Timnas Indonesia U-22 Kalahkan Iran, Indra Sjafri Sindir Bek Singapura

Oleh Muhammad Adiyaksa pada 17 Nov 2019, 05:30 WIB
Diperbarui 21 Nov 2019, 09:35 WIB
Indonesia U-22 vs Iran U-23

Bola.com, Bogor - Kemenangan 2-1 atas Iran U-23 di Stadion Pakansari, Kabupaten Bogor, Sabtu (16/11/2019), pada uji coba terakhir sebelum SEA Games 2019 kian mempertembal kepercayaan diri Timnas Indonesia U-22. Terutama bagi pelatih Indra Sjafri. Arsitek asal Sumatera Barat itu menilai keberhasilan Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan dapat membungkam bek Singapura, Jordan Vestering.

Sebelumnya, Indra tersinggung dengan pernyataan Vestering. Pemain asal Hougang United itu sempat melontarkan komentar setelah Singapura merampungkan pemusatan latihan di Jepang untuk SEA Games 2019 26 Oktober-7 November. 

Bek keturunan Belanda itu mengatakan TC di Jepang sangat berguna bagi Singapura untuk menghadapi lawan-lawan seperti Thailand dan Vietnam. Hanya saja, Vestering tidak menyebut nama Timnas Indonesia U-22.

Ketika disinggung mengenai kemiripan Iran dengan pesaing Timnas Indonesia U-22, Indra malah menyinggung nama Vestering. "Thailand lebih baik tidak dari Iran? Saya tida bisa memberi tahu di sini," ujar Indra kepada wartawan.

"Dengan kemenangan melawan Iran, pelecehan bek Singapura yang menyebut Thailan dan Vietnam, mudah-mudahan bisa membuat mereka taubat," ungkap Indra.

2 of 2

Evaluasi 5 Uji Coba

Indonesia U-22 vs Iran U-23
Gelandang Timnas Indonesia U-22, Egy Maulana Vikri, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Timnas Iran U-23 pada laga uji coba internasional di Stadion Pakansari, Bogor, Sabtu (16/11). Indonesia menang 2-1 atas Iran. (Bola.com/Yoppy Renato)

Sebelumnya, Timnas Indonesia U-22 telah beruji coba melawan Iran di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (13/11/2019), yang berkesudahan 1-1. Total sebelum SEA Games 2019, Garuda Muda melakoni lima pertandingan uji tanding.

Tiga pertandingan uji coba pertama Timnas Indonesia U-22 berlangsung pada turnamen CFA International Football Tournament 2019 di China pada Oktober 2019. Garuda Muda meraih menelan kekalahan 0-1 dari Yordania dan 0-2 dari China, serta menahan imbang Arab Saudi 1-1.

"Ada satu hasil yang belum saya terima, rekapitulasi teknis lima kali uji coba. Yang belum juga adalah hasil tek fisik, kadar lemak, dan sebagainya serta USG paru-paru mereka. Besok pagi secara maraton akan kami bedah satu per satu pemain," imbuh Indra.

"Kami tidak memilih pemain, karena pemain yang boleh dibawa ke SEA Games 2019 hanya 20 pemain dan pertandingan sampai final totalnya tujuh laga dalam 14 hari. Jadi kami butuh pemain yang 100 persen," imbuhnya.

Lanjutkan Membaca ↓