Jelang Derbi Madrid: Aroma Balas Dendam Real Madrid

Oleh Nurfahmi Budi pada 25 Sep 2018, 18:20 WIB
Derby Madrid

Bola.com, Jakarta - Pada akhir pekan ini, La Liga akan memanggungkan duel panas antara dua tim raksasa, yakni Real Madrid kontra Atletico Madrid, di Stadion Santiago Bernabeu, Minggu (30/9/2018). Kali ini, atensi besar bakal tertuju ke arah tuan rumah.

Satu di antaranya penyebabnya adalah menakar kekuatan Real Madrid tanpa Cristiano Ronaldo. Beberapa kalangan menilai, konsistensi permainan bakal menjadi penilaian tersendiri bagi Gareth Bale dkk.

Hal tersebut penting, karena derbi kali ini memiliki judul tersendiri, yakni aroma balas dendam Real Madrid. Maklum, pada ajang Piala Super Eropa 20, Real Madrid takluk. Tak heran jika Real Madrid punya ambisi besar menekuk sang rival sekota, sekaligus bisa terus menekan Barcelona.

Jika hasil positif menyertai aura balas dendam tersebut, Real Madrid bisa membuka ruang guna bersaing dengan Bacelona. Namun, pada sisi ini, Atletico Madrid juga punya kerangka pemikiran yang sama. Artinya, tiga angka di Bernabeu bisa membantu menuju trofi jawara La Liga.

Walhasil, ekspektasi publik melihat atraksi menawan Gareth Bale dkk kontra Antoine Griezmann dkk, tergolong tinggi. Selain kedua tim menjadi yang terbaik di antara koefisien klub Eropa, mereka punya sederet pasukan berkualitas tinggi.

Pada sisi Atletico Madrid, ada kiper Jan Oblak. Ia bisa menjadi kunci kemenangan timnya berbekal catatan bagus. Atlético Madrid hanya sekali kalah pada 10 laga derbi Madrid. Jadi, mereka ingin mempertahankan clean sheet pekan ini.

Pelatih Atletico Madrid, Diego Simeone berharap menang tanpa kebobolan. Modal tak hanya kiper andal, tapi lini depan yang dinamis. Duo Antoine Griezmann dan Diego Costa menjadi senjata utama mengacak-acak pertahanan Real Madrid.

Costa mampu melesakkan dua gol pada pertandingan Piala Super Eropa 2018. Sementara itu, Antoine Griezmann selalu mencetak gol setiap bertandang ke kandang Real Madrid.

 

2 of 2

Lini Tengah Real Madrid

Pada sisi Real Madrid, lini tengah menjadi kekuatan utama. Sang pemain terbaik dunia versi FIFA, Luka Modric bakal membuktikan kapasitasnya, setidaknya cara menyokong alur bola untuk Gareth Bale, Karim Benzema ataupun Marco Asensio.

Rivalitas ibu kota ini sangat berarti bagi para Madrileños, alias warga kota Madrid. Tidak hanya persaingan antarkota dan gemuruh pendukung saat pertandingan berlangsung, namun laga ini berpengaruh terhadap gelar masing-masing klub. Melihat sejarah ke belakang. Atlético Madrid dibentuk pada 1903 oleh sekumpulan siswa Basque yang ingin membuat tim alternatif dari Madrid FC, klub yang sekarang menjadi Real Madrid.

Beberapa dekade setelah usainya perang sipil di Spanyol tahun 1939, kedua klub inisecara konsisten bersaing. Pada masa itu, satu di antara legenda RealMadrid, Alfredo Di Stéfano menganggap Derby Madrid lebih penting ketimbang laga El Clásico melawan Barcelona.

Reputasi derbi sempat tenggelam pada periode 1999-2013, karena 14 tahun tanpakemenangan Atletico Madrid. Sekarang berbeda, karena sangat menegangkan setelah Atlético Madrid konsisten mengancam Real Madrid pada persaingan di area klasemen.

Pertemuan keduanya selalu sengit, termasuk di pentas LaLiga Santander, Copa del Rey, Piala Super Spanyol, Liga Champions dan Piala Super Eropa. Kini, publik akan menunggu apa yang terjdi di Bernabeu, akhir pekan ini.

Sumber: La Liga

Lanjutkan Membaca ↓