Cerita Dario Silva, Sahabat yang Selalu Berbohong demi Kebaikan Sergio Ramos

Oleh Gregah Nurikhsani pada 04 Jan 2020, 22:30 WIB
Diperbarui 06 Jan 2020, 22:16 WIB
Sergio Ramos

Bola.com, Jakarta - Mantan pemain Sevilla, Malaga, dan Espanyol, Dario Silva menceritakan kisahnya saat masih aktif sebagai pemain sepak bola. Ia mengaku sering berbohong kepada Sergio Ramos yang kala itu masih berusia muda.

Dario Silva akan tampil dalam sebuah program acara milik Movistar. Program itu baru akan tayang pada 7 Januari 2020 mendatang, namun dalam sebuah tayangan klip pendek, ia menyebut nama Sergio Ramos.

Pada periode 2003 hingga 2005, Ramos bermain untuk Sevilla. Saat itu, kapten Real Madrid itu merupakan prospek cerah tak cuma di level klub, melainkan di level Timnas Spanyol.

Ramos dan Silva diketahui memiliki hubungan dekat. Sebagai senior, Silva memang dibebani tugas untuk menjauhkan Ramos dari gemerlap malam, sebab di saat yang bersamaan, Ramos muda tengah dilanda ketenaran.

"Ramos waktu itu masih sangat muda. Saya biasa keluar malam, tetapi saya tidak mau dia mengikuti saya, terbiasa dengan dunia malam seperti alkohol dan wanita. Lagi pula, semakin Anda terkenal, semakin cantik wanita di sekeliling Anda," kata Silva menceritakan.

Tentu saja Ramos sudah cukup dewasa untuk melihat gerak-gerik pemain senior Sevilla, termasuk Silva. Silva mengaku selalu mencegah Ramos ikut keluar malam.

"Ramos selalu menempel saya, tapi saya selalu menolak. Saya harus berbohong kepadanya, padahal saya tetap keluar," ujar Silva lagi.

"Dia akan protes, katanya, 'Kenapa tidak boleh? Semua orang juga keluar'. Saya akan langsung membawanya pulang," tukasnya.

2 dari 2 halaman

Bau Alkohol

Silva mengatakan, Ramos adalah tipikal orang yang bersikeras dan tak mudah diatur. Mungkin, itu yang membuatnya menjadi satu di antara pemain belakang terbaik dunia hingga saat ini.

"Suatu waktu dia tak pernah melepaskan pandangan matanya kepada saya. Dia bahkan mengikuti saya sampai rumah," lanjut Silva.

"Saya menuju ke rumah, tapi saya memutar balik, saya tunggu sebentar, memastikan lampu di kamarnya menyala, saat itu saya tahu dia sudah masuk ke kamarnya. Usai itu saya kembali ke mobil dan berangkat."

"Esok harinya, dia langsung menemui saya sembari berkata 'Nah, mulut kamu bau alkohol, pasti semalam keluar!'. Saya harus berbohong lagi, saya bilang saya minum alkohol, tapi di rumah."

"Saya selalu berbohong kepada Ramos, demi kebaikannya juga," katanya memungkasi.

Sumber: AS

Lanjutkan Membaca ↓