3 Hal Penting Penentu Keberhasilan Timnas U-22 Versi Yabes Roni

Oleh Benediktus Gerendo Pradigdo pada 18 Agu 2017, 10:30 WIB
Diperbarui 18 Agu 2017, 10:30 WIB
Yabes Roni
Yabes Roni yakin Timnas Indonesia U-22 bisa sukses di SEA Games 2017 dengan tiga faktor kunci. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Selangor - Pemain sayap Timnas Indonesia U-22, Yabes Roni, senang bisa bermain penuh dan meraih kemenangan di hari kemerdekaan Indonesia, Kamis (17/8/2017) malam. Yabes Roni mengungkapkan ia optimistis bisa meraih sukses dengan perjuangan, doa, dan kerja keras yang dilakukan Tim Garuda Muda.

Yabes Roni tampil apik di sisi sayap kanan Timnas Indonesia U-22 saat menghadapi Filipina di laga kedua SEA Games 2017 yang digelar di Stadion Shah Alam, Selangor, Kamis (17/8/2017) malam.

Terkadang bertukar dengan Saddil Ramdani untuk berlari di sisi kiri, Yabes Roni dipercaya tampil selama 90 menit penuh dalam laga yang berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Indonesia itu.

Yabes semakin optimistis setelah Timnas Indonesia U-22 meraih kemenangan di laga kedua penyisihan Grup B SEA Games 2017. Menurut pemain asal Alor, NTT itu, hasil terbaik bisa diraih Tim Garuda Muda berkat tiga kunci penting.

"Ini adalah perjalanan panjang kami, masih ada beberapa pertandingan lagi. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik, bisa memberikan kemenangan. Saya optimistis kalau kami berjuang, kalau kami berdoa, dan kami bekerja keras, Tuhan pasti berikan hasil yang terbaik," ujar Yabes Roni.

Pemain Bali United itu tidak bisa menutupi rasa bahagia setelah Timnas Indonesia U-22 meraih kemenangan telak atas Filipina di Stadion Shah Alam dan bisa bermain selama 90 menit penuh. Yabes bangga bisa memberikan kado kemenangan untuk peringatan kemerdekaan Indonesia.

"Hari ini saya diberikan kesempatan oleh pelatih untuk bermain penuh. Saya bangga karena hari ini, pada saat Indonesia berulang tahun yang ke-72, kami bisa berjuang memberikan yang terbaik untuk semua masyarakat Indonesia yang telah mendukung kami," ujar Yabes Roni seusai pertandingan.


Laporan Benediktus Gerendo Pradigdo dan Vitalis Yogi Trisna dari Selangor, Malaysia