Eks Barcelona Kecam Sikap Spanyol soal Bentrokan di Catalunya

Oleh Muhammad Ivan Rida pada 02 Okt 2017, 09:14 WIB
Diperbarui 02 Okt 2017, 09:14 WIB
Referendum Barcelona
Polisi menghentikan masyarakat Barcelona yang hendak memberikan suara pada referendum kemerdekaan dari Spanyol, Minggu (1/10/2017). (AFP/Pau Barrena)

Bola.com, Barcelona - Eks pemain Barcelona, Gary Lineker, mengungkapkan kekesalannya terkait kerusuhan yang terjadi di Catalunya. Lineker mengindikasikan tidak setuju dengan respons pemerintah Spanyol dalam menyikapi peristiwa tersebut.

Masyarakat Catalan diberitakan melakukan pemungutan suara atau referendum, Minggu (1/10/2017) pagi waktu setempat. Upaya itu dilakukan guna mengetahui suara terbanyak apakah memilih memisahkan diri atau tetap berada di bawah naungan Spanyol.

Sayang, pemerintah Spanyol tidak memberi restu karena menganggap perbuatan itu ilegal. Pemerintah lantas menurunkan para polisi anti huru hara untuk mengintervensi kegiatan tersebut.

Hadirnya para personel kepolisian membuat suasana menjadi memanas dan berujung kerusuhan. Media-media Eropa memberitakan, banyak warga Catalunya yang mengalami luka-luka akibat sikap arogansi dari pihak keamanan negara.

Suasana mencekam di Catalunya sempat diunggah Conflict News melalui akun Twitter mereka. Hal itu tak ayal menuai tanggapan dari berbagai pihak, termasuk Gary Lineker.

"Pemandangan yang benar-benar mengerikan di Catalunya, menjijikkan," tulis Lineker melalui akun Twitter pribadinya

Kekacauan yang terjadi di Catalunya berimbas langsung kepada Barcelona. Skuat Ernesto Valverde terpaksa menggelar laga melawan Las Palmas tanpa adanya dukungan dari para suporter, di Stadion Camp Nou.

Sumber: Sport

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini