6 Agenda Olahraga Krusial Terdekat yang Dihadapi Menpora Baru, Zainudin Amali

Oleh Marco Tampubolon pada 23 Okt 2019, 20:01 WIB
Diperbarui 23 Okt 2019, 20:01 WIB
Bahlil Lahadalia dan Zainudin Amali Temui Jokowi di Istana
Politikus Partai Golkar Zainudin Amali tersenyum saat tiba di Istana, Jakarta, Selasa (22/10/2019). Belum diketahui posisi apa yang akan diisi oleh Zainudin dalam kementerian Kabinet Kerja Jilid II. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Jakarta - Zainudin Amali akhirnya resmi ditunjuk sebagai Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo, menyebut namanya dalam pengumuman susunan Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024 di Istana Negara, Rabu (23/10/2019). 

Zainudin Amali selama ini dikenal sebagai politisi Golkar yang sudah malang-melintang sebagai wakil rakyat. Pria asal Gorontalo itu sudah empat kali menjabat sebagai anggota DPR RI. 

Sebelumnya jabatan Menpora dipegang oleh Imam Nahrawi. Namun di akhir masa jabatannya, Imam justru tersandung kasus korupsi dan sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Sebagai menteri baru, tugas berat sudah menanti Zainudin. Salah satunya bahkan secara eksplisit sudah disampaikan oleh Presiden Jokowi saat mengundangnya ke Istana Negara.

Setidaknya ada dua pesan khusus Presiden Jokowi kepada Zainudin pada pertemuan tersebut. Salah satunya terkait PON Papua yang akan berlangsung tahun depan 2020. Selain itu, Presiden Jokowi juga tidak lupa menitipkan sepak bola Indonesia kepada Zainudin. 

Lalu apa saja sebenarnya agenda olahraga besar yang menanti Zainudin Amali dalam waktu dekat ini? Simak ulasannya di halaman berikutnya.

 

 

 

 

2 dari 7 halaman

PON Papua 2020

Penutupan PON Jabar 2016 dan Harapan yang Lebih Baik di PON Papua 2020
Perwakilan dari Papua mengibarkan bendera PON tanda siap mensukseskan PON Papua 2020 pada pentupan PON XIX Jabar 2016 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kamis (29/9/2016). (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang multievent tertinggi di Indonesia. PON berlangsung setiap empat tahun sekali. PON di Papua merupakan edisi ke-20 sejak ajang ini pertama kali digelar 1948 yang lalu. Terakhir, PON berlangsung di Jawa Barat, 2016 lalu.

Meski bukan hajatan baru bagi olahraga di Indonesia, penyelenggaraan PON kerap menuai kontroversi. Mulai dari pengelolaan infrastruktur yang rentan dikorupsi hingga jual-beli atlet yang akan bertanding. Belakangan ini, sudah seperti tradisi kalau setiap tuan rumah PON bakal membajak atlet-atlet ternama dari daerah lain demi mendulang medali. 

PON yang seharusnya menjadi ajang bagi atlet-atlet daerah untuk mengukir prestasi justru jadi bursa transfer bagi atlet-atlet amatir. Iming-iming gaji dan bonus yang besar pun menjadi alasan atlet untuk 'berkhianat' terhadap daerah asalnya. 

 

 

3 dari 7 halaman

Kongres PSSI

PSSI Logo
Logo PSSI. (Bola.com/Dody Iryawan)

Keputusan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi membekukan PSSI pernah menyebabkan sepak bola Indonesia disanksi FIFA. Akibatnya, kompetisi di Tanah Air terhenti dan tim nasional (timnas) Indonesia juga dilarang bertanding di ajang internasional. 

Keputusan Imam terbit pada 18 April  2015 atau hanya berselang sehari setelah La Nyalla Mattalitti terpilih sebagai ketua umum lewat Kongres PSSI yang berlangsung di Surabaya.

Ini melengkapi kondisi PSSI yang tidak pernah kondusif sejak Nurdin Halid lengser 2011 lalu. Setelah Komite Normalisasi akhirnya berhasil menggelar pemilihan yang melahirkan kepemimpinan Djohar Airifn Husin 2011 lalu, beragam intrik mewarnai perjalanan PSSI.

Mulai dari kehadiran Komite Penyelamat Sepak Bola Indonesia (KPSI) yang mengakibatkan dualisme kompetisi, hingga lengsernya ketua umum PSSI Edy Rahmayadi beberapa waktu lalu. Edy yang terpilih lewat Kongres PSSI di Ancol 2016 itu mundur tidak lama setelah berhasil memenangkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut).

Posisi Edy kemudian ditempati oleh Joko Driyono yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI. Namun Joko belakangan juga ditangkap polisi dan akhirnya divonis bersalah melakukan tindak pidana merusak barang bukti terkait kasus pengaturan skor sepak bola. Pria yang akrab disapa Jokdri itu divonis 1,5 tahun penjara.

Dalam waktu dekat ini, PSSI akan kembali menggelar Kongres untuk menentukan anggota-anggota komite eksekutif (Exco), ketua umum, dan wakil ketua umum. Agenda Pemilihan tersebut bakal berlangsung di Hotel Shangrila, Jakarta Pusat, Sabtu, 2 November 2019. 

 

 

4 dari 7 halaman

SEA Games 2019

SEA Games 2019
Logo SEA Games 2019 di Filipina. (Bola.com/Dok. VFF)

SEA Games merupakan multievent dua tahunan yang diikuti negara-negara Asia Tenggara. Tahun ini, SEA Games bakal berlangsung di Filipina, 30 November - 11 Desember.

Indonesia terakhir kali keluar sebagai juara pada SEA Games 2011 yang berlangsung di Jakarta dan Palembang. Setelah itu, Indonesia selalu terlempar dari posisi tiga besar. 

Pada SEA Games 2013 yang berlangsung di Myanmar, Indonesia finis di peringkat ke-4 dengan 64 emas, 84 perak, dan 110 perunggu. Dua tahun kemudian, pada SEA Games Singapura, Indonesia juga finis kelima dengan 47 emas, 61 perak, dan 74 perunggu. 

Rangking yang sama juga diraih Indonesia pada SEA Games 2017 yang berlangsung di Malaysia usai mengoleksi 38 emas, 63 perak, dan 90 perunggu. Menghadapi SEA Games Filipina 2019, Indonesia mengirimkan 773 atlet yang akan bertanding pada  49 dari 56 cabang olahraga secara keseluruhan. Chief de Mission (CdM) SEA Games 2019, Harry Warganegara, mengaku pihaknya belum menentukan target untuk Kontingen Indonesia. 

 

5 dari 7 halaman

Formula E

Banner Infografis Jakarta Siap Gelar Formula E 2020?
Banner Infografis Jakarta Siap Gelar Formula E 2020? (Liputan6.com/Triyasni)

Gebrakan dilakukan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan terhadap olahraga otomotif Indonesia. Anies menghadirkan balap mobil single seater pertama di jalanan ibu kota lewat kehadiran Formula E (mobil listrik) yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Juni 2020. 

Penyelenggaraan akan berlangsung di kawasan Monumen Nasional (Monas). Untuk membangun sirkuit, Pemprov DKI Jakarta menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Balapan Formula E merupakan ajang baru di dunia otomotif. Adu kebut mobil-mobil listrik ini mulai berlangsung sejak 2014 lalu. Musim ini, Formula E diikuti 12 tim dan 24 pembalap. Mantan pembalap Formula 1, Felippe Massa juga ikut tampil di bawah tim Venturi Racing. 

 

 

6 dari 7 halaman

MotoGP Mandalika

Logo MotoGP
Logo MotoGP

Selain Formula E, dunia olahraga otomotif Tanah Air juga bakal menghadirkan balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP. Ini tidak lepas dari keputusan Dorna selaku promotor memberi lampu hijau kepada Indonesia untuk menjadi tuan rumah MotoGP pada 2021. 

Rencananya ajang ini bakal berlangsung di Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat. Rencananya, MotoGP Indonesia 2021 menggunakan konsep sirkuit jalanan.

Lintasan yang dilalui pembalap bakal dipadukan dengan keindahan alam Mandalika yang membuat MotoGP Indonesia berbeda dari yang sudah ada dan pantang dilewatkan.

Presiden Jokowi, optimistis balapan ini bisa berlangsung 2021. Selain bermanfaat bagi dunia otomotif Tanah Air, Jokowi juga berharap MotoGP berdampak bagi pariwisata Indonesia. "Ini berarti kita akan dapat dua kemanfaatan. Selain olahraga juga pariwisata kita secara brand akan terangkat dan Mandalika akan mendapat manfaat karena investasi ini," katanya. 

 

 

7 dari 7 halaman

Olimpiade 2020

Medali Olimpiade Tokyo 2020
Medali Olimpiade Tokyo 2020 resmi diumumkan kepada publik saat seremoni untuk merayakan momen satu tahun jelang Olimpiade di Tokyo, Rabu (24/7/2019). Medali yang didesain Junichi Kawanishi itu berdiameter 85 mm dan dihiasi gambar dewi Yunani, Nike serta logo Olimpiade. (Behrouz MEHRI/AFP)

Hajatan yang tak kalah penting bagi olahraga Indonesia adalah Olimpiade 2020 yang akan berlangsung di Jepang. Kontingen Indonesia pertama kali tampil di ajang ini pada 1952 lalu.

Prestasi terbaik diraih pada Olimpiade Barcelona 1992 di mana Indonesia berhasil merebut dua emas, dua perak, dan 1 perunggu. Dua emas kala itu diraih dari cabang bulu tangkis. 

Sejak saat itu, Indonesia selalu menjaga tradisi emas lewat cabang olahraga yang sama. 

Tahun depan, Indonesia kembali akan berpartisipasi pada ajang yang sama. Berbeda dari Olimpiade sebelumya, Jepang sebagai tuan rumah memasukkan lima nomor baru, termasuk di antaranya panjat tebing. Cabang ini berpeluang menjadi tambang emas bagi Indonesia melalui Aries Susanti Rahayu yang baru saja merebut emas pada kejuaraan dunia International Federaion of Sport Climbing (IFSC) World Cup 2019 yang digelar di Xiamen, Tiongkok, Sabtu (19/10). Di babak final Aries mengalahkan wakil Tiongkok, Yi Ling Song, sekaligus mengukir rekor baru dengan catatan waktu 6,995 detik. 

 

Sumber asli: Liputan6.com

Disadur dari: Liputan6.com (Marco Tampubolon/Edu Krisnadefa, Published 23/10/2019)

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by