Perjudian Zidane Berujung Bayang-Bayang Pemecatan

Oleh Achmad Yani Yustiawan pada 28 Feb 2018, 17:56 WIB
Diperbarui 28 Feb 2018, 17:56 WIB
Real Madrid, La Liga, Espanyol
Kiper Real Madrid, Keylor Navas, berusaha menangkap bola tendangan striker Espanyol, Gerard Moreno, pada laga La Liga di Stadion RCDE, Barcelona, Selasa (27/2/2018). Espanyol menang 1-0 atas Real Madrid. (AP/Manu Fernandez)

Jakarta Performa tak menentu kembali ditampilkan Real Madrid. Klub raksasa Liga Spanyol itu, lagi-lagi menunjukkan bahwa mereka kurang stabil.

Setelah cukup lama menampilkan tren bagus, Real Madrid harus kehilangan poin laga usai takluk 0-1 dari Espanyol pada laga pekan ke-26 La Liga Spanyol di RCDE Stadium, Rabu dini hari(28/2/2018).

Hasil mengecewakan ini membuat performa apik tim asuhan Zinedine Zidane harus terhenti. Sebelumnya, Los Blancos mampu meraih tujuh kemenangan dan satu hasil imbang dari delapan pertandingan di seluruh ajang kompetisi.

Tak hanya itu, Madrid juga makin rawan tergusur dari posisi tiga besar klasemen La Liga. Madrid gagal memangkas jarak dari Atletico Madrid. Mereka masih berada di urutan tiga dengan nilai 51, terpaut tujuh poin dari Atletico Madrid di peringkat kedua

Kekalahan menyesakkan ini bukan hanya karena gol Gerard Moreno pada menit ke-90+1, namun pada laga itu, skuat Zidane tampil sangat dominan. Total 62 persen penguasaan bola diklaim Madrid, berbanding 38 persen milik tim tuan rumah.

Namun, Espanyol lebih agresif jika dilihat dari peluang mencetak gol. Mereka mendulang 16 kesempatan dan tujuh di antaranya mengarah ke gawang. Sedangkan, Real Madrid hanya mendulang lima kesempatan emas dari 12 kali percobaan.

2 dari 4 halaman

Keputusan Aneh

Mengintip Sesi Latihan Real Madrid Jelang Hadapi PSG
Ekspresi pelatih Real Madrid, Zinedine Zidane saat sesi latihan di Madrid, Spanyol, Selasa (13/2). Real Madrid akan menghadapi Paris Saint Germain (PSG) pada leg pertama 16 besar Liga Champions di Santiago Bernabeu. (AP Photo/Paul White)

Ada yang aneh terakit keputusan Zidane saat menurunkan pemain pada pertandingan itu. Pelatih asal Prancis itu hanya membawa 19 pemain.

Zidane melakukan lima pergantian pemain dari skuat utama saat mereka menang 4-0 atas Alaves pada pertandingan sebelumnya. Satu di antara nama yang tidak masuk ke dalam skuat adalah Cristiano Ronaldo.

Media-media Spanyol menyebut Zidane telah melakukan pertaruhan besar dengan tidak memainkan Ronaldo. Padahal, striker berusia 33 tahun itu telah mengemas 14 gol dan empat assist dari total 20 pertandingan di kompetisi tersebut.

Zidane mengungkapkan alasan tersendiri tak membawa Ronaldo. Ia ingin memberikan waktu istirahat kepada Ronaldo.

3 dari 4 halaman

Bergantung Ronaldo

Real Madrid, Alaves, La Liga Santander
Cristiano Ronaldo (kanan) saat mengecoh dua pemain Alaves pada La Liga Santander di Santiago Bernabeu stadium, Madrid, (24/2/2018). Real Madrid menang 4-0. (AP/Francisco Seco)

Ketidakhadiran Ronaldo dalam skuat Real Madrid kembali berdampak fatal. Zidane sebetulnya sempat mengaku dirinya bergantung terhadap Ronaldo untuk mengembalikan performa El Real.

Terlebih, sekarang Ronaldo sudah mulai menemukan ketajamannya di barisan depan pada ajang La Liga. Sebelumnya, bintang Portugal ini, sempat "mandul" pada awal musim.

Ronaldo kerap mendapatkan kritik lantaran produktivitasnya menurun. Bahkan, ia dikabarkan ingin kembali hengkang dari Bernabeu pada musim depan.

4 dari 4 halaman

Hasil Buruk

Real Madrid, La Liga, Espanyol
Gelandang Real Madrid, Isco, berusaha melewati gelandang Espanyol, Pablo Patti, pada laga La Liga di Stadion RCDE, Barcelona, Selasa (27/2/2018). Espanyol menang 1-0 atas Real Madrid. (AP/Manu Fernandez)

Zidane menjadi satu nama yang paling dibicarakan media-media Spanyol pada musim ini. Salah satu alasannya lantaran ia sempat dianggap gagal mengangkat performa El Real.

Kesempatan meraih trofi La Liga hampir pupus lantaran Real Madrid sangat sulit mengejar Barcelona di puncak klasemen.

Meski demikian, tentu persoalan utama Zidane tidak hanya mengenai bagaimana tetap mendapat kepercayaan dari para pemainnya. Toh, Real Madrid telah membuktikan selama beberapa tahun terakhir, mereka tidak akan segan memecat pelatih, meski pernah berprestasi, jika timnya terus menuai hasil buruk.

Lanjutkan Membaca ↓