Pesan Ibnu Grahan untuk 3 Pilar Timnas Indonesia U-22

Oleh Zaidan Nazarul pada 19 Agu 2017, 08:15 WIB
Diperbarui 19 Agu 2017, 08:15 WIB
Timnas Indonesia U-22
Gelandang Timnas Indonesia, Evan Dimas Darmono mendapatkan pujian dari Ibnu Grahan setelah tampil apik saat melawan Filipina. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Bola.com, Surabaya - Tiga pemain Timnas Indonesia U-22 pernah merasakan polesan Ibnu Grahan ketika masih menjadi pelatih kepala Bhayangkara FC di TSC 2016 lalu. Ketiga pemain yang diturunkan saat mengalahkan Filipina 3-0 pada laga kedua Grup B SEA Games di Stadion Shah Alam, Selangor, adalah Evan Dimas Darmono, Putu Gede Juni Antara, dan Muhammad Hargianto.

Di pertandingan tersebut, ketiganya turun sebagai pemain starter. Putu mengisi posisi bek kanan menggantikan Gavin Kwan Adsit, sementara Evan dan Hargianto menempati sektor sentral Tim Garuda Muda bersama Septian David Maulana.

Dari ketiga mantan anak asuhnya itu, dua diantaranya, Putu Gede dan Hargianto, memberikan kontribusi penting atas terciptanya dua gol Timnas U-22. Seperti diketahui, Putu memberikan assist terukur yang diteruskan Septian untuk menjadi gol pertama Indonesia. Sementara Hargianto mencetak gol kedua Indonesia setelah menerima umpan daerah dari Septian.

Dari kacamata Ibnu, ketiga mantan anak asuhnya ini bermain bagus di pertandingan tersebut. “Putu sangat kuat di belakang. Tak sekali pun ia mampu dilewati pemain Filipina. Ia tahu kapan harus naik membantu serangan, dan kapan ia harus turun bertahan,” ujar Ibnu.

Ibnu juga memberikan kredit tersendiri kepada Hargianto dan Evan. Terlepas kualitas Filipina masih di bawah Indonesia, menurutnya, perkembangan keduanya sangat cepat dibanding laga pertama lawan Thailand.

Di pertandingan melawan Filipina, kedua pemain ini mampu berbagi peran dan fungsi dengan baik. Hargianto sebagai gelandang bertahan menjalankan tugasnya dengan sangat baik, terutama dalam memutus aliran bola lawan. Sementara Evan bertugas layaknya seorang playmaker yang mendistribusikan bola dengan baik.

Meski tak punya andil atas terciptanya ketiga gol yang dicetak Indonesia ke gawang Filipina, Ibnu menilai Evan menjadi salah satu pemain yang berperan besar atas permainan Tim Garuda Muda secara keseluruhan. Selain mendistribusikan bola, Evan layaknya seorang dirigen yang mampu mengatur tempo permainan Timnas Indonesia U-22.

“Ketiganya bermain luar biasa di laga ini.Pada pertandingan selanjutnya, terutama ketika bertemu dengan lawan sepadan, Hargianto dan Evan harus mengantisipasi umpan silang di belakang mereka. Jika gagal mengintersep, pemain lawan akan mengancam pertahanan timnas,” ujar Ibnu memberi masukan pada Evan maupun Hargianto.

Dari catatan Ibnu, dua kali mereka gagal mengantisipasi datangnya umpan silang di belakang mereka. Akibatnya, pemain lawan langsung berhadapan dengan pemain belakang Timnas Indonesia U-22. Sedangkan masukan untuk Putu, Ibnu meminta pemain berdarah Bali itu tidak emosional. Sebab, Putu sempat terpancing ketika Hansamu Yama terlibat adu mulut dengan pemain Filipina setelah pemain lawan menyikut rekan setimnya tersebut.