Laporan Langsung dari Madrid: Mendadak Jadi Pengatur Alur Diskusi Sang Legenda

Oleh Nurfahmi Budi pada 28 Sep 2019, 17:28 WIB
Diperbarui 29 Sep 2019, 03:22 WIB
Laporan dari Madrid Spanyol

Bola.com, Madrid - Sehari jelang pertandingan Atletico Madrid kontra Real Madrid, La Liga melakukan seremoni spesial. Mereka mengundang jurnalis yang mewakili lima benua ke acara La Liga Ambassador Gala atau event duta La Liga 2019.

Event tersebut menjadi momen pengumuman La Liga terkait empat duta yang berstatus pendatang baru. Mereka adalah Guti, Denilson, Fernando Hierro dan Anair Lomba.

Empat nama tersebut bergabung dengan beberapa mantan pemain yang sudah masuk lebih dulu seperti Luis Garcia, Kanoute, Samuel Eto'o, Carles Puyol, Diego Forlan, Patrick Kluivert sampai Marcos Senna. Bagi saya, momen tersebut sangat istimewa.

Selain bisa berdiskusi banyak hal dengan sederet mantan pemain, saya bisa merasakan nuansa lain yang datang secara tiba-tiba. Yup, pengalaman tersebut datang saat saya harus berperan sebagai presenter alias penyambung lidah beberapa rekan jurnalis.

Awal 'insiden' terjadi sebelum seremoni berlangsung. Para jurnalis terbagi menjadi beberapa kelompok. La Liga melakukan itu dengan tujuan memberi kesempatan kepada setiap jurnalis untuk berdiskusi dengan beberapa mantan pemain yang mereka pilih.

Selain pemain, setiap kelompok 'berhak' mewawancarai para sponsor La Liga 2019-2020, seperti produsen ban, bir dan produsen perlengkapan harian. Saat berdiskusi dengan pihak sponsor, nyaris tak ada masalah besar alias semua berjalan normal.

Namun, hal itu berbeda ketika giliran para mantan pemain yang notabene adalah duta besar La Liga, datang. Tiga pemain yang memiliki kesempatan 'ngobrol' bersama kami adalah Frederic Kanoute, Luis Garcia dan Gaizka Mendieta.

Saat bertatap muka dengan Kanoute, saya tak mengalami hal aneh alias semua berjalan seperti layaknya diskusi. Kami banyak bertukar pikiran tentang pengembangan sepak bola di level junior, pandangan terkait industri sampai kegiatan sosial yang menjadi atensi mantan penggawa Sevilla tersebut.

 

2 of 3

Jadi Perantara

Laporan dari Madrid Spanyol
Suasana diskusi bersama duta besar La Liga. (Ist / La Lga)

Situasi berbeda terjadi ketika kami kedatangan Gaizka Mendieta dan Luis Garcia. Dua pemain yang sudah pernah berada di Indonesia tersebut melakukan hal tak terduga.

Jadi, sedari awal, panitia dari La Liga ingin diskusi berjalan mengalir. Artinya, tak ada orang khusus yang menentukan arah diskusi. Tapi, hal itu tak berlaku ketika kami kedatangan Gaizka Mendieta dan Garcia.

Saat saya memperkenalkan diri berasal dari Indonesia, dua orang tersebut langsung mengucapkan hal yang tak jauh berbeda. Mereka ingin saya menjadi presenter sekaligus pengatur alur diskusi.

Kaget yang disertai keringat dingin, menjadi reaksi awal. Maklum, kami berada di area premium, yang berisi jajaran petinggi La Liga. Selain itu, Garcia dan Gaizka Mendieta bukan pemain sembarangan. Mereka punya cerita sukses pada periode masing-masing.

Sempat ingin menolak, tapi kode dari Luis Garcia dan Gaizka Mendieta, membuat saya tak enak hati. Akhirnya, saya menerima 'pekerjaan' mendadak tersebut. Beruntung, Garcia dan Gaizka Mendieta cakap berkomunikasi, terutama menggunakan bahasa Inggris.

Kami berdiskusi banyak hal, terutama menyangkut pengalaman dan program mereka sebagai duta besar La Liga. Satu yang pasti, ragam hal unik mereka rasakan, terutama ketika berkunjung ke sebuah tempat dengan keriuhan yang tak terduga.

 

3 of 3

Pesan untuk Indonesia

Laporan dari Madrid Spanyol
Suasana diskusi dalam acara perkenalan duta La Liga 2019. (Ist / La Liga)

Secara khusus, Luis Garcia dan Gaizka Mendieta memberi perhatian terhadap para pesepak bola Indonesia, terutama pesepak bola junior. Mereka berharap ada nama pemain asal Indonesia yang beredar di Spanyol, atau minimal di kawasan Eropa.

Garcia menyebut, faktor yang layak mendapat atensi utama adalah disiplin, attitude dan membuang homesick. Bagi mantan pemain Liverpool, Barcelona dan Atletico Madrid tersebut, skil para pesepak bola junior Indonesia tak perlu diragukan lagi.

Namun, Garcia memberi nasihat, faktor disiplin adalah hal terpenting. "Disiplin dalam segala hal, apalagi ketika berhadapan dengan area profesional, Anda harus benar-benar menghormati disiplin tersebut jika ingin memiliki karier yang bagus," tegasnya.

Tak terasa, saya berstatus moderator nyaris 30 menit. Tak terasa pula, saya justru menikmati ketika banyak hal menjadi bahan diskusi kami. Terima kasih Luis Garcia dan Gaizka Mendieta yang telah memberi banyak pencerahan terhadap banyak hal.

 

Lanjutkan Membaca ↓