8 Tugas Berat yang Menanti Menpora Zainudin Amali

Oleh Yus Mei Sawitri pada 23 Okt 2019, 13:50 WIB
Diperbarui 21 Nov 2019, 09:35 WIB
Zainudin Amali

Bola.com, Jakarta - Zainudin Amali resmi didapuk menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/10/2019). Berbagai tugas berat sudah menanti Zainudin, terutama di bidang olahraga. 

Sebelum diumumkan, Zainudin Amali berdiskusi dengan Jokowi mengenai kepemudaan dan olahraga. Beberapa hal yang dibicarakan di antaranya prestasi olahraga Indonesia dan ajang olahraga, terutama PON 2020 di Papua.

Pelaksanaan PON Papua 2020 memang sempat jadi sorotan menyusul memanasnya situasi di Papua belum lama ini. 

"Targetnya secara umum saja bagaimana mengembangkan prestasi dan menghadapi PON 2020," kata Zainudin dikutip dari Liputan6.com.

Selain itu, berbagai tantangan lain juga tak kalah penting, antara lain memuluskan misi Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. 

Satu lagi tugas yang tak kalah berat adalah membenani sepak bola Indonesia. Presiden Jokowi bahkan memberi pesak khusus agar Menpora membenani sepak bola saat pengumuman nama-nama menteri hari ini. 

Apa lagi tugas berat yang akan menanti Zainudin Amali sebagai Menpora di Kabinet Indonesia Maju? Berikut rangkuman dari Bola.com

 

2 dari 9 halaman

1. Pelaksanaan PON Papua 2020

Bahlil Lahadalia dan Zainudin Amali Temui Jokowi di Istana
Politikus Partai Golkar Zainudin Amali tiba di Istana, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Belum diketahui posisi apa yang akan diisi oleh Zainudin dalam kementerian Kabinet Kerja Jilid II. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Pelaksanaan PON Papua 2020 menjadi polemik karena situasi di provinsi tersebut sempat memanas beberapa waktu lalu. Bahkan, Gubernur Papua Lukas Enembe sempat mengajukan permintaan kepada Kemenpora dan Presiden Joko Widodo agar pelaksanaan PON 2020 ditunda. 

Alasan yang diajukan Lukas Enembe bukan hanya terkait sempat memanasnya suasana di Papua, tapi karena pembangunan insfranstruktur juga mengalami kendala. Hingga September, pembangunan insfrastruktur baru mencapai 50 persen.

Permintaan Lukas ditolak Jokowi, sehingga PON Papua tetap digelar sesuai jadwal. 

Untuk meringankan pihak penyelenggara diambil kebijakan memangkas jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan, dari 47 menjadi 37. 

Dengan kondisi tersebut, Zainudin punya tugas untuk mengawal persiapan Papua, terutama memastikan infrastruktur rampung sesuai jadwal. 

 

3 dari 9 halaman

2. Memperbaiki Prestasi di SEA Games 2019

SEA Games 2019
Logo SEA Games 2019 di Filipina. (Bola.com/Dok. VFF)

Indonesia bisa dibilang gagal total pada SEA Games 2017. Skuat Merah Putih hanya menempati posisi kelima dengan raihan 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu.

Gelar juara umum disabet Malaysia dengan perolehan 145 emas, 92 perak, dan 86 perunggu. Sementara urutan kedua ditempati, Thailand dengan 72 emas, 86 perak, dan 88 perunggu. 

Vietnam di urutan ketiga dengan 58 emas, 50 perak, 60 perunggu. Menyusul di urutan keempat, Singapura dengan 57 emas, 58 perak, dan 73 perunggu.

Indonesia berencana mengirim 673 atlet ke SEA Games 2019 yang berlangsung di Filipina pada 30 November hingga 11 Desember. Pada SEA Games tahun ini, Indonesia mengincar 45 medali emas, atau lebih banyak tujuh medali dibanding tujuh tahun lalu. 

Menpora kini bertugas mengawasi dan memastikan target yang dipatok tersebut bisa dipenuhi atau bahkan lebih baik, supaya prestasi Indonesia lebih baik dibanding dua tahun lalu. 

 

4 dari 9 halaman

3. Mempertahankan Tradisi Emas Olimpiade

Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon
Ganda putra Indonesia, Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon. (PBSI)

Sejak bulutangkis dipertandingkan pada Olimpiade Barcelona 1992, Indonesia punya tradisi meraih medali emas. Tradisi tersebut hanya sekali terhenti pada Olimpiade London 2012. Saat itu Indonesia gagal membawa pulang medali emas. 

Pada Olimpiade 2016, bulutangkis kembali menyumbang medali emas. Saat itu, medali emas dipersembahkan oleh ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir. 

Pada tahun depan, kans meneruskan tradisi emas olimpiade kembali tersampir ke cabang olahraga bulutangkis. Peluang terbesar menyumbangkan medali emas di nomor ganda putra.

Indonesia saat ini memiliki tiga ganda putra yang menempati rangking lima besar dunia, yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto. 

Kans lain bisa datang dari cabang olahraga panjat dinding, yang akan dipertandingkan untuk kali pertama di ajang Olimpiade. 

Indonesia punya peluang meraih emas melalui Aries Susanti Rahayu. Modal dia menghadapi Olimpiade 2020 sangat meyakinkan. Aries Susanti baru saja meraih emas pada Kejuaraan Dunia di  China dan memecahkan rekor dunia di  nomor speed putri. 

 

5 dari 9 halaman

4. Mengawal Misi Indonesia Jadi Tuan Rumah Olimpiade 2032

Zainudin Amali juga menghadapi tugas lain yang tak kalah berat, yaitu mengawal misi Indonesia yang mengincar jadi tuan rumah Olimpiade 2032. 

Indonesia akan menghadapi persaingan berat. Beberapa negara yang tertarik menjadi tuan rumah Olimpiade 2032 di antaranya Korea Selatan bersama Korea Utara, India, Malaysia, China dengan mengajukan beberapa kota sekaligus, Spanyol, Jerman, Rusia, Mesir, Inggris, Argentina, Ghana, dan Afrika Selatan, dan Australia.

Pengumuman negara yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade akan ditentukan pada 2025. 

6 dari 9 halaman

5. Mengawal Pembenahan PSSI

PSSI Logo
Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Salah satu tugas terbesar Zainudin Amali adalah mengawal pembenahan PSSI. Federasi Sepak Bola Indonesia itu terus jadi sorotan karena berbagai polemik. 

Setelah Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi mundur pada awal tahun 2019, sang pelaksana tugas PlT Ketua Umum, Joko Driyono, malah tersangkut kasus hukum. 

Tata kelola dan prestasi PSSI juga masih jauh dari harapan. Buktinya, prestasi sepak bola Indonesia yang miskin prestasi dan makin merosot belakangan ini. Timnas Indonesia bahkan kini sulit bersaing di tingkat Asia Tenggara, apalagi Asia. 

Harapan mencicipi perhelatan Piala Dunia bagaikan mimpi yang makin sulit dijangkau. 

Salah satu tugas Menpora adalah untuk memantau supaya pembenahan PSSI berjalan sesuai harapan. Salah satu agenda terdekat adalah ikut mengawalan pelaksanaan Kongres PSSI.  

7 dari 9 halaman

6. Pembenahan Sepak Bola Indonesia

Timnas Indonesia Vs Malaysia
Pelatih Timnas Indonesia, Simon McMenemy, tampak lesu usai ditaklukkan Malaysia pada laga kualifikasi Piala Dunia 2022 di SUGBK, Jakarta, Kamis (5/9). Indonesia takluk 2-3 dari Malaysia. (Bola.com/M Iqbal Ichsan)

Sepak bola Indonesia menjadi sorotan karena terus diterpa masalah dan miskin prestasi. Salah satu masalah yang mencolok adalah merebaknya kasus pengaturan skor, yang melibatkan banyak pihak, hingga pejabat PSSI. 

Pelaksanaan liga juga tak lepas dari masalah. Salah satunya soal regulasi hingga penetapan jadwal kompetisi yang berubah-ubah, tak seperti liga-liga lain di berbagai belahan dunia. Masalah yang juga harus dibenahi adalah kerusuhan suporter yang masih menghantui, bahkan hingga memakan korban. 

Prestasi Timnas Indonesia yang terus merosot juga jadi sorotan. Skuat Garuda bahkan kini sudah kerepotan bersaing di level Asia Tenggara. 

Zainudin Amali sebagai Menpora baru dituntut bisa mengambil langkah-langkah strategis, terutama terkait hubungan dengan PSSI, supaya sepak bola Indonesia bisa bangkit dan terlepas dari berbagai masalah yang menghimpitnya. 

8 dari 9 halaman

7. Tuan Rumah MotoGP 2021

Proyek Sirkuit Mandalika Lombok
Foto udara pada 23 Februari 2019 menunjukkan proyek pengembangan pesisir Mandalika yang diusulkan menjadi lokasi balapan sepeda motor MotoGP dengan sirkuit jalan yang dibangun khusus, di Mandalika, selatan Lombok. (ARSYAD ALI/AFP)

Indonesia sedang mengebut persiapan untuk menjadi tuan rumah MotoGP 2021. Perhelatan balap motor paling bergengsi di dunia itu akan dilaksanakan di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. 

Menpora harus mengawasi agar semuanya berjalan lancar, terutama penyelesaian pembangunan sirkuit jalan raya Mandalika supaya bisa rampung sesuai rencana.

9 dari 9 halaman

8. Tuan Rumah Piala Dunia Basket FIBA 2023

Perbasi
FIBA memberikan apresiasi terhadap keseriusan dan komitmen Indonesia untuk menggelar Piala Dunia Basket 2023. (dok. Perbasi)

Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia Basket FIBA 2023, bersama Filipina dan Jepang. Menpora perlu mengawal dengan intens persiapan Indonesia untuk menghadapi event bergengsi tersebut. 

Indonesia tak mendapat tiket otomatis lolos meski menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia FIBA 2023 bersama Filipina dan Jepang. FIBA, selaku federasi bola basket dunia, mengharuskan Indonesia setidaknya membuktikan diri dengan masuk 10 besar pada FIBA Asia Cup 2021 nanti.

 

Lanjutkan Membaca ↓