Tim Indonesia Juara Piala Thomas 2020, Bendera dan Kemenpora jadi Trending di Dunia Maya

Oleh Nurfahmi Budi pada 18 Okt 2021, 09:04 WIB
Diperbarui 18 Okt 2021, 09:04 WIB
Piala Thomas 2020: Indonesia Melawan China
Ekspresi atlet bulutangkis ganda putra Indonesia, Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto usai mengalahkan wakil China dalam final Piala Thomas 2020 yang berlangsung di Denmark, Minggu (17/10/2021). (AP/Ritzau Scanpix/Claus Fisker)

Bola.com, Jakarta - Hasrat juara dan masa penantian selama 19 tahun terbayar sudah. Itulah yang terjadi di Tim Piala Thomas Indonesia dan publik secara umum setelah apa yang terjadi di Aarhus, Denmark, tadi malam.

Secara heroik, Tim Piala Thomas Indonesia menjadi jawara setelah menaklukkan sang juara bertahan, China. Anthony Sinisuka Ginting dkk 'menenggelamkan' negara bernama lain Tiongkok tersebut dengan skor telak, 3-0.

Namun, ada satu hal 'unik' yang mengiringi kegembiraan Tim Piala Thomas Indonesia dan masyarakat, yakni aktivitas di dunia maya. Kepadatan memang menyertai dunia maya, terutama di level media sosial, guna merayakan kemenangan, tapi tak semata pujian untuk Jonatan Christie dkk.

Yup, beberapa tagar non-Tim Piala Thomas Indonesia menjadi trending sejak dini hari tadi WIB. Dua yang paling menjadi sorotan adalah pembahasan terkait 'bendera' dan 'kemenpora'.

Kalangan warganet Indonesia seolah menyerbu di seluruh aspek media sosial, terutama mikroblog Twitter dan Instagram. Suasana semakin ramai, tatkala admin Kemenpora memberikan ucapan selamat terhadap keberhasilan Tim Thomas Indonesia berjaya di Aarhus.

 

2 dari 3 halaman

Komentar Reaktif

Piala Thomas 2020: Indonesia Melawan China
Jonatan Christie menutup pertandingan dengan kemenangan tiga gim langsung atas Li Shi Feng pada laga ketiga final Piala Thomas 2020. Hasil itu, membuat Indonesia menang 3-0 atas China dan berhak atas trofi juara Piala Thomas. (Badminton Photo/Yves Lacroix)

Sontak, ketika admin Twitter dan Instagram mengunggah komentar mereka tentang kesuksesan tim, saat itu juga kebanjiran komentar. Sebagian besar komentar bernada memertanyakan terkait kenapa justru bendera PBSI bukan bendera Merah Putih, sampai ragam postingan panas warganet +62.

Sejak tadi malam, beberapa tagar terkait hasil Tim Piala Thomas Indonesia berseliweran mengisi posisi di peringkat 10 besar trending Indonesia di Twitter, dan Instagram. Di sektor Twitter misalnya, ada beberapa yang mengisi sampai pagi ini.

Jika merunut timeline sejak dini hari tadi WIB, tagar pertama yang menyeruak ada #ThomasCup2020, lalu ada #Setelah19, #Kemenpora, #WADA dan #HendraSetiawan. Sementara itu, sepanjang pagi ini tagar yang dominan di Twitter antar alain #PBSI, #Menpora dan #PBSI.

Andai berkembang ke area 50 besar trending Indonesia pagi ini, warganet +62 membahas #LADI, #PialaThomas2020 sampai #IndonesiaRaya. LADI adalah akronim dari Lembaga Anti Doping Indonesia. Sementara itu, tagar Indonesia Raya naik bersamaan dengan atensi publik terhadap bendera PBSI yang mengiringi lagu Kebangsaan tersebut, bukan bendera Merah Putih.

 

3 dari 3 halaman

Perjuangan Keras

Jonatan Christie
Jonatan Christie merayakan kemenangan atas Li Shifeng dengan skor 21-14, 18-21, dan 21-14. Indonesia mennag 3-0 atas China dan menjuarai Piala Thomas 2020 di Aarhaus, Denmark, Minggu (17/10/2021). (AFP/Claus Fisker / Ritzau Scanpix)

"Sungguh momen yang tak mengenakkan. Mengangkat trofi, menyanyikan lagu Indonesia Raya tapi tanpa bendera Merah Putih. Indonesia harus benar-benar memerhatikan tentang aturan tes doping. Tolong, perhatian itu dan disiplin. Para atlet sudah berjuang maksimal," tulis akun @jangmi_91.

Di lapangan, para pebulutangkis Indonesia sudah berjuang keras sejak babak penyisihan. Di fase final, meski skor terlihat dominan, tapi perjuangan setiap poin membuat siapapun deg-degan dan memicu naiknya adrenalin.

Pada partai pembuka final Piala Thomas 2020, Anthony Sinisuka Ginting harus berjuang tiga gim demi menaklukkan tunggal putra China, Lu Guangzu dengan skor 18-21, 21-14 dan 21-16. Setelah itu, giliran pasanga Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto yang sanggup membayar tanggung jawab ketika menekuk He Jiting/Zhou Haodong.

Sang penentu kemenangan ketiga adalah tunggal putra, Jonatan Christie. Lagi-lagi, pertarungan harus selesai tiga gim, dan Jonatan sanggup menekuk Li Shifeng dengan skor 21-14, 18-21 dan 21-14.

Lanjutkan Membaca ↓
Pemain Naturalisasi Solusi Timnas Akhiri Kutukan Spesialis Nyaris Juara di Piala AFF