9 Pemain Kelahiran Catalunya yang Bawa Spanyol Raih Trofi

Oleh Nurfahmi Budi pada 02 Okt 2017, 10:25 WIB
Diperbarui 02 Okt 2017, 10:25 WIB
xavi hernandez
Xavi Hernandez memiliki mimpi melatih Barcelona suatu saat nanti. (AFP/Karim Jaafar)

Bola.com, Jakarta - Catalunya tengah bergejolak akibat rencana memisahkan diri dari Spanyol. Tak pelak, area yang menjadi markas klub Barcelona tersebut, memunculkan sentimen yang kian panas karena sudah sejak lama keinginan tersebut telontar dari sebagian masyarakat di wilayah provinsi Catalonia.

Imbas dari hubungan panas Catalonia dan pemerintah pusat di kota Madrid, berefek ke dunia sepak bola. Barcelona, tim papan atas di Spanyol, memiliki kans pergi dari La Liga jika Catalonia benar-benar berdiri sebagai negara sendiri.

Kabar beredar, andai keputusan Catalunya adalah berpisah dari sang induk, bisa saja Barcelona berkiprah di kompetisi negara lain, terutama Premier League. Kondisi tersebut memunculkan efek yang bisa saja menyasar ke kekuatan timnas Spanyol.

Bukan rahasia lagi, beberapa pemain asal klub Barcelona punya peran besar terhadap kinerja timnas Spanyol, baik yang sudah, sedang ataupun pada masa depan. Berikut ini beberapa nama penggawa kelahiran Catalunya yang sudah memberi trofi juara bagi Spanyol.

1. Xavi Hernández

Julukannya adalah Sang Jenderal. Sematan tersebut cocok dengan peran yang diembannya dalam sistem permainan timnas Spanyol. Role model tiki-taka tersebut mampu menduplikasi taktik Barcelona ke Tim Matador.

Tak hanya berstatus pemimpin di dalam lapangan, Xavi menyihir publik dengan aksi-aksinya kala membagi bola. Pria yang kini berusia 37 tahun tersebut lahir di Terrassa, sebuah kawasan di provinsi Catalonia.

Sepanjang karier bersama Timnas Spanyol, ia pernah bermain di Olimpiade 2000, Piala Dunia 2002, Euro 2004, Piala Dunia 2006, Piala Konfederasi 2009, Piala Dunia 2010, Euro 2012, Piala Konfederasi 2013 dan Piala Dunia 2014.

Hasilnya, Xavi memberi Spanyol trofi Piala Dunia 2010, trofi juara Piala Eropa 2008 dan 2012, serta medali perak Olimpiade Sydney. Saat bergabung di junior, Xavi menjadi bagian dari tim yang meraih juara di pentas Piala Dunia Junior 1999.

2. Víctor Valdés

Ia tak selalu tampil sebagai kiper utama, karena kalah bersaing dengan Iker Casillas maupun David De Gea. Namun, Victor Valdes menjadi deputi yang setia bersama Timnas Spanyol. Kiper yang kini berusia 35 tahun tersebut tampil menjadi kekuatan di belakang layar.

Bersama Tim Matador, Valdes mengoleksi gelar juara Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2012.

3. Gerard Pique

Pemain berposisi bek tengah ini memiliki perjalanan penting bersama Timnas Spanyol. Pria kelahiran Barcelona tersebut tampil sebagai tandem sehati bersama Sergio Ramos, dan beberapa kali bersama pemain senior, Carles Puyol.

Bek berpostur 194 cm tersebut tergolong menjadi pemain kunci di area belakang Tim Matador. Ia mengangkat trofi Piala Dunia 2010, Piala Eropa 2012 dan sempat membawa Spanyol U-19 sebagai jawara Piala Eropa 2006.

Pique melakoni debut bersama timnas senior pada laga persahabatan kontra Inggris (11/2/2009). Sejak saat itu, dia menjadi bagian penting skema permainan La Furia Roja. Pique menikmati debut di turnamen resmi saat membela Spanyol pada gelaran Piala Konfederasi 2009.

4. Jordi Alba

Bek kiri modern ini menajdi bagian penting bagi Timnas Spanyol saat meraih gelar juara Piala Eropa 2012. Ia mencetak satu gol pada laga final ke gawang Italia. Saat itu, Alba menerima umpan dari Xavi Hernandez yang berujung gol kedua dari empat gol Spanyol ke gawang Gli Azzurri.

Bersama Spanyol, Alba meraih trofi juara Piala Eropa 2012 dan runner-up Piala Konfederasi 2013. Alba menjadi kekuatan sisi kiri timnas Spanyol, meski kadang tak stabil karena cedera.

Alba menerima panggilan timnas pada 30 September 2011. Ia dipanggil untuk dua laga Kualifikasi Euro 2012, yakni kontra Ceska dan Skotlandia. Sejak saat itu, ia menjadi bagian dari kekuatan sisi kiri pertahanan Spanyol.

5. Sergio Busquets

Sergio Busquets bukan pemain yang memiliki tipikal skill yahud atau gocekan hebat. Namun, perannya di area tengah, terutama menghalau serangan lawan, menjadi sisi penting keberhasilan Spanyol meraih gelar juara Piala Dunai 2010 dan Piala Eropa 2012.

Sergio Busquets melakoni peran sebagai pemutus serangan musuh, sekaligus jembatan aliran bola ke area tengah Tim Matador. Tak dominan, namun Busquets memberi ketenangan terhadap lini tengah. Hal tersebut pernah diamini Vicente Del Bosque, eks pelatih Timnas Spanyol.

6. Cesc Fàbregas

Namanya tak besar bersama Barcelona, meski sejak kecil hidup di kota wisata tersebut. Ia adalah alumni Akademi La Masia, sekolah junior milik Barcelona. Namanya bersinar terang ketika memutuskan menerima pinangan Arsenal, karena gagal masuk ke tim utama Barcelona.

Pemilik nama lengkap Francesc Fàbregas Soler ini menjadi bagian dari Timnas Spanyol yang menjadi jawara pada geleran Piala Dunai 2010, Piala Eropa 2008 dan 2012. Ia membagi peran dengan Xavi Hernandez agar lini tengah Spanyol menjad solid.

Pria yang kini berusia 30 tahun tersebut merasakan kostum timnas Spanyol untuk kali pertama pada laga persahabatan kontra Pantai Gading. Saat itu, ia menjadi pemain termuda dalam sejarah 70 tahun tiimnas Spanyol yang melakoni debut.

7. Carles Puyol

Kapten terbesar Spanyol asal Catalunya. Itulah julukan bagi penampilan maksimal Puyol dalam setiap laga bersama Timnas Spanyol. Bek yang kini berusia 39 tahun tersebut menjadi pahlawan lini belakang La Furia Roja.

Puyol tampil kali pertama bersama timnas Spanyol pada 15 November 2000, pada laga kontra Belanda. Ia menjadi bagian dari Timnas Spanyol yang menuai gelar Piala Dunia 2010, Piala Eropa 2008 dan medali perak Olimpiade 2000.

8. Joan Capdevila

Pria kelahiran Tarrega, sebuah distrik di Catalonia ini menjadi bagian dari Timnas Spanyol sejak Olimpiade 2000 di Sydney, Australia. Setelah menuai medali perak, ia melakoni debut bersama Timnas Spanyol pada 16 Oktober 2002, kontra Paraguay.

Capdevila menjadi bagian dari Spanyol yang meraih juara di perhelatan Piala Dunia 2010 dan Piala Eropa 2008.

9. Pep Guardiola

Namanya terkenal sebagai gelandang rajin dan playmaker yahud. Memang, dia tak pernah meraih gelar juara dunia ataupun piala eropa bersama Timnas Spanyol. Ia hanya menjadi bagian dari La Furia Roja junior kala meraih medali emas pada Olimpiade 1992 di Barcelona.

Guardiola melakoni debut bersama timnas senior pada 14 Oktober 1992, kala meraih hasil imbang 0-0 kontra Irlandia Utara di Windsor Park, pada ajang Kualifikasi Piala Dunia 1994. Pada rentang 1992 - 2001, Guardiola bermain 47 kali bersama timnas Spanyol dan mencetak lima gol.

Namanya mengharumkan sepak bola Spanyol kala membawa Barcelona menampilkan warna tiki-taka dan berjaya di kawasan Eropa.

Sumber: Berbagai sumber

Saksikan cuplikan pertandingan dari Liga Inggris, La Liga, Liga Champions, dan Liga Europa, dengan kualitas HD di sini