2 Perenang Indonesia Berbagi Pengalaman Melawan Juara Olimpiade

Oleh Cakrayuri Nuralam pada 23 Agu 2017, 21:30 WIB
Diperbarui 23 Agu 2017, 21:30 WIB
SEA Games 2017 Renang
Perenang Indonesia Glenn Victor Sutanto (kanan), Triady Fauzi Sidiq (kanan) menunjukan medali usai bertanding di SEA Games 2017 di National Aquatic Centre, Bukit Jalil, Malaysia, Rabu (23/8). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Bola.com, Kuala Lumpur - Dua perenang Indonesia, Triady Fauzi dan Glenn Victor gagal mengalahkan juara Olimpiade Joseph Schooling pada nomor 100 meter gaya kupu-kupu SEA Games 2017 di National Aquatic Stadium, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (23/8/2017).

Schooling menjadi yang tercepat setelah mencatatkan waktu 51,38 detik. Dia unggul 2,35 detik dari Triady, yang mendapat perak. Perenang Singapura juga itu unggul dari Glen yang berada di posisi ketiga.

Triady sempat memberikan perlawanan sengit kepada Schooling. "Saya sangat bahagia dengan hasil ini. Jujur saja ini merupakan waktu terbaik saya tahun ini. Saya kuat di 50 meter pertama, tapi saat 50 meter kedua masih tidak kuat," kata Triady usai pertandingan.

Bagi Triady, kehadiran Schooling di SEA Games membuatnya mendapat banyak ilmu. Dia tak berpikir Schooling tak pantas bermain di SEA Games karena levelnya tidak sebanding.

"Wajar Schooling main di SEA Games karena dia membela negaranya. Secara pribadi, saya sangat senang bisa bersaing dengan perenang kelas dunia. Terlebih lagi, dia pemegang medali Olimpiade," ucapnya.

Sementara itu, Glenn merasa Schooling tak pernah berubah, meski sudah menjadi atlet yang mendunia. "Saya pernah melawan dia. Sejauh ini dia tetap ramah dan menyapa kami," katanya.

"Bedanya memang jauh, dia sudah high level. Ini pengalaman bagus dapat kesempatan bermain melawan dia," ujar Glenn menambahkan.

Glenn juga mengayakan, dirinya tak kecewa berada di belakang Triady. Glenn tertinggal 0,22 detik dari rekan senegaranya itu.

"Namanya olahraga, sportif. Di luar lapangan, kami (Glen dan Triady) musuh, tapi di luar itu kita teman dekat. Saya tidak minder kalah dari Triady, karena dia latihan lebih keras," ucapnya mengakhiri.

(Laporan Cakrayuri Nuralam dan Faizal Fanani/Liputan6.com dari Kuala Lumpur, Malaysia)