Kubo, Abe, dan Rencana Jepang Mendominasi Sepak Bola Dunia

Oleh Aning Jati pada 16 Jul 2019, 12:45 WIB
Diperbarui 16 Jul 2019, 12:45 WIB
Takefusa Kubo
Takefusa Kubo dalam sesi latihan Timnas Jepang di Sao Paulo, Brasil, jelang Copa America 2019. (AFP/Miguel Schincariol)

Bola.com, Jakarta - Barcelona sudah resmi merekrut Hiroki Abe, satu di antara talenta muda bersinar Jepang, dari Kashima Antlers.

Pemain berusia 20 tahun itu tiba di Spanyol dan gabung Barcelona, setelah Real Madrid resmi menggaet pemain muda penuh sensasi asal Jepang lainnya, Takefusa Kubo.

Kubo, seperti diketahui, mendapat julukan Messi Jepang, dan pemain berusia 18 tahun itu memang merupakan didikan La Masia selama empat tahun, sebelum akhirnya kembali ke Jepang pada 2015 dan gabung FC Tokyo.

Perekrutan dua pemain itu setidaknya bisa membuktikan bahwa sepak bola Jepang sedang naik, terutama mengingat makin banyak pula pemain Jepang yang berkiprah di lima liga top Eropa.

Gelombang pemain baru ini bukan kebetulan, melainkan buah dari strategi rumit yang diterapkan Asosiasi Sepak Bola Jepang (JFA) menjelang akhir 1990-an.

Sebagai hasil dari ini semua, Jepang berharap bisa membangun tim yang mampu memenangi Piala Dunia pada 2050 dan menciptakan sebuah liga domestik yang menghasilkan tim yang mampu bersaing dengan liga-liga Eropa pada 2030.

Setiap klub peserta J1 League (kasta tertinggi Liga Jepang) diwajibkan membangun akademi sepak bola masing-masing dan memiliki minimal dua tim usia muda.

2 dari 2 halaman

Rencana Jangka Panjang

Hiroke Abe
Hiroke Abe saat memperkuat Kashima Antlers. (Bola.com/Dok. AFC)

Sebagai tambahan, harus selalu ada dua pemain dari akademi itu yang masuk starting line-up, dan setidaknya satu pemain yang berusia di bawah 21 tahun.

"Kami punya rencana jangka panjang untuk menjadi liga terbesar keempat di dunia pada 2030," kata Mitsuru Murai, Presiden J1 League, dikutip dari Marca.

Proyek itu mulai membuahkan, setidaknya ada 14 pemain Jepang yang sekarang bermain di lima liga top Eropa. Bundesliga punya empat pemain, La Liga, Premier League, serta Ligue 1 masing-masing satu pemain.

Bundesliga tercatat jadi yang paling banyak merekrut pemain Jepang, setidaknya sudah 31 pemain berkiprah di Liga Jerman dalam beberapa tahun terakhir.

Sementara di La Liga, Shoji Jo tercatat sebagai pemain Jepang pertama yang bermain di Spanyol dengan gabung Real Valladolid pada musim 1999. Setelah itu, sembilan pemain Jepang lain menyusul gabung berbagai klub Spanyol.

Sumber: Marca

Lanjutkan Membaca ↓