Marcelo: Jose Mourinho Melakukan Banyak Hal di Real Madrid

Oleh Defri Saefullah pada 20 Des 2018, 09:30 WIB
Diperbarui 22 Des 2018, 02:17 WIB
Marcelo

Jakarta - Bek sayap asal Brasil, Marcelo, jadi sasaran media untuk ditanyakan soal pemecatan Jose Mourinho oleh Manchester United. Maklum, setelah pemecatan ini muncul rumor Mourinho akan kembali latih Real Madrid.

Jose Mourinho pernah melatih Real Madrid selama tiga musim. Dia cukup berjasa untuk membuat Madrid disegani kembali di Liga Spanyol.

Dia pula yang membuat dominasi Barcelona di Liga Spanyol sedikit terkikis. Meski hanya meraih satu gelar La Liga, Copa del Rey dan Piala Super Spanyol, tapi keberadaan Jose Mourinho di Madrid cukup membekas.

Sebagai pemain senior, Marcelo, bek kiri Real Madrid pantas untuk ditanyakan. Namun respons bek asal Brasil ini cukup ketus.

Dari jawabannya terlihat, Marcelo kurang sreg ditanyai soal kemungkinan Marcelo melatih Real Madrid.

"Saya di sini untuk bicara soal kompetisi ini, Piala Dunia Antarklub. Saya tahu kalian tanya saya soal ini karena dia pelatih Real Madrid sebelumnya," kata Marcelo seperti dikutip AS.

"Sangat disayangkan, dia pelatih top yang tak punya klub. Dia banyak melakukan hal penting di Madrid. Apakah dia kembali atau tidak, itu bukan tergantung saya."

Saksikan siaran langsung pertandingan-pertandingan Premier League, La Liga, Ligue 1, dan Liga Europa di sini.

2 of 2

Komentar Marcelo

Jose Mourinho
Ekspresi Pelatih Manchester United, Jose Mourinho saat meninggalkan gedung pengadilan di Madrid, Spanyol, (3/11). Mourinho dipanggil oleh pengadilan Madrid atas tuduhan pengelapan pajak. (AP Photo / Paul White)

Marcelo juga ditanyai soal kemungkinan Zinedine Zidane ambil alih posisi Mourinho di MU. Dia sepakat Zidane mampu latih Manchester United.

"Zidane sudah tampil begitu hebat dalam waktu singkat sebagai pelatih dan dia pasti bakal jadi pilihan bagus bagi tim manapun di dunia ini," ujar Zidane.

Marcelo juga mengungkapkan soal rahasia sukses Real Madrid. Dia mengatakan rahasia itu ada di ruang ganti.

"Kebersamaan di ruang ganti, pemain utama main bersama-sama cukup lama, dan itu membantu kami tampil sejauh mungkin. Kami selalu lapar dengan trofi," ujarnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓