5 Fakta Menarik Velizar Popov, Pelatih Myanmar yang Pernah Sebut Timnas Indonesia U-22 Arogan

Oleh Yus Mei Sawitri pada 06 Des 2019, 09:05 WIB
Diperbarui 06 Des 2019, 09:05 WIB
Velizar Popov (Timnas Myanmar U-22)
Velizar Popov, pelatih Timnas Myanmar U-22. (Bola.com/Dok. MFF)

Bola.com, Jakarta - Timnas Indonesia U-22 akan berjibaku melawan Myanmar pada semifinal sepak bola SEA Games 2019. Duel antara dua tim tersebut akan digelar pada Sabtu (7/12/2019). 

Myanmar berstatus juara Grup A pada fase penyisihan SEA Games 2019 tersebut, sedangkan Timnas Indonesia U-22 merupakan runner up Grup B, di bawah Vietnam. 

Kedua tim sama-sama mengusung ambisi tinggi menjelang bentrok di semifinal. Timnas Indonesia bertekad lolos ke final dan merengkuh medali emas SEA Games 2019. Emas SEA Games sudah lama diidam-idamkan oleh skuat Garuda Muda. Indonesia kali terakhir merengkuh medali emas SEA Games pada 1991, kebetulan juga digelar di Filipina. 

Di sisi lain, Myanmar belum pernah menjadi kampiun sepak bola sejak ajang dua tahunan itu bertajuk SEA Games. Myanmar pernah menjuarai pesta olahraga di kawasan Asia Tenggara itu saat masih bernama Peninsular Games. Saat itu, Myanmar juga masih bernama Burma. Medali emas diraih Myanmar pada 1965, 1967, 1969, 1971, dan 1973. 

Setelah 46 tahun, Myanmar punya kesempatan kembali menjadi raja sepak bola di ajang olahraga Asia Tenggara. Kali ini, pasukan Myanmar berjuang dipimpin pelatih Velizar Popov

Popov mengejutkan banyak pihak karena berhasil membawa Timnas Myanmar U-22 menjadi juara Grup A dan melenggang ke semifinal. Padahal, pada turnamen Piala AFF U-22 Februari lalu, tim besutannya gagal lolos dari fase grup. 

Dalam tempo delapan bulan, Popov berhasil mengubah performa Timnas Myanmar U-22 hingga tampil meyakinkan di SEA Games 2019. 

Siapakah dan seperti apa sosok Velizar Popov yang kini menangani Timnas Myanmar U-22. Berikut lima fakta yang dikumpulkan Bola.com dari berbagai sumber. 

 

 

2 dari 6 halaman

1. Belum Genap Setahun Tangani Timnas Myanmar U-22

Timnas Myanmar U-22
Pelatih Timnas Myanmar U-22, Velizar Popov, saat melatih tim asuhannya di Phnom Penh jelang laga pertama Piala AFF U-22 2019. (Bola.com/Dok. MFF)

Velizar Popov terhitung belum lama menangani Timnas Myanmar U-22. Federasi Sepak Bola Myanmar (MFF) menunjuk Popov sebagai pelatih pada 18 Januari 2019. 

Popov ditunjuk menggantikan Kyi Win, yang telah menjadi pelatih Timnas Myanmar U-22 sejak 2015. Popov dibebani beberapa target oleh MFF, salah satunya menembus semifinal SEA Games 2019.

Target tersebut telah berhasil dipenuhinya. 

 

3 dari 6 halaman

2. Karier Bermain

Saat masih berstatus pemain, Velazar Popov bisa bermain di beberapa posisi. Pria asal Bulgaria tersebut bisa diplot sebagai gelandang bertahan, tapi dapat juga menempati posisi bek. 

Karier bermainnya secara profesional bisa dibilang tidak terlalu lama, sejak 1995 hingga 2000. Dia pernah memperkuat tiga klub berbeda yaitu Lokomotiv Plovdiv (1995–1996),  Hebar Pazardzhik (1996–1999), dan Spartak Plovdiv (1999–2000 ). 

4 dari 6 halaman

3. Malang Melintang di Asia dan Timur Tengah

Karier kepelatihan Velizar Popov sudah cukup panjang, sekitar 20 tahun. Dia mengawali kiprahnya di pinggir lapangan dengan menjadi pelatih junior di klub Bulgaria, Spartak Plovdiv, pada 1999–2002. 

Dia juga pernah menangani klub asal Bulgaria (Cherno More), Denmark (FC Liberika), hingga Moldova (Fc Costuleni).

Belakangan dia menghabiskan banyak waktunya dengan bertualang menjadi pelatih di berbagai klub Asia dan Timur Tengah, seperti di Suphanburi FC (Thailand), Sur SC (Oman), Kelantan FA (Malaysia), dan Sisaket FC (Thailand). Kariernya di Asia makin lengkap setelah Popov ditunjuk menjadi pelatih Timnas Myanmar U-22.

 

5 dari 6 halaman

4. Dua Kali Menangani Tim Nasional

Sebelum menangani Timnas Myanmar U-22, Popov baru sekali merasakan pengalaman menangani tim nasional sepak bola. Pengalaman pertamanya adalah membesut Timnas Maladewa pada 2015. 

Popov mengatakan melatih tim nasional sangat berbeda dibandingkan saat berkiprah sebagai pelatih di level klub. 

“Saya sadar tugas melatih tim nasional adalah sesuatu yang berbeda jika dibandingkan dengan tugas membimbing klub-klub sebelum ini," kata Popov saat ditunjuk membesut Timnas Myanmar U-22 pada Januari 2019, seperti dilansir Fox Sport

“Saya percaya sepak bola Myanmar mempunyai masa depan yang cerah dan saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu dan meningkatkan kualitas permainan mereka."

“Kami juga tidak akan melakukan hal-hal hebat dalam masa yang singkat. Tapi jika kami mampu saling memahami dan bekerja keras, maka pasti kami akan mencapai kesuksesan nanti," imbuh Popov. 

 

6 dari 6 halaman

5. Pernah Sebut Timnas Indonesia U-22 Arogan

Para pemain Timnas Indonesia U-22 berlari santai saat latihan. (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)
Para pemain Timnas Indonesia U-22 berlari santai saat latihan di Lapangan AUPP, Phnom Penh, Selasa (19/2). (Bola.com/Zulfirdaus Harahap)

Pelatih Timnas Myanmar U-22, Velizar Popov, pernah menyebut Timnas Indonesia U-22 arogan. Komentar itu dilontarkannya bermain 1-1 melawan Timnas Indonesia U-22 pada laga pembuka Grup B Piala AFF 2019, 8 Februari 2019. Menurut Popov, hasil itu jadi ajang balas dendam buat timnya atas arogansi pasukan Indra Sjafri. 

“Di atas kertas, Indonesia dan Malaysia favorit dan terbaik. Akan tetapi ,dalam pengalaman saya di sepak bola tim terbaik bisa selesai setelah hasil (imbang) pada laga pertama,” kata Popov seusai pertandingan.  

Popov menyebut Timnas Indonesia U-22 telah meremehkan Myanmar U-22. Hal itu terjadi setelah pada Piala AFF U-18 2017, Indra Sjafri bersama anak asuhnya menang 7-1 atas Myanmar.

“Namun, di lapangan sebelas melawan sebelas dan semua pemain punya dua kaki, bukan tiga. Maka untuk saya tidak ada tim favorit di lapangan. Jika seseorang meremehkan kami maka mereka akan kesulitan. Indonesia sedikit arogan, mereka meremehkan kami setelah pernah mengalahkan kami 7-1 di Myanmar,” ujar pelatih berpaspor Bulgaria itu.

 

Pembaca Bola.com bisa menikmati sajian liputan eksklusif SEA Games 2019 Filipina dengan mengklik tautan ini.

Lanjutkan Membaca ↓