Liliyana Natsir Berharap Regenerasi Bulutangkis di Indonesia Terus Berjalan

Oleh Vincentius Atmaja pada 27 Okt 2019, 00:20 WIB
Diperbarui 27 Okt 2019, 00:20 WIB
Liliyana Natsir
Ganda campuran Indonesia, Liliyana Natsir, tersenyum saat melawan ganda Malaysia pada Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Sabtu (26/1). Tontowi / Liliyana lolos ke final. (Bola.com/Yoppy Renato)

Bola.com, Karanganyar - Peraih medali emas olimpiade Brasil 2016, Liliyana Natsir, jelas kecewa andai regenerasi bulutangkis Indonesia tersendat atau bahkan macet. Terutama, sempat terjadi polemik KPAI dengan PB Djarum.

Saat ini, Butet, sapaan karib Liliyana Natsir, sedang berada di Karanganyar, Jawa Tengah, untuk ikut memantau peserta audisi Beasiswa Bulutangkis 2019. Ia sangat antusias ikut menyeleksi pebulutangkis masa depan Indonesia.

"Jangan sampai tidak ada regenerasi lagi, untuk naik lagi itu susah. Kemudian jangan sampai terlalu jauh dari generasi sebelumnya, tapi stok selalu ada," ujar Lilyana Natsir kepada Bola.com di Rumah Dinas Bupati Karanganyar.

Butet bangga Indonesia sampai sekarang masih menelurkan pebulutangkis di nomor ganda yang cukup berprestasi, seperti pasangan Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan, atau pasangan campuran Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti.

Butet mengaku terkejut dengan skill peserta audisi bulutangkis yang jauh lebih lengkap. Jauh berbeda ketika ia mengawali karier, juga dalam audisi saat berusia belia.

"Saya meyakini dan menyaksikan sendiri dalam audisi di Bandung, Purwokerto, dan Surabaya. Umur 9 tahun sudah bisa smash dan main net, beda dengan saya dulu, umur 10 tahun belum bisa mukul. Artinya, perkembangan bulutangkis Indonesia sudah makin berkembang," tuturnya.

Audisi Umum
Jajaran pemandu bakat dan pengurus PB Djarum bersama Bupati Karanganyar, Juliyatmono, berfoto bersama. (Bola.com/Vincentius Atmaja)
2 dari 2 halaman

Saran Khusus

Wanita berusia 35 tahun ini punya saran khusus untuk atlet masa depan Indonesia. Hal itu mengacu pada pengalaman personalnya selama ini hingga akhirnya mampu menjadi pebulutangkis andalan Indonesia dan meraih berbagai prestasi membanggakan.

"Nonteknis dikurangi, sikap manja, cengeng, gampang menyerah, tidak ada motivasi. Ada kalah ada menang, jangan menyerah," ucap Liliyana Natsir.

"Kami yang sudah pernah meraih olimpiade, pasti pernah gagal kok. Tidak mungkin selalu berhasil. Tapi, bagaimana bisa bangkit dari setiap kegagalan," jelas pebulutangkis asal Manado itu.

Lanjutkan Membaca ↓