa depan.

3 dari 4 halaman

Fakta Vaksin Moderna

4. Aman bagi orang yang memiliki riwayat komorbid

Vaksin yang diproduksi oleh Moderna Incorporation AS diklaim memiliki keamanan yang cukup bagus bagi kelompok populasi yang memiliki komorbid.

Orang-orang yang menderita penyakit paru kronis, jantung, obesitas, diabetes, liver hati, dan HIV bisa menggunakan vaksin Moderna untuk menambah kekebalan tubuh dari virus COVID-19.

5. Diperuntukan untuk masyarakat yang tidak dapat menggunakan vaksin AstraZeneca dan Sinovac

Menurut Dinkes DKI tentang pelaksanaan vaksinasi Moderna, vaksin tersebut hanya dapat diberikan untuk masyarakat yang tidak dapat menggunakan vaksin AstraZeneca dan Sinovac.

4 dari 4 halaman

Fakta Vaksin Moderna

6. Aman untuk ibu hamil dan menyusui

Dilansir dari Dinkes DKI Jakarta, dijelaskan bahwa vaksin Moderna bisa digunakan oleh ibu hamil dan menyusui. Namun, sebelum mendapatkan dosis ibu hamil harus mengukuti screening tentang kondisi kesehatannya.

7. Vaksin mRNA

Vaksin Moderna dibuat dengan basis messenger RNA (mRNA), merupakan jenis vaksin baru di mana vaksin ini memiliki kandungan berbeda dengan jenis vaksin lainnya.

Vaksin Moderna mengandung komponen materi genetik rekayasa yang menyerupai virus tertentu. Dengan demikian, vaksin ini akan memicu reaksi kekebalan tubuh layaknya virus yang dilemahkan pada vaksin.

8. Tersertifikasi WHO

Telah mendapatkan emergency use listing (EUL) dari WHO (World Health Organization) pada 30 April 2021, diharapkan penggunaan vaksin Moderna bisa menekan angka penyebaran COVID-19.

 

Sumber: covid19.go.id, dinkes.jakarta.go.id

Lanjutkan Membaca ↓
Nominasi Ballon d'Or dari Liga Inggris